Stay at home, Kepsek Mengaku Berkomunikasi Aktif Dengan Kabid Pendidikan Menengah

0 237

onlinentt. com-Kota Kupang, –Kepsek SMA Negeri 7 Kupang mengaku aktif melakukan komunikasi dan koordinasi aktif dengan Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur, (Prov-NTT), terkait
pemberlakuan pembelajaran online pasca siswa-siswi di rumahkan, (stay at home).

“Sebagai pimpinan satuan pendidikan di SMAN 7 Kupang, saya mengambil inisiatif untuk selalu berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Kabid dikmen Dinas Pendidikan & Kebudayaan Prov-NTT,”ungkap Kepsek SMA Negeri 7 Kupang, Drs. Vinsensius Sasi, M.Pd, di ruangannya, Selasa, (19/05/2020).

Masih menurut Vinsensius, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provi-NTT yang berkesempatan hadir di sekolah yang dipimpinnya, telah menganjurkan agar segera merubah program pembelajaran offline menjadi online maka dari anjuran tersebut pihaknya mulai menempuh kebijakan dengan memberlakukan pembelajaran online,”jelasnya.

Vinsensius menambahkan dampak dari pemberlakuan pembelajaran online, guru dan siswa dituntut harus memiliki hp atau laptop agar kegiatan belajar mengajar, (KBM), dapat berjalan
namun saat pembelajaran online diterapkan, hampir 20-30 persen siswa-siswi tidak mempunyai hp android dan laptop.

“Atas kondisi ini, dirinya bekerjasama dengan tim satuan tugas pembelajaran online SMA Negeri 7 Kupang. Tim pembelajaran online tersebut langsung bertindak dan bekerja secara cepat agar pembelajaran online harus tetap berjalan,”tutur dia.

Dijelaskan, identifikasi dan pendataan dilakukan per kelas terhadap hp milik siswa-siswi dari tanggal 7 sampai 30 April 2020.

“Dari identifikasi dan pendataan yang dilakukan terhadap semua kelas, didapati lebih kurang 30 buah hp. Satu rombongan belajar, (rombel), jumlah siswanya 35 orang, nomor hp yang diperoleh sekitar 20 hingga 30 buah hp,”tambah Vinsensius.

Kembali Vinsensius menjelaskan, bagi siswa-sisiwi yang memiliki perangkat android dapat melakukan pembelajaran systim online namun bagi yang tidak bisa mengikuti secara offline.

Khusus yang offline, diakui Kepsek Vinsensius, materi pembelajaran setelah di copy, siswa yang bersangkutan dipanggil ke sekolah untuk menjalani pembelajarajn off line.
Sekembali dari sekolah, diberitahu agar langsung pulang ke rumah. Jangan kemana-mana,” tegasnya. *ed

Comments
Loading...