Ketika Siswa SMK Negeri 1 Rote Barat Diberi Kesempatan Oleh Hotel Nihi Bo’a Jadi Wajah Rote di Hadapan Wisatawan Dunia

- Redaksi

Kamis, 10 September 2026 - 18:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Humas Hotel Nihi Bo'a Rote Editor : Redaksi 1p1
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

onlinentt.com–Rote Ndao | Pembelajaran bagi siswa tidak selalu berhenti di ruang kelas.

 

Ada kalanya pengalaman terbaik justru hadir ketika mereka berhadapan langsung dengan dunia nyata dan dituntut untuk mempraktikkan pengetahuan yang selama ini dipelajari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Hal itulah yang dirasakan para siswa SMK Negeri 1 Rote Barat ketika mendapat kesempatan terlibat dalam aktivitas penyambutan tamu di Hotel NIHI Bo’a Rote.

 

Di lingkungan pariwisata tersebut, para siswa berinteraksi secara langsung dengan wisatawan nusantara maupun mancanegara.

 

Mereka belajar menyambut tamu, berkomunikasi, memberikan pelayanan sekaligus memperkenalkan keramahan dan budaya masyarakat Rote.

 

Bagi sekolah, kesempatan tersebut bukan sekadar aktivitas tambahan bagi siswa.

 

Lebih dari itu, menjadi ruang pembelajaran praktis yang mempertemukan pendidikan dengan kebutuhan industri pariwisata.

 

Kepala SMK Negeri 1 Rote Barat, Oniesimus Ndun, mengatakan pihak sekolah memberikan dukungan terhadap keterlibatan siswa selama kegiatan tersebut tetap berjalan seiring dengan kewajiban utama mereka sebagai peserta didik.

 

“Anak-anak merasa senang. Mereka mendapatkan kepercayaan untuk menerima dan menyambut tamu di hotel. Bagi kami, ini juga menjadi pengalaman yang sangat baik bagi siswa,” ujar Oniesimus saat dihubungi wartawan, Kamis (10/09/2026).

 

Menurutnya, pengalaman terjun langsung ke lingkungan industri memiliki nilai penting karena siswa dapat melihat dan merasakan sendiri bagaimana pelayanan pariwisata dijalankan.

 

Terlebih, SMK Negeri 1 Rote Barat memiliki bidang keahlian yang memiliki hubungan erat dengan sektor tersebut, antara lain pariwisata, perhotelan dan kuliner.

Baca Juga :  Meski Pilkada Alor Masih Tiga Tahun Lagi, Nama Octovianus Ore Sudah Menggema dari Bale-Bale ke Bale-Bale di Alor

 

Dengan demikian, kesempatan berada di lingkungan hotel menjadi bagian dari proses pengenalan siswa terhadap dunia kerja yang sesungguhnya.

 

“Sepanjang tidak mengganggu pelajaran dan aktivitas pokok mereka di sekolah, tentu kami memberikan kesempatan. Karena ini juga menjadi pengalaman bagi anak-anak,” katanya.

 

Interaksi dengan wisatawan juga memberikan pelajaran lain yang tidak kalah penting.

 

Para siswa belajar membangun keberanian, kepercayaan diri, keramahan serta kemampuan berkomunikasi dengan orang-orang yang memiliki latar belakang berbeda.

Wisatawan yang datang ke NIHI Rote tidak hanya berasal dari dalam negeri.

 

Kehadiran wisatawan mancanegara memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperluas wawasan sekaligus mengenal dunia yang lebih luas dari lingkungan tempat mereka tumbuh.

 

“Di sana mereka bisa berinteraksi dengan orang-orang dan tamu-tamu yang datang. Itu menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi mereka,” jelas Oniesimus.

 

Namun, ada sesuatu yang membuat keterlibatan siswa tersebut memiliki nilai lebih. Ketika berhadapan dengan wisatawan, mereka tidak hanya membawa keterampilan yang diperoleh dari sekolah, tetapi juga membawa identitas budaya Rote.

 

Dalam sejumlah kesempatan penyambutan tamu, para siswa menampilkan tarian tradisional Rote sesuai dengan permintaan dan agenda kegiatan.

 

Seni tari kemudian menjadi bahasa budaya yang mampu menjembatani pertemuan antara generasi muda Rote dengan wisatawan dari berbagai penjuru dunia.

Baca Juga :  Perangkat Desa yang Dilantik,  Diminta Dalam Pelayanannya Harus Bisa Seperti Seorang Ayah dan Ibu

 

Menurut Oniesimus, wisatawan mancanegara menunjukkan ketertarikan terhadap kesenian tradisional yang ditampilkan para siswa.

 

“Biasanya tergantung request tamu. Kebanyakan yang ditampilkan adalah tarian tradisional Rote. Wisatawan asing lebih tertarik dengan tarian-tarian tradisional,” ungkapnya.

 

Bagi siswa, tampil di hadapan wisatawan tentu bukan sekadar soal menampilkan sebuah tarian.

 

Ada keberanian yang dibangun, ada rasa percaya diri yang tumbuh dan ada kebanggaan karena dapat membawa budaya daerahnya ke hadapan orang-orang dari luar Rote.

 

Bagi sekolah, pengalaman tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga agar budaya lokal tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda.

Ketika tarian tradisional Rote ditampilkan di hadapan wisatawan, yang diperkenalkan bukan hanya gerakan dan irama.

