onlinentt.com-Rote Ndao-Guna meningkatkan peningkatan Kompetensi guru dalam menyiapkan generasi literasi dan Numerasi menuju Indonesia emas 2045, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga, (PKO), Drs. Benai Forah membuka talk show pameran karya pembelajaran mendalam bagi guru, pada Sabtu 6 Desember 2025 bertempat di Aula Graha Narwastu Nusaklain.
Menurut Benai Forah dalam sambutannya, bahwa rangkaian kegiatan ini merupakan bagian penutup dan hasil panen dari pelatihan pembelajaran bagi guru-guru di Kabupaten ote Ndao setelah mengikuti kegiatan pelatihan selama kurang lebih 3 bulan, yaitu dari bulan Oktober hingga Desember 2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ditambahan Forah, kegiatan talk show dan pameran karya ini memamerkan hasil belajar peserta selama pengimbasan materi pembelajaran mendalam (In 1), implementasi pembelajaran mendalam disatuan pendidikan pada siklus/ OJT 1, 2 dan 3.
Benai Forah mengapresiasi semangat juang dan belajar guru-guru peserta pelatihan yang mampu mengikuti kegiatan pelatihan selama kurang lebih 3 bulan dengan baik.
Ditekankan Benai Forah, perlu kolaborasi disatuan pendidikan untuk menerapkan pembelajaran secara utuh dengan memperhatikan prinsip pembelajaran mendalam (berkesadaran, bermakna dan menggembirakan), demi mencetak generasi penurus yang unggul dalam kompetensi dan karakter,”papar dia.
Pantauan awak media, usai acara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan Talk Show Pembelajaran mendalam yang dikemas dalam berbagi praktik baik dan diskusi.
Sementara, penyaji praktik juga dalam kesempatannya mempresentasikan hambatan dan tantangan yang dihadapi dikelas dan menyampaikan aksi-aksi menyelesaikan tantangan tersebut dengan pendekatan pembelajaran mendalam dari aspek Lingkungan belajar, Praktik Pedagogis, Pemanfaatan digital dan kemitraan pembelajaran.
Selain itu, penyaji materi juga berbagi praktik , yaitu: Ibu Elen Latuperisa, Ibu Ita Patola, Cornelias A. P Nggonggoek, Anaci Lamu, dan nyonya Nancy S.Y. Dethan.
Kegiatan Talk Show dan pameran karya diakhiri dengan perkunjungan stand pameran oleh Plt. Kadis PKO dan para pengawas sekolah.
Dalam sesi kunjungan stand, Kadis PKO Rote Ndao berkesempatan melakukan dialog dan diskusi bersama peserta tentang hasil belajaran yang dipamerkan. Sedangkan sebagai refleksi pelaksanaan talk show, Benai Forah pun berbagi praktik dan memberikan pengalaman praktik kepada guru agar mampu mengidentifikasi setiap persoalan yang dihadapi dan mampu menentuka strategi aksi untuk menyelesaiakn persoalan sehingga mutu pendidikan meningkat.
Disamping itu, sebut Forah, pameran karya memberikan model nyata bagi guru dalam melaksanakan pameran disatuan pendidikan agar melatih kompetensi, kerja sama, kreatvitas, komunikasi dan berpikir kritis.
Pembelajaran mendalam dijelaskan, merupakan pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful) melalui olah pikir (intelektual), olah hati (etika), olah rasa (estetika), dan olah raga (kinestetik) secara holistic dan terpadu. Pembelajaran mendalam memiliki kerangka perubahan satuan pendidikan melalui 4 Komponen, yaitu; lingkungan belajar, pemanfaatan digital, praktik pedagogis, dan kemitraan pembelajaran,” urainya.
Dikemukakan mantan guru ini, tujuan utama dari pembelajaran mendalam untuk mengurai benang kusut mutu pendidikan dan mencetak generasi masa dengan dengan beberapa persoalan utama, diantaranya, permasalahan mutu pendidikan: Literasi, Numerasi, HOTs, dan Ketimpangan Mutu Pendidikan, bonus demografi 2035 dan visi Indonesia Emas 2045, kompetensi masa depan
ketiga persoalan diatas juga menjadi bagian penting dari persoalan pendidikan di daerah.
Forah meminta para guru untuk bersyukur karena program unggulan kemendikdasmen ini, dalam dalam tahapan pilot project bagi 2% satuan pendidikan di Indonesia.
“Kita di Rote Ndao ada 66 satuan pendidikan, 153 Guru peserta Pelatihan Pembelajaran mendalam dari Jenjang TK/PAUD, PNF, SD, SMP, SMA dan SMK,” pungkasnya.
Dia berharap dengan berakhirnya kegiatan pelatihan maka perlu adanya intervensi tindak lanjut, jika berpikir secara ASET BASE THINKING memiliki potensi yang membutuhkan sentuhan strategi impelemntasi, agar pembelajaran mendalam dapat diterapkan secara makro di semua satuan pendidikan di Kabupaten Rote Ndao, ” ucapnya.

































