Komisi IV DPR RI : Karantina Miliki Peran Penting Dalam Menjaga Ketahanan Pangan Nasional

- Redaksi

Rabu, 24 September 2025 - 15:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Siaran Pers Biro Hukum dan Humas, Sekretariat Utama Badan Karantina Indonesia. Editor : redaksi
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

onlinentt.com-Kota Kupang-Rombongan Wakil Ketua Tim Komisi IV DPR RI, Ahmad Yohan, dalam kunjungan peninjauan sarana dan prasarana laboratorium dan Instalasi Karantina Hewan (IKH) balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Nusa Tenggara Timur (Karantina NTT), sekaligus melihat langsung kinerja karantina, menyebut

Karantina memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional, Selasa, (23/09/2025).

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan kunjungan ini, menurut Ahmad Yohan, merupakan bentuk komitmen Komisi IV DPR RI dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendukung Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai salah satu pusat produksi ternak Indonesia.

 

“NTT adalah gudang ternak. Karena itu, keberadaan Karantina menjadi sangat penting dalam melindungi kesehatan hewan dan keamanan pangan. Ke depan, kami di Komisi IV akan mendorong penguatan laboratorium Karantina NTT agar dapat lebih optimal dalam menjalankan fungsi pengawasan dan perlindungan,” ujarnya.

 

Menanggapi hal tersebut, Kepala Karantina NTT, Simon Soli, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Komisi IV DPR RI. “Penguatan laboratorium akan menjadi langkah penting untuk meningkatkan kapasitas Karantina NTT dalam mendeteksi dini hama dan penyakit, serta memberikan perlindungan maksimal bagi sektor pertanian, perikanan dan peternakan di daerah khususnya NTT,”pungkasnya

Baca Juga :  "Tangan Dingin", Seorang Anak Yatim Piatu Paulus Henuk, Rote Ndao Buka Lagi 2. 150 Hektar Are Lahan Baru Dengan Dana Kementerian Sebesar 80 Milllyard Rupiah

 

Deputi Bidang Karantina Tumbuhan dan Kepala Karantina NTT, Badan Karantina Indonesia (Barantin) ikut serta mendampingi Komisi IV DPR RI dalam rangkaian kunjungan kerja spesifik Komisi IV DPR RI Masa Sidang I Tahun Sidang 2025–2026 ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

 

Selain Kantor Karantina NTT, Komisi IV DPR RU juga kunjungi gudang Perum Bulog NTT dan Balai Penerapan Modernisasi Peternakan (BRMP) NTT di Naibonat.

 

“Hasil pemantauan di gudang PErum Bulog, tercatat stok cadangan pangan yang tersedia 6.000 ton beras dan 300 ton jagung. Stok tersebut menurut Perum Bulog sendiri dinilai memadai untuk menjaga kebutuhan pangan masyarakat sekaligus menopang sektor pangan di daerah,”jelas Ahmad Yohan

Baca Juga :  Kali Dendeng Masih Butuh Tambahan Anggaran Investasi Perpanjangan SR dari Pemda

 

Selanjutnya, rombongan bertolak ke Balai Penerapan Modernisasi Peternakan (BRMP) NTT di Naibonat. Dalam kunjungan ini, Komisi IV DPR RI melakukan peninjauan serta pertemuan strategis membahas tata kelola peternakan, pengendalian penyakit hewan, ketersediaan jagung dan beras lokal, dan isu terkait penerbitan surat ijin penangkapan ikan yang kerap menjadi tantangan serius di NTT.

 

Pertemuan di BRMP Naibonat turut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, di antaranya Gubernur NTT, Bupati Kupang, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dirjen Tanaman Pangan, Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian, Deputi III Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Deputi Bidang Karantina Tumbuhan, Direktur Tindakan Karantina Hewan, hingga Direksi Perum Bulog dan ID Food.

