Sedangkan secara tahunan, I Nyoman Ariawan Atmaja memaparkan dari 2019 sampai 2021 inflasi Kota Kupang menurun terus, untuk Kota Kupang selalu di bawah provinsi NTT jadi masih on the track di dalam pengendalian inflasi.
Namun menurutnya jika inflasi terlalu rendah dampaknya terhadap ekonomi yaitu bisnis tidak jalan dan ekonomi melemah, sementara diketahui PDRB diangka Rp. 106 Triliun, namun dengan kondisi pandemi covid-19 akan turun karena produksi menurun diikuti permintaan juga menurun.
Menurutnya, langkah yang perlu ditempuh pemerintah daerah bersama stakeholders adalah membangun kepercayaan masyarakat untuk kembali belanja, memberikan stimulus kepada masyarakat baik melalui kredit, bantuan uang tunai dan sebagainya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dijelaskannya, komoditas pendorong inflasi tiga bulan terakhir di Kota Kupang yaitu ikan segar, sayur mayur, cabai dan ayam dan hal ini dibutuhkan kerja sama luar biasa TPID termasuk satgas pangan.
Dijelaskan pula dalam pemaparan Kepala BI Perwakilan NTT, berdasarkan hasil kajian KPw BI NTT tahun 2020 tentang pola perdagangan di Kota Kupang, diketahui bahwa pasokan beras dan bawang putih sangat bergantung provinsi lain (Jatim dan Sulsel).

Ikuti Kami
Subscribe































