onlinentt.com-Rote Ndao – Pemerintah Kabupaten Rote Ndao di bawah kepemimpinan Bupati Paulus Henuk, SH kembali melahirkan sebuah gerakan yang tidak hanya berbicara tentang pembangunan fisik, tetapi juga investasi terbesar bagi masa depan daerah, yakni pembangunan kualitas sumber daya manusia.
Komitmen tersebut terlihat saat Bupati Paulus Henuk berdiskusi bersama sejumlah anak muda Rote Ndao yang memiliki semangat mengabdi melalui ide-ide kreatif dan inovatif, Selasa, (21/07/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pertemuan itu menjadi titik awal penguatan Gerakan Rote Mengajar, sebuah program yang akan segera dilaksanakan dengan melibatkan para profesional dan diaspora asal Rote Ndao.
Bagi Bupati Paulus Henuk, kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran pembangunan, tetapi juga oleh lahirnya generasi muda yang memiliki mimpi, karakter, dan inspirasi untuk meraih keberhasilan.
“Saya percaya generasi muda adalah aset terbesar Rote Ndao. Ketika mereka mendapatkan inspirasi dari orang-orang yang telah berhasil, mereka akan memiliki keberanian untuk bermimpi lebih tinggi dan bekerja lebih keras demi masa depan daerah,” ungkap Bupati.
Program Rote Mengajar dirancang menghadirkan para tokoh, profesional, akademisi, birokrat, pengusaha, tenaga kesehatan, aparat penegak hukum hingga pelaku usaha asal Rote Ndao yang telah sukses di berbagai daerah maupun luar negeri.
Mereka akan kembali ke sekolah-sekolah, mulai dari tingkat SD hingga SMA, untuk berbagi pengalaman hidup, perjalanan karier, nilai-nilai perjuangan, dan motivasi kepada para pelajar.
Gerakan ini menjadi bentuk nyata dari semangat “Mai Fali Nusa Rote”, sebuah ajakan moral kepada diaspora Rote Ndao agar kembali memberikan kontribusi bagi tanah leluhurnya, bukan semata-mata dengan pulang menetap, tetapi dengan menghadirkan hati, pikiran, ilmu pengetahuan, pengalaman, dan jejaring yang dimiliki.
Semangat tersebut sesungguhnya bukan gagasan baru. Sekitar 24 tahun lalu, ketika Rote Ndao baru menjadi daerah otonom, gerakan “Mai Fali” pernah digelorakan untuk mengajak putra-putri terbaik Rote Ndao kembali mengabdi sebagai aparatur pemerintahan guna membangun fondasi birokrasi daerah.
Kini, gerakan itu memasuki babak baru. Fokusnya bukan lagi mengisi struktur pemerintahan, melainkan membangun kualitas manusia melalui transfer pengetahuan dan inspirasi kepada generasi muda sebagai bekal menghadapi Indonesia Emas 2045.
Pemerintah Kabupaten Rote Ndao meyakini bahwa cerita keberhasilan dari para diaspora akan menjadi energi positif bagi anak-anak daerah.
Mereka tidak hanya mendengar teori tentang kesuksesan, tetapi menyaksikan langsung bahwa putra-putri Rote mampu berprestasi di berbagai bidang, tanpa melupakan akar dan identitasnya.
Inisiatif yang digagas kalangan muda tersebut mendapat apresiasi penuh dari Bupati Paulus Henuk.
Menurutnya, pemerintah akan selalu membuka ruang kolaborasi bagi siapa pun yang memiliki kepedulian membangun daerah.
Gerakan Rote Mengajar juga menjadi simbol bahwa pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi antara masyarakat, dunia pendidikan, diaspora, komunitas, dan seluruh elemen bangsa agar Rote Ndao mampu melahirkan generasi yang cerdas, berdaya saing, serta memiliki karakter kuat.
Melalui semangat “Mai Fali Nusa Rote”,
Pemerintah Kabupaten Rote Ndao ingin memastikan bahwa keberhasilan putra-putri daerah di berbagai penjuru Indonesia tidak berhenti sebagai prestasi pribadi, tetapi menjadi inspirasi yang menyalakan harapan bagi ribuan anak Rote untuk berani bermimpi, berprestasi, dan suatu hari nanti kembali membangun tanah kelahirannya.
Gerakan ini menjadi penegasan bahwa pembangunan Rote Ndao bukan hanya soal infrastruktur, ketahanan pangan, pelayanan publik, maupun penegakan hukum, melainkan juga tentang menghadirkan investasi jangka panjang berupa generasi muda yang unggul, berkarakter, dan siap menjadi motor penggerak kemajuan Rote Ndao di masa depan.

Ikuti Kami
Subscribe


















