Orang Rote tidak mengenal dan menyebut Adam dan Hawa sebagai manusia pertama baik di langit maupun bumi dalam tuturan mereka.
Mereka selalu mengagungkan Matahari dan Bulan. Hal demikian persis dengan bangsa Yahudi yang dalam bertutur silsilah keturunan harus dimulainya dari Matahari dan Bulan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Telah dianggap oleh mereka, bahwa Matahari dan Bulan, merupakan kekuatan paling tertinggi, (red=sebelum Agama Masuk), Tahun 1730 M.
Buktinya, seperti misalnya dalam syair ini, “Se Leo Ledo Horo Fo Mana Tesa Todak do Seo Leo Ndu Nusok Fo Mana Mopo Morik. Arti harafiahnya, bahwa manusia dalam menjalani kehidupannya akan berakhir dengan kematian sebab tidak ada manusia yang kekal dan abadi. Kehidupan manusia tidak sama dengan Matahari yang terbenam dan terbit. Juga Bulan yang menghilang dan muncul lagi.
Atau mengagungkan Matahari dan Bulan dalam syair lain, khususnya untuk memperoleh harta kekayaan dan kekebalan tubuh, mereka bersyair, “Mane Sai Mana Suri Sui Ma Ndu Nosok Mana Ketu Parani”.
Arti Harafiahnya adalah Matahari pembagi harta kekayaan dan Bulan pemberi kekuatan kekebalan tubuh.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Ikuti Kami
Subscribe































