Keterbatasan Anggaran Jadi Kendala Mengexplore Pariwisata di Sumba Tengah

0 46

onlinentt.com-NTT,-DPRD Sumba tengah selalu meminta pemerintah daerah untuk mendesain perencanaan pada pariwisata supaya bisa dipakai dalam mencari sumber dana lain, mungkin semacam pengajuan proposal guna membantu percepatan pengembangan pariwisata.

“Karena kalau kita harap APBD Sumba Tengah yang cuma 500 milyard rupiah maka tidak cukup untuk mengeksplore potensi-potensi pariwisata yang ada, demikian disampaikan Drs Umbu Tagela, Ketua DPRD Sumba tengah, Sabtu, (15/02/2020), di Sekretariat Dewan Pengurus Wilayah, (DPW) Nasdem provinsi Nusa Tenggara Timur, (Prov-NTT).

Menurut Ketua DPRD Sumba tengah ini, sebagai lembaga representase dari rakyat secara politis, pihaknya berkomitmen terus mengawal seluruh program-program strategis dari pemerintah daerah dalam hal ini, Bupati dan Wakil bupati, khususnya pada bidang pariwisata.

“Di Sumba tengah beberapa pantai itu sangat menarik yang tak kalah bersaing dengan kepopuleran Hotel Nindy Watu, misalnya pantai Konda Loba dan Loba lihi. Namun karena sarana prasarana, seperti akses jalan dan penginapan belum mendukung maka ketika orang datang ke pulau Sumba, masih menginap di Sumba barat,” ungkap politisi yang sangat sederhana ini.

Dia mengaku, kondisi akses jalan memprihatinkan maka turis, baik lokal maupun interlokal bila ingin menikmati wisata bahari, alam dan budaya yang ada di Sumba tengah terpaksa menggunakan penyeberangan laut.

“Jadi sebenarnya keindahan alam itu punya Sumba tengah tetapi yang menikmati orang Sumba Barat karena mereka memiliki fasilitas yang sangat mendukung sehingga semua akses terbuka” “urai Tagela.

Selain keindahan alam dan bahari yang memukau, Umbu Tagela menyampaikan, Sumba tengah juga memiliki kampung adat yang mempunyai daya tarik tersendiri yang kini dalam pemugaran dan penataan agar dapat dijadikan sebagai salah satu aikon destinasi pariwisata budaya.

“Program pemerintah untuk membangun rumah mandiri bagi masyarakat diharapkan jangan lagi di dalam Kampung adat melainkan di luar agar pelestarian kelestarian kampung adat tetap terjaga,” jelasnya.

Dituturkan lelaki berperawakan santun dan elegan ini, bahwa bertahannya kampung adat di Sumba tengah karena berkaitan dengan sejarah leluhur orang Sumba, ucapnya.

Umbu mengaku lambanya pengembangan pariwisata di Sumba tengah karena ketiadaan akses komunikasi dan informasi.

“Orang mengetahui segala sesuatu itu karena informasi dan keterbukaan akses,”paparnya. **/anggo

Leave A Reply

Your email address will not be published.