Asal Muasal Li Basili Atau Li Butuk

- Redaksi

Rabu, 13 Agustus 2025 - 10:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Johanes Henuk Editor : redaksi
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Johanes Henuk 
Penulis : Tokoh Muda Asal Sub Suku Henula’e 

onlinentt com-Rote Ndao-Dahulu di Pulau Rote, selalu marak dengan perang tanding, perang antar kampung atau perang antar suku. Dalam perang tersebut dibutuhkan figur yang secara fisik dan meta fisik dapat diandalkan sebagai panglima, (red=parani/palani/meo).

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Oleh karena itu, dalam kalangan Nusak, suku atau kampung, diadakan momentum untuk mencari sosok panglima dengan mengadakan uji ketangkasan yang disebut Li Basili.

 

Pada zaman kehidupan leluhur, uji ketangkasan ini tidak hanya berupa Li Basili melainkan ada pula ketangkasan lain seperti pukul kaki, (femba eik) atau sebutan orang -orang Rote bagian timur menyebutnya dengan Bahorok.

 

Tapi dalam perkembangannya, Bahorok  ditiadakan di Pulau Rote bagian barat karena dalam uji ketangkasan ini sering mengeluarkan darah dan patah kaki/tulang, yang mengundang perseteruan dan berpotensi perang tanding atau pembunuhan.

 

Sedangkan uji ketangkasan Bahorok sampai dengan saat ini masih bertahan dan eksis di Pulau Rote bagian timur karena perbedaan karakteristik, (red=emosional) manusia.

 

Sehingga oleh para leluhur bersepakat agar uji ketangkasan pun dibagi, untuk bagian timur diadakan Bahorok sedangkan bagian barat, Li Basili.

Baca Juga :  Keterbatasan Anggaran Jadi Kendala Mengexplore Pariwisata di Sumba Tengah

 

Kata Li Basili terdiri dari dua suku kata, yaitu Li dalam bahasa Rote umumnya berarti bunyi, (diluar bahasa Ndao). Sedangkan Basili berarti saling menghindar. Maka bila digabungkan dua suku kata ini maka akan bermakna harafiah, “bunyi untuk saling menghindar”.

 

Nama Li Basili mengalami dualisme sebutan, setelah masuknya orang-orang pendatang dari Kepulauan Sulawesi, (Suku Buton), yang dikenal orang Rote, sering berseteru, (tidak harmonis antar saudara bersaudara), dan interaksi sosial lalu munculah stigma terhadap orang Rote, bahwa setiap orang yang tidak baik hubungan sosialnya dengan sesama saudara selalu dijuluki perbuatannya dengan sebutan, “hada butuk”.

 

Stigma “hada butuk” tersebut sampai dengan saat ini masih sering terdengar dalam kalangan sosial masyarakat Rote, ketika saudara bersaudara saling berseteru.

 

Selanjutnya, dalam uji ketangkasan, (permainan Li Basili), terkadang mengakibatkan cedera fisik yang mengundang perkelahian selain antara personal, (pemain Li Basili), juga nusak, suku dan kampung maka kemudian Li Basili diidentikan dengan nama Li Basili atau Li Butuk sampai dengan saat ini.

 

Selain nama Li Basili dan Li Butuk terdapat sebutan lain, misalnya Li mata buk. Sebutan nama ini kurang kesohor, namun alasan munculnya nama ini menurut beberapa sumber, karena area seseorang dinyatakan kalah apabila lawan mainnya menyentuh selain area dada juga membuat area mata buk mengalami pembengkakan.

Baca Juga :  Raih Sejumlah Prestasi di Ajang Kompetisi Prestisius Pemilihan Putera Puteri Ekowisata Nasional Tahun 2025, Timothy dan Elisabeth Kembali ke Tanah Air, Disambut "Bak Pangeran dan Ratu"

 

Sementara, dahulu Li Basili hanya dimainkan oleh orang-orang yang memiliki fisik dan meta fisik sehingga hanya oleh orang  orang tertentu. Bahkan kabarnya, siapa pun yang masuk ke arena sudah mempersiapkan segala sesuatunya, baik fisik dan meta fisik.

 

Bahkan dalam memperagakan olah fisik Li Basili sarat dengan gerakan gerakan yang menakjubkan, (red=bunga bunga/variasi gerakan).

 

Lebih dari itu, ukuran untuk seseorang dianggap kalah dalam sebuah uji ketangkasan manakala dalam uji olah fisik, dia terkena colekan pada bagian dada. Karena menurut kepercayaan orang Rote, area dada dipercaya sebagai are harga diri bagi seorang laki laki. Maka dahulu seorang laki laki Rote dianggap “laki-laki/bajingan” bila selalu menonjolkan dadanya dengan melepas kancing baju yang dia kenakan.

 

Dalam uji ketangkasan Li Basili pun antara kedua pemain ada gerakan tertentu  sebagai isyarat seseorang menunggu penyerangan atau menyerang. Selain itu, dalam uji ketangkasan dilarang untuk mempergunakan tendangan kaki.

