“Atas kondisi ini, dirinya bekerjasama dengan tim satuan tugas pembelajaran online SMA Negeri 7 Kupang. Tim pembelajaran online tersebut langsung bertindak dan bekerja secara cepat agar pembelajaran online harus tetap berjalan,”tutur dia.
Dijelaskan, identifikasi dan pendataan dilakukan per kelas terhadap hp milik siswa-siswi dari tanggal 7 sampai 30 April 2020.
“Dari identifikasi dan pendataan yang dilakukan terhadap semua kelas, didapati lebih kurang 30 buah hp. Satu rombongan belajar, (rombel), jumlah siswanya 35 orang, nomor hp yang diperoleh sekitar 20 hingga 30 buah hp,”tambah Vinsensius.
Kembali Vinsensius menjelaskan, bagi siswa-sisiwi yang memiliki perangkat android dapat melakukan pembelajaran systim online namun bagi yang tidak bisa mengikuti secara offline.
Khusus yang offline, diakui Kepsek Vinsensius, materi pembelajaran setelah di copy, siswa yang bersangkutan dipanggil ke sekolah untuk menjalani pembelajarajn off line.
Sekembali dari sekolah, diberitahu agar langsung pulang ke rumah. Jangan kemana-mana,” tegasnya. *ed
Halaman : 1 2

Ikuti Kami
Subscribe


















