Peduli Pendidikan Terhadap Anak-Anak Pedesaan, Brigpol Sumantri Sisihkan Gaji Untuk Buka Sekolah dan Perpustakaan Keliling

695

onlinentt.com-Rote Ndao-Merasa peduli dengan pendidikan terhadap anak-anak di pedesaan, salah satu Babinkamtibmas Kepolisian Resort Rote Ndao, (Polres), Brigpol Sumantri menyisikan gajinya setiap bulan untuk membuka sekolah dan perpustakaan keliling.

Aksi Polisi peduli dunia pendidikan terhadap anak-anak pedesaan itu,  mendapatkan perhatian dan uplose dari publik, sebab tagline, bahwa Kepolisian sebagai pelindung dan pengayom masyarakat benar-benar diwujudkan.

Brigpol Sumantri memulai perhatian terhadap pendidikan anak-anak di pedesaan berupa membuka sekolah dan perpustakaan keliling tersebut sejak Tahun 2017 silam karena mengalami dan mendalami masa-masa sulit waktu bersekolah dahulu.

“Untuk tempat sekolah, saya buat disetiap dusun. Tujuannya, supaya anak-anak jangan merasa bosan untuk belajar”, terang Brigpol Sumantri sosok polisi sederhana ini.

Menurut Sumantri, sebagai seorang prajurit dan babinkamtibmas yang mengabdi kepada bangsa dan negara sudah menjadi suatu kewajiban baginya untuk membangun generasi bangsa yang memiliki masa depan.

“Suatu saat bila ada perkenanan Tuhan, mereka akan menjadi pemimpin-pemimpin di bangsa dan negara ini”, jelas figur polisi yang merakyat itu.

Dijelaskan Brigpol Sumantri,   kegiatan belajar dan mengajar, (KBM), dalam setiap kali pertemuan hanya diperbolehkan bagi enam orang siswa yang berbeda.

“Tidak dilakukan seperti lasimnya pendidikan formal. Hal itu selain mentaati protokol kesehatan juga agar anak-anak lebih konsen dan fokus kepada materi pembelajaran yang diberikan”, papar dia.

Akhir kesempatannya dengan crew media ini dia mengaku sangat tulus, iklas berbaur bangga dapat melakukan hal ini kepada anak-anak pedesaan khususnya kepada bangsa dan negara. Bahkan diakui Sumantri, karena kedekatan emosional dengan anak-anak saat melakukan kunjungan ke dusun dan pedesaan selalu mendapatkan tegur sapa baik dari anak-anak binaan maupun orang tua mereka”, tandasnya. *Magdalena Thobias

Comments
Loading...