Dari Oebatu Letekik, Suara Rakyat Menjadi Peta Perjuangan Melkianus Haning

- Redaksi

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Johanes Henuk Editor : Redaksi
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

onlinentt.com- Rote Ndao— Malam di Dusun Oebatu Letekik, Desa Oebatu, Kecamatan Rote Barat Daya, Senin (10/8/2026), menjadi ruang perjumpaan antara wakil rakyat dan masyarakat yang tidak sekadar diisi dengan kata-kata seremonial.

 

Anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao, Melkianus Frans Haning, S.Pd., MM, hadir dalam agenda Reses II Tahun 2026 untuk duduk bersama masyarakat, mendengar langsung berbagai kebutuhan dan persoalan yang dirasakan warga dalam kehidupan sehari-hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Bagi Melkianus, reses bukan sekadar memenuhi kewajiban sebagai anggota DPRD. Lebih dari itu, reses menjadi kesempatan untuk kembali mendekatkan diri dengan masyarakat dan memastikan suara yang disampaikan dari kampung tidak berhenti di ruang pertemuan.

Baca Juga :  Calon Kades Bermain Politik Uang Dinilai Cacat Moral

 

Dalam suasana penuh keakraban, masyarakat Oebatu Letekik menyampaikan sejumlah usulan yang dianggap penting untuk mendukung kehidupan sosial, ekonomi, pertanian, maupun pelestarian budaya di wilayah tersebut.

 

Beberapa aspirasi yang disampaikan warga antara lain kebutuhan selang dua tim HOD, motor air, revitalisasi budaya serentak, pemekaran kelompok baru serta sejumlah usulan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat lainnya.

 

Aspirasi tersebut menggambarkan bahwa kebutuhan masyarakat di tingkat desa sangat beragam.

 

Ada kebutuhan yang berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi dan pertanian, tetapi ada pula harapan agar identitas budaya masyarakat tetap dirawat dan dikembangkan di tengah perubahan zaman.

 

Melkianus menyambut setiap masukan tersebut sebagai bagian penting dari tugasnya sebagai wakil rakyat.

Baca Juga :  Episode V, Legenda Tenggelamnya Kima Rou do Nara Fai

 

Menurutnya, suara masyarakat harus menjadi bahan pertimbangan dalam memperjuangkan kebijakan pembangunan, terutama aspirasi yang benar-benar lahir dari kebutuhan warga dan menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung.

 

“Reses ini adalah kesempatan bagi saya untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat.

 

Semua aspirasi yang disampaikan akan menjadi catatan untuk kami perjuangkan sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran daerah,” demikian semangat yang dibangun dalam pertemuan tersebut.

 

Kehadiran Melkianus di tengah masyarakat juga menunjukkan bahwa hubungan antara wakil rakyat dan konstituen tidak semestinya hanya terbangun ketika momentum politik tiba.

 

Justru melalui pertemuan seperti reses, komunikasi dapat terus dirawat. Masyarakat memiliki ruang untuk berbicara, sementara wakil rakyat mendapatkan gambaran nyata mengenai kondisi dan kebutuhan warga di lapangan.

Baca Juga :  Peredaran Rokok Ilegal di Rote Ndao Membludak, Masyarakat Minta Aparat Perketat Pengawasan

 

Dari Oebatu Letekik, berbagai harapan itu kemudian dibawa pulang sebagai pekerjaan rumah.

 

Bukan sekadar daftar usulan, melainkan amanah yang harus dikawal melalui proses politik dan pemerintahan sesuai mekanisme yang berlaku. Sebab bagi seorang wakil rakyat, perjuangan tidak selalu dimulai dari gedung parlemen.

 

Kadang, perjuangan itu justru dimulai dari duduk bersama masyarakat, mendengarkan keluhan mereka, mencatat kebutuhan mereka, lalu membawa suara tersebut ke meja perjuangan di DPRD.

 

Reses di Oebatu Letekik pun menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah akan memiliki makna ketika dimulai dari apa yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.*

Berita Terkait

Dari Kupang untuk Rote Ndao: Paulus Henuk Kawal Agenda Pertanahan Demi Masa Depan Pembangunan Daerah
Bupati Paulus Henuk Lepas Kepergian ASN Dinas Perhubungan, Tegaskan Pengabdian Tak Pernah Berakhir oleh Waktu
Bupati Paulus Henuk Matangkan Agenda Reformasi Birokrasi, Pengisian Jabatan Strategis Jadi Prioritas Agustus 2026
Bangun Pendidikan Berbasis Kolaborasi, Bupati Paulus Henuk Siapkan Forum Peningkatan Kapasitas Guru dan Kepala Sekolah
Kolaborasi Ilmu dan Pemerintahan, Bupati Paulus Henuk Sambut Pengabdian Undana untuk Percepat Pembangunan Berbasis Potensi Lokal
Mantapkan Persiapan HUT RI ke-81, Bupati Paulus Henuk Pastikan Perayaan Sarat Makna dan Libatkan Seluruh Elemen Masyarakat
Lakamola Sambut Masa Depan, Dukungan Masyarakat Perkuat Pembangunan K-SIGN Tahap II di Rote Timur
Usman Husin Perjuangkan Tambahan Kuota dan Gudang Pupuk di Rote Ndao, Demi Menjamin Ketahanan Pangan Petani

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 07:10 WITA

Dari Jakarta untuk Nusa Lontar: Paulus Henuk Ajak Ketua Yayasan Pendidikan Astra Hadir di Rote Mengajar

Kamis, 30 Juli 2026 - 03:56 WITA

Satukan Gagasan dari Kupang, Paulus Henuk Matangkan Langkah Besar Program Rote Mengajar

Selasa, 28 Juli 2026 - 22:17 WITA

Rote Ndao Siapkan Putra Daerah Menjadi Tenaga Profesional di Kawasan Industri Garam Nasional

Rabu, 22 Juli 2026 - 05:40 WITA

Paulus Henuk Bangkitkan Gerakan “Mai Fali Nusa Rote”, Pulangkan Hati dan Pikiran Diaspora untuk Mendidik Generasi Emas

Rabu, 8 Juli 2026 - 07:46 WITA

Bupati Paulus Henuk Dorong Kolaborasi Strategis dengan UNDIP, Buka Peluang Pendidikan dan Percepatan Pembangunan Rote Ndao

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:37 WITA

SMKN 1 Lobalain Buka Gerbang Masa Depan Generasi Muda Rote Ndao, Pendaftaran Tahap I Dimulai 24 Juni

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:24 WITA

KKN UGM Hadir di Rote Ndao, Bupati Paulus Henuk Dorong Kolaborasi Mahasiswa dan Masyarakat untuk Percepatan Pembangunan

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:41 WITA

Bupati Paulus Henuk Tegaskan Integritas Pendidikan, Kepala Sekolah Sepakati Komitmen Transparansi Dana BOS

Berita Terbaru