onlinentt.com-Rote Ndao-Sang Maestro Rote Ndao, Adrianus Pandi, SH, atau biasa disapa “Bang Anus”, Anggota DPRD Rote Ndao dari Fraksi Gerindra, saat menjemput, menampung dan menindaklanjuti aspirasi serta pengaduan masyarakat secara langsung, (Reses), di Desa Oetefu, Minggu, (11/05/2026), dibuat “babak belur”.
Pasalnya, untuk merespon sejumlah penyampaian dan pengeluhan masyarakat, “Sang Maestro” tanpa tanggung, “merogo saku pribadi”.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Reses itu berlangsung di rumah salah satu tokoh masyarakat, yaitu Esaf Foeh, dari Pukul 04.00 sampai dengan Pukul 08.29 wita, dihadiri oleh lebih kurang 150 orang dari tokoh agama, masyarakat adat, pemuda dan perempuan.

Pada sesi tanya jawab, masyarakat Desa Oetefu menyampaikan dan mengusulkan sejumlah pengeluhan, misalnya perbaikan ruas jalan dari SMA Negeri 1 Rote Barat Daya menuju Mbera Desa Saku Batun dan ruas Jalan menuju Dusun Oebitina, pengadaan alat tangkap ikan, seperti pukat, kapal ikan, karet penampung air laut, alat pendorong abu garam, kursi roda untuk warga yang mengalami sakit steoke, alshintan; seperti traktor (roda dua/empat), cultivator (penggembur tanah), transplanter (penanam padi), combine harvester (pemanen padi), dan kejelasan PPPK paruh waktu.
Khusus bantuan alshintan, menurut warga masyarakat, bahwa keseringan memasukan proposal ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan namun hingga sejauh ini tidak pernah mendapatkan bantuan.
Selain itu, mereka juga mengeluhkan soal pendistribusian pupuk yang lambat sampai di tangan petani. Lebih jauh, disampaikan oleh salah seorang warga bahwa dirinya baru memperoleh pupuk setelah melakukan panen. Hal yang berbeda juga tentang nasib PPPK paruh waktu yang sampai dengan saat belum ada kejelasan.
Dalam kesempatan itu, tokoh politisi yang sudah empat kali periode ini dalam kesempatannya mengiyakan beberapa pengeluhan masyarakat, menggunakan dana pribadi, seperti pengadaan alat tangkap ikan, berupa pukat, karet penampung air laut, alat pendorong abu garam dan kursi roda untuk warga yang mengalami sakit stroke.
Terkait keterlambatan pendistribusian pupuk dan pengajuan proposal permohonan bantuan alshintan yang tidak pernah ditanggapi, akan mempertanyakan kepada Kepala Bidang Kelembagaan dan Sarana Prasarana Pertanian Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Rote Ndao.
Sementara, karet penampung air laut, alat pendorong abu garam, Sang Maestro berjanji akan melakukan pengadaan bagi 54 orang yang melakukan penambakan garam tradisional di Desa Oetefu.
Selanjutnya, hal yang sama, pengadaan alat tangkap ikan, berupa pukat, sementara akan dibantu sebanyak 10 buah pukat.
Lebih berkesan dan menyentuh hati adalah ketika Sang Maestro langsung mengiyakan untuk membelikan sebuah kursi roda bagi salah seorang warga yang sementara dalam keadaan sakit stroke. Menurut informasi yang diperoleh media ini, menyebut warga ini merupakan salah satu pendukung setia Sang Maestro menduduki gedung parlemen selama empat periode.
Menjawab pertanyaan soal nasib beberapa orang PPPK paruh waktu yang sampai dengan saat belum ada kejelasan, Adrianus Pandi mengaku dalam waktu dekat pemerintah Daerah, (Pemda), akan menjawab pengeluhan tersebut dengan menyesuaikan dengan kekuatan keuangan daerah.
Sedangkan untuk perbaikan dan pengembanga ruas jalan dari SMA Negeri 1 sampai dengan Jembatan Mbera Desa Saku Batun dan Dusun Oebitina, belum dapat dijawab karena kondisi keuangan daerah yang memprihatinkan dari pemangkasan anggaran oleh pemerintah pusat.
Pantauan media ini, kegiatan reses baru usai setelah dilakukan foto dan makan malam bersama.*

Ikuti Kami
Subscribe


