 

Model Li Basili saat ini terkesan sembrono, (red=tidak memiliki nilai seni), dan dinilai telah terpengaruh oleh silat daerah lain, atau karate dan taekwondo.

Baca Juga :  Ada Kesamaan Budaya, Adat dan Bahasa, Orang Madagaskar Diduga Miliki Hubungan Leluhur Dengan Orang Rote

 

Menurut ceritera, salah seorang mantan pemain silat kampung di era Tahun 1970 an, asal Dusun Oederas Desa Batutua Kecamatan Rote Barat Daya, yang enggan disebutkan namanya, bahwa dahulu dia pernah bermain di Hus Ndeo karena di undang oleh salah seorang ” jago” asal Dusun Lailete, tapi karena saat itu orang yang mengundang tidak masuk arena maka dia kesal. Sehingga waktu dalam perjalanan pulang dia melampiaskan semua kekuatannya pada sebuah pohon kusambi dan tiga hari kemudian pohon tersebut mengering dan mati.

 

Disinggung kekuatan apa yang dipergunakan sampai membuat pohon tersebut mati, dia mengaku, dia bertapa di Batu Nafu l, (sebuah pulau kosong di tengah laut), yang berada di tengah laut Batutua.

 

Lebih dari itu dia juga mempergunakan kekuatan petir dan kilat bahkan kekuatan Simson dan Delila.

 

“Setiap pemain uji ketangkasan Li Basili di era saya pasti ada pake kekuatan tidak hanya andalkan fisik. Kalau hanya andalkan fisik itu percuma. Sonde ada arti nanti bisa mati”, pungkasnya.*

 

Berita Terkait

Dari Rujab Bupati, Aspirasi Tesabela Mengarah pada Pusat Pelayanan Baru dan Kampung Nelayan Modern
Bupati Paulus Henuk, SH, Sambangi Pengrajin Alat Musik Tradisional Sasandu
Ada Kesamaan Budaya, Adat dan Bahasa, Orang Madagaskar Diduga Miliki Hubungan Leluhur Dengan Orang Rote
Raih Sejumlah Prestasi di Ajang Kompetisi Prestisius Pemilihan Putera Puteri Ekowisata Nasional Tahun 2025, Timothy dan Elisabeth Kembali ke Tanah Air, Disambut “Bak Pangeran dan Ratu”
Raih Prestasi, Elisabet Dollok dan Timothy Sihotang, Pewakilan Putera dan Puteri Ekowisata Prov NTT Tahun 2025, “Jadi Kebanggaan”, Kabupaten Rote Ndao
Pengaruh Okutisme Masih “Melekat” pada Budaya Sejumlah Sub Klen dan Marga di Ex Nusak Ti 
Sejarah dan Makna HUS Bagi Masyarakat Adat Rote Ndao
Bupati dan Wakil Bupati Rote Ndao “Sambangi” Polres dan Lanal Rote Ndao Salaman Idhul Fitri
Tag :
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:10 WITA

Membangun Kedaulatan Pangan dari Halaman Rumah, Dinas Pertanian Rote Ndao Siapkan Program Integrated Farming Berbasis Kintal Gizi Keluarga Tahun 2027

Minggu, 19 Juli 2026 - 02:11 WITA

Revitalisasi Kelompok Tani Dipercepat, Dinas Pertanian Rote Ndao Perkuat Fondasi Pembangunan Pertanian dari Tingkat Lapangan

Kamis, 16 Juli 2026 - 06:51 WITA

Bupati Paulus Henuk Pimpin Rapat Transformasi Digital, Tekankan Optimalisasi Aplikasi Pemerintah dan Keterbukaan Informasi Publik

Kamis, 16 Juli 2026 - 06:39 WITA

Di Balik Kesibukan Membangun Rote Ndao, Bupati Paulus Henuk Persembahkan Doa Terindah untuk Sekda Jonas Selly di Hari Ulang Tahunnya yang ke-60

Sabtu, 11 Juli 2026 - 06:28 WITA

Bangun Pemerintahan Inovatif, Pemkab Rote Ndao Dorong Setiap OPD Ciptakan Terobosan Bernilai dan Terlindungi HAKI

Jumat, 10 Juli 2026 - 01:34 WITA

Bupati Paulus Henuk Perkuat Sinergi dengan KKP, Pastikan Tahapan K-SIGN Berjalan Transparan dan Tepat Sasaran

Rabu, 8 Juli 2026 - 07:28 WITA

Dialog Bersama Warga Sedeoen, Bupati Paulus Henuk Tegaskan Komitmen Tingkatkan Kualitas Pendidikan di Rote Ndao

Rabu, 8 Juli 2026 - 07:04 WITA

Dari Oefoe untuk Masa Depan Rote Ndao: Peresmian SD Negeri Oefoe Menjadi Simbol Kolaborasi Membangun Generasi Unggul

Berita Terbaru