 

Di dalamnya terdapat identitas masyarakat, tradisi serta kekayaan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

 

“Ini menjadi satu kebanggaan bagi anak-anak sekolah. Kita bukan saja mengembangkan budaya, tetapi juga memperkenalkan budaya lokal kepada mancanegara,” tutur Oniesimus.

 

Menurutnya, keterlibatan siswa dalam lingkungan industri pariwisata diharapkan dapat menumbuhkan motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan mereka.

 

Rote Ndao, kata dia, memiliki potensi pariwisata yang besar. Keindahan alam, budaya lokal dan keramahan masyarakat merupakan kekuatan yang dapat menjadi bagian penting dalam pengembangan destinasi wisata daerah.

 

Tetapi potensi tersebut membutuhkan sumber daya manusia lokal yang siap mengambil peran.

 

Karena itu, generasi muda perlu mendapatkan kesempatan untuk mengenal dunia pariwisata sejak bangku sekolah.

Baca Juga :  Bupati Paulus Henuk Dorong Pembenahan Manajemen RSUD Ba’a, Obat dan BMHP Jadi Perhatian

 

Dengan pengalaman tersebut, mereka diharapkan tidak hanya menjadi penikmat perkembangan pariwisata, tetapi mampu menjadi pelaku yang ikut menggerakkan sektor tersebut.

 

Oniesimus juga berharap semakin banyak wisatawan dari berbagai negara tertarik datang ke Rote Ndao dan mengenal secara langsung kekayaan daerah ini.

 

“Harapan kami, dengan adanya kegiatan seperti ini, semakin banyak masyarakat dari negara lain yang berminat datang ke Rote,” ujarnya.

 

Bagi para siswa SMK Negeri 1 Rote Barat, pengalaman di Hotel NIHI Bo’a Rote menjadi bagian kecil dari perjalanan pendidikan mereka. Namun, pengalaman tersebut dapat meninggalkan pelajaran besar.

 

Di sana mereka belajar bahwa dunia kerja membutuhkan keterampilan sekaligus sikap. Mereka belajar bahwa keramahan dapat menjadi kekuatan sebuah destinasi dan bahwa budaya lokal dapat menjadi jembatan yang mempertemukan Rote dengan dunia.

 

Dari ruang kelas, mereka membawa ilmu. Dari lingkungan industri, mereka memperoleh pengalaman.

 

Sementara dari budaya leluhur, mereka menemukan identitas yang dapat diperkenalkan kepada wisatawan.

Pada akhirnya, kehadiran para siswa di tengah industri pariwisata bukan hanya tentang bagaimana mereka menyambut tamu.

 

Lebih jauh, mereka sedang belajar menjadi bagian dari wajah masa depan pariwisata Rote Ndao—generasi muda yang memiliki keterampilan, percaya diri, mencintai budaya daerah dan siap membawa nama Rote dikenal lebih luas hingga ke mancanegara.*

Berita Terkait

Dari Gerak Tari Resa, Budaya Rote Temukan Panggung untuk Menyapa Dunia
Oktober 2026, Tambak Garam Rote Ndao Diproyeksikan Diresmikan Presiden Prabowo
FGD Bersama BPK RI Perwakilan NTT, Pemkab Rote Ndao Dorong Sinergi Transmigrasi dan Pariwisata
Di Tengah Duka, Keluarga Besar SMAN 1 Lobalain Hadir Menguatkan Keluarga Berkat Ngulu
Disdik Rote Ndao Sepi Pegawai dan Pengunjung, Ada Apa?
Sinergi Pemkab Sumba Timur dan DPR RI Diperkuat, Usman Husin Dorong Aspirasi Petani Tembus Pemerintah Pusat
Kepala SMAN 1 Lobalain Apresiasi Paulus Henuk: Mai Fali dan Rote Mengajar Hadir Menyalakan Mimpi Generasi Muda
Balik Nama Sertipikat Tak Lagi Menunggu Tanpa Kepastian, ATR/BPN Hadirkan PERINTIS 10 Hari

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 22:43 WITA

Bupati Paulus Henuk Turun Langsung Kawal Pembangunan, Sejumlah Titik Jadi Sasaran Monev

Rabu, 9 September 2026 - 22:35 WITA

Bupati Paulus Henuk: Pembangunan Rote Ndao Harus Bertumpu pada Tiga Kekuatan Masyarakat

Selasa, 8 September 2026 - 19:31 WITA

Usai Sidang III Dibuka, Ketua DPRD dan Bupati Rote Ndao Tak Duduk Diam, Langsung Cek Pembangunan 2026

Selasa, 8 September 2026 - 18:57 WITA

APBD 2026 Disesuaikan, DPRD Rote Ndao Kawal Kebijakan Anggaran Tetap Berpihak pada Masyarakat

Senin, 7 September 2026 - 23:25 WITA

Bupati Paulus Henuk Sambut Pemimpin Baru ULP PLN, Sinergi Pelayanan Listrik Jadi Perhatian

Senin, 7 September 2026 - 22:14 WITA

Jejak Kaki Telanjang dan Air Mata, Anak Dusun Mundek Akhirnya Menjadi Doktor Cumlaude

Jumat, 4 September 2026 - 20:28 WITA

Kehilangan yang Tak Mudah, Bupati Paulus Henuk Sampaikan Belasungkawa dan Doa Penguatan bagi Charli Lian dan Keluarga

Jumat, 4 September 2026 - 05:05 WITA

Dari Pulau Rote ke Panggung Nasional, Paulus Henuk Bawa Gagasan Besar tentang Keadilan Fiskal Daerah

Berita Terbaru