SMAN 1 Lobalain Tindak Lanjut Surat Edaran tentang Pembatasan Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan

- Redaksi

Rabu, 16 September 2026 - 12:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Humas SMA Negeri 1 Lobalain Editor : Redaksi
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

onlinentt.com – Lobalain | Upaya menciptakan suasana belajar yang lebih fokus dan kondusif terus dilakukan SMA Negeri 1 Lobalain.

Salah satunya melalui tindak lanjut terhadap kebijakan pembatasan penggunaan telepon seluler atau gawai di lingkungan satuan pendidikan.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari langkah sekolah dalam membangun budaya belajar yang lebih tertib, disiplin, sekaligus mendorong peserta didik untuk lebih aktif berinteraksi selama proses pembelajaran.

 

Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut Surat Edaran Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2026 tentang Pembatasan Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan, serta imbauan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTT Nomor 400.365/3150/UPJ3/2026.

 

Perihal pembatasan penggunaan HP.

Kepala SMAN 1 Lobalain, Alberd W. Dano, S.Pd, mendorong seluruh warga sekolah, mulai dari guru, tenaga kependidikan hingga peserta didik, untuk memahami sekaligus menjalankan ketentuan penggunaan gawai secara bijaksana.

Baca Juga :  Wawali Minta Sekolah Perketat Prokes Selama Tatap Muka Terbatas

 

Menurutnya, pembatasan penggunaan gawai tidak dimaksudkan untuk menjauhkan peserta didik dari perkembangan teknologi.

 

Sebaliknya, teknologi tetap ditempatkan sebagai bagian penting dalam pendidikan, namun pemanfaatannya harus disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan pembelajaran.

 

Gawai tetap dapat digunakan ketika diperlukan dalam kegiatan belajar mengajar dan atas arahan guru. Di luar kepentingan tersebut, peserta didik diarahkan untuk mengurangi penggunaan HP agar perhatian mereka tidak terpecah selama berada di dalam kelas.

 

Penerapan kebijakan ini mulai memberikan pengalaman berbeda dalam proses pembelajaran. Guru dapat lebih mudah membangun komunikasi dengan peserta didik, sementara siswa memiliki ruang yang lebih besar untuk menyimak materi, berdiskusi dan berinteraksi secara langsung.

 

Novita Lololau, S.Pd, salah satu guru yang menerapkan pembatasan penggunaan HP di dalam kelas, merasakan perubahan tersebut dalam proses pembelajaran.

 

Menurutnya, ketika penggunaan HP yang tidak berkaitan dengan pembelajaran dikurangi, peserta didik terlihat lebih memberikan perhatian terhadap materi yang disampaikan.

Baca Juga :  Bupati Paulus Henuk Buka Ruang Kolaborasi Bersama BGBL, Perkuat Pendidikan di Rote Ndao

 

“Ketika HP dibatasi dalam kelas, ada hal yang baru dan berbeda dalam proses belajar. Anak-anak terlihat lebih fokus mengikuti pembelajaran,” ujarnya.

 

Hal senada disampaikan salah seorang peserta didik SMAN 1 Lobalain, Dhealova Loja, siswa kelas XB. Ia menyambut baik penerapan pembatasan penggunaan HP karena menurutnya kebijakan tersebut membantu siswa memanfaatkan waktu belajar di sekolah secara lebih maksimal.

 

Bagi peserta didik, kehadiran HP memang tidak dapat dipisahkan sepenuhnya dari kehidupan sehari-hari. Namun, dengan adanya aturan yang jelas, penggunaan teknologi dapat diarahkan agar tidak mengganggu tujuan utama mereka berada di sekolah.

 

Kepala SMAN 1 Lobalain juga mengajak seluruh peserta didik untuk melihat kebijakan tersebut sebagai bagian dari proses membentuk kebiasaan positif.

 

“Pembatasan penggunaan gawai harus kita lihat sebagai bagian dari upaya bersama untuk membangun budaya belajar yang lebih baik.

Baca Juga :  Dari SMA Negeri 1 Lobalain Jemput Mimpi, Mai Fali dan Rote Mengajar Hadir Menyalakan Inspirasi Generasi Muda

 

Peserta didik diharapkan dapat menggunakan waktu di sekolah untuk belajar, berdiskusi, berinteraksi, dan mengembangkan potensi diri,” demikian penekanan Alberd.

 

Melalui penerapan kebijakan tersebut, SMAN 1 Lobalain berkomitmen menghadirkan lingkungan sekolah yang disiplin, aman, fokus dan mendukung perkembangan peserta didik.

 

Teknologi pun tetap memiliki tempat dalam proses pendidikan. Bedanya, pemanfaatannya diarahkan agar menjadi sarana pendukung pembelajaran, bukan menjadi pengalih perhatian selama kegiatan belajar berlangsung.

 

Dengan demikian, pembatasan penggunaan gawai di SMAN 1 Lobalain diarahkan bukan sekadar pada persoalan boleh atau tidak boleh menggunakan HP, tetapi pada bagaimana membangun kesadaran peserta didik untuk mampu mengendalikan penggunaan teknologi dan menempatkannya sesuai kebutuhan.

 

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat budaya belajar sekaligus membantu peserta didik mengembangkan kemampuan akademik, kedisiplinan, interaksi sosial dan karakter dalam kehidupan sekolah.*

Berita Terkait

SMAN 1 Lobalain Jemput Masa Depan Pendidikan, Guru Didorong Teknologi secara Cerdas dan Beretika
Estafet Kepemimpinan Berganti, SMA N 1 Lobalain Kukuhkan Generasi Pemimpin Muda 2026/2027
Bupati Paulus Bawa Aspirasi Sekolah Rakyat Ita Esa ke Kemensos, Perjuangkan Akses Pendidikan bagi Anak Rote Ndao
Bukan Tentang Seberapa Sering Jatuh, SMA N 1 Lobalain Ajak Siswa Bangkit Bersama Tuhan
Dari Bilik Suara ke Ruang Demokrasi, 1.152 Siswa SMAN 1 Lobalain Tentukan Pemimpin OSIS
Aswatul Adha, Siswi SMA Negeri 1 Lobalain Buktikan Pelajar Rote Ndao Mampu Berkiprah di Ajang Nasional
30 Siswa SMAN 1 Lