“Supply dan demand diatur sedemikian rupa sehingga berada pada level-level inflasi yg terkendali, misalnya cabe rawit yang sangat berperan pada inflasi kita,” harapnya.
Kepala BI Perwakilan NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja di kesempatan ini menyampaikan sejak TPID dibentuk pada 2017, inflasi di Kota Kupang dinilai sangat terkendali.
Hal ini menurutnya karena peran serta semua anggota TPID termasuk insan pers yang menjalankan peran komunikasi dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat terhadap upaya pemerintah untuk mengendalikan inflasi di Kota Kupang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dijelaskan lebih lanjut, perkembangan inflasi bulanan di Kota Kupang pada Februari 2021 tercatat sebesar 0,36 persen (mtm), lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 0,55 persen (mtm). Inflasi Kota Kupang lebih rendah dibandingkan inflasi NTT sebesar 0,44 persen (mtm), namun lebih tinggi dari inflasi Nasional sebesar 0,10 persen (mtm).
Dijelaskan I Nyoman, inflasi nasional terlalu rendah karena akibat pandemi covid-19 yang menjadi tantangan luar biasa baik lokal, nasional maupun global karena demand menurun.

Ikuti Kami
Subscribe