 

Selain itu, hadir pula Dirut PT Berdikari, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kupang, Himpunan Pengusaha Peternakan Sapi dan Kerbau NTT (HP2SK), serta perwakilan peternak lokal. Keterlibatan banyak pihak ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan dan peternakan adalah isu bersama yang membutuhkan sinergi dari semua lini.

Baca Juga :  Gubernur VBL : "KSP Kopdit Obor Mas Sebagai Aset Provinsi NTT

 

Dalam diskusi, sejumlah isu strategis diangkat, mulai dari pengendalian penyakit hewan menular yang merujuk pada pengendalian penyakit ASF, Pencegahan masuknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan dampak ekonominya terhadap masyarakt di NTT, serta tingginya kasus gigitan rabies, hingga upaya meningkatkan kualitas dan produktivitas peternakan rakyat. Komisi IV DPR RI menekankan perlunya pendekatan terintegrasi agar NTT dapat mengoptimalkan potensinya sebagai gudang ternak nasional.

 

Menutup wawancara Ahmad Yohan menyampaikan kunjungan kerja spesifik ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat.

 

“Dengan dukungan penuh dari legislatif serta peningkatan peran Karantina, NTT diyakini mampu menjadi tulang punggung ketahanan pangan ternak nasional sekaligus berkontribusi  signifikan terhadap ketersediaan pangan Indonesia,”urai dia.

Berita Terkait

Manuver Calon Tunggal Dinilai Pertanda Takut Kalah dalam Pilkades
Komisi I DPRD Rote Ndao Perjuangkan Kepastian Nasib Ratusan Tenaga PPPK Paruh Waktu
Kepala BBKSDA NTT Bertemu Bupati Rote Ndao Bahas Rencana Kerjasama Pelestarian Kekayaan Alam dan Spesies Endemik Khas Rote Ndao
Bupati Rote Ndao dan Kapolres Silahturahmi ke Kemah Pemuda Rote Ke-4
Wapres RI Janjikan Sejumlah Bantuan Bagi Masyarakat Petani Rumput Laut di Desa Daiama Kecamatan Landu Leko
Jadwal Pilkades Serentak di Rote Ndao Akan Ditetapkan Setelah Verifikasi Faktual
Pemuda Pemudi di Batas Paling Selatan NKRI Minta Dandim Lobi Panglima TNI Adakan Pembukaan KOMCAD
Kementerian Perhubungan Laut RI, Akan Bantu Renovasi Kantor Pelabuhan, Penataan UMKM, Pembangunan Selasar dan 400 Lampu Jalan
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 07:26 WITA

Komisi I DPRD Rote Ndao Perjuangkan Kepastian Nasib Ratusan Tenaga PPPK Paruh Waktu

Senin, 25 Mei 2026 - 11:33 WITA

Kepala BBKSDA NTT Bertemu Bupati Rote Ndao Bahas Rencana Kerjasama Pelestarian Kekayaan Alam dan Spesies Endemik Khas Rote Ndao

Senin, 25 Mei 2026 - 09:52 WITA

Bupati Rote Ndao dan Kapolres Silahturahmi ke Kemah Pemuda Rote Ke-4

Sabtu, 23 Mei 2026 - 05:56 WITA

Wapres RI Janjikan Sejumlah Bantuan Bagi Masyarakat Petani Rumput Laut di Desa Daiama Kecamatan Landu Leko

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:24 WITA

Jadwal Pilkades Serentak di Rote Ndao Akan Ditetapkan Setelah Verifikasi Faktual

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:35 WITA

Pemuda Pemudi di Batas Paling Selatan NKRI Minta Dandim Lobi Panglima TNI Adakan Pembukaan KOMCAD

Rabu, 29 April 2026 - 16:44 WITA

Kementerian Perhubungan Laut RI, Akan Bantu Renovasi Kantor Pelabuhan, Penataan UMKM, Pembangunan Selasar dan 400 Lampu Jalan

Kamis, 23 April 2026 - 10:23 WITA

Kembangkan Gereja dan Sekolah Ramah Anak, JAB Diskusi Dengan Bupati Rote Ndao

Berita Terbaru