Ketua Dekranasda Singgung Kadis Pariwisata NTT Tidak Hadiri Pagelaran Seni dan Budaya di Rujab Gubernur

163

onlinentt.com-Kota Kupang- Julie Sutrisno Laiskodat, Ketua PKK NTT sekaligus selaku Ketua Dekranasda NTT, dalam sambutannya pada Pagelaran Seni dan Budaya, Sabtu, 7 November  2020 di Aula Rumah Jabatan, (Rujab), Gubernur NTT, menyinggung soal ketidakhadiran Kepala Dinas, (Kadis), Parawisata Provinsi Nusa Tenggara Timur, (Prov-NTT), Wayan Darmawan. Pada hal, moment bernuansa budaya tradisional tersebut dinilai sangat penting dalam pengembangan wisata budaya.

“Tolong bilang ke pak Gubernur, bahwa pariwisata NTT telah menjadi prime mover dan tidak akan jalan jika hanya mengandalkan potensi pariwisata. Selama ini budaya dilupakan. Hari ini Kadis Pariwisata juga  tidak datang.

Pada hal ini penting untuk dia, (red=Kadis Parawisata). Budaya di NTT harus menjadi andalan dalam promosi parawisata”, terang dia.
Menurut Julie, sebagai seorang anggota DPR RI dan Anggota Komisi IV, yang membidangi pertanian, lingkungan hidup dan kehutanan tidak mengurus parawisata sebab bukan bidang tugasnya. Tapi dengan kapasitasnya selaku Ketua Dekranasda NTT juga sebagai isteri Gubernur NTT, tentu dirinya harus mendukung program parawisata sebagai prime mover perekonomian NTT.

“Sebagai pecinta seni dan budaya NTT, saya melihat NTT adalah provinsi luar biasa yang kaya potensi dan saya bersama Gubernur melihat dua potensi yang menarik di NTT, yaitu alam kering dan kemarau. Keduanya akan menjadikan NTT lebih indah dan menarik dari Provinsi Bali. Bahkan lebih unik dari dunia lain”,terangnya.

Ditambahkan Julie, bila negara Amerika mempunyai  grand canon maka  NTT juga memiliki sejumlah aikon parawisata yang tak kalah indah dan bersaing, seperti Kelaba Madja di Sabu Raijua, Komodo di Labuan Bajo dan Kelimutu, (red=danau tiga warna), serta Bukit Tele Tabis di Nagakeo dan TTS.
“Sebanyak 22 Kabupaten-Kota  di NTT mempunyai  827 motif tenun. Ada 17 Kecamatan di Alor memiliki 48 bahasa daerah. Begitu pula dengan jumlah tarian dan lagu yang sangat banyak. Sehingga tidak heran kalau NTT dikatakan sebagai daerah termiskin dan nasib tak tentu. Hal Ini karena semua komponen masyarakat di NTT belum bersatu dalam membangun NTT. Saya pasti akan lebih tahu budaya, seni dan tarian NTT dari Plt Kadis Pendidikan dan Kebudayaan”, ungkapnya.

Julie Laiskodat mengaku ingin menunjukan kepada dunia, bahwa Prov-NTT sangat kaya akan seni dan budaya NTT. Dan itu tidak terbilang banyaknya.

“Kawula muda NTT jangan terpengaruh dengan budaya asing. Saya ingin kawula muda NTT mendesain tik-tok menggunakan lagu dan tarian NTT”,, tandasnya. *art/jh

Comments
Loading...