Pada titik inilah himbauan social distancing, physical distancing dan Lokal Lockdown oleh Pemkab Alor, kembali dipertanyakan.
Covid-19 dan Hilangnya Peran DPRD Alor
Dalam situasi darurat bencana Covid-19, kehadiran wakil rakyat sangat dibutuhkan, terutama rakyat sebagai pemilik kedaulatan.
Tentu kehadirannya bukan sebagai penghibur hati yang sedang gunda, atau juga sebagai penyambung suara pemerintah (ikut menghimbau), akan tetapi kehadiran DPRD dalam konteks ini adalah menelurkan kebijakan ril yang dapat melindungi rakyat dari potensi terpaparnya virus serta menjamin kebutuhan hidupnya selama masa tanggap darurat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tentu hal itu tidak mudah bagi DPRD, tapi juga tidak mustahil untuk diperjuangan. Sebab, kewajiaban dari seorang wakil rakyat adalah memperjuangan kepentingan rakyat betapapun sulitnya, itulah konsekuensi dari seorang pemimpin. Meminjam ungkapan Agus Salim, “menjadi pemimpin adalah menderita”.
Pada pada konteks ini, tugas mengejawantahkan dan memperjuangakan aspirasi rakyat ditengah ancaman Covid-19 menjadi tangungjawab DPRD yang mesti ditunaikan.

Ikuti Kami
Subscribe


















