Ilustrasi Tambak Garam : (Foto Istimewah)
onlinentt.com-Rote Ndao-Untuk mendukung percepatan pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Desa Matasio, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Rote Ndao telah mengirim sebanyak 20 orang putera terbaik Rote Ndao guna mengikuti pelatihan di Jakarta.
Pengiriman 20 orang putera terbaik daerah Rote Ndao itu untuk menjawab pengeluhan soal perekruitmen tenaga kerja lokal oleh masyarakat di kawasan.
“Setelah ikuti pelatihan mereka dapat bekerja sesuai skill dan aturan yang diberlakukan oleh perusahan milik negara ini,” demikian penyampaian pemimpin pembangun Kawasan Sentra Industri Garam Nasional Rote Ndao, Eko kepada sejumlah media beberapa hari lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Eko disampingi Kepala Bidang Humas PT. Nindya Karya, Anjaro, bahwa masyarakat terdampak pembangunan proyek pembangunan kawasan sentra industri garam nasional harus bersyukur karena ke depannyavakan mengalami kemajuan kesejahtraan.
“Kami telah melakukan survey dan pendekatan dengan sejumlah tokoh masyarakat agar pihak keluarga dapat dipekerjakan,” ujarnya.
Eko menjelaskan, dengan kondisi keuangan negara saat ini, pemerintah sangat kesulitan menggelontorkan uang ke daerah maka dengan adanya pembangunan indusrti garam ini masyarakat perlu menyambut dengan baik demi kemajuan Kabupaten Rote Ndao,” pungkas dia.
Ditambahkan Anjaro, sebagai Kepala Humas PT. Nindya Karya, selalu siap menemui dan berkomunikasi aktif agar masyarakat selalu berpikir positif.
“Masih ada yang memiliki pandangan negatif namun setelah mendapat penjelasan akhirnya mereka paham,”ucapnya. *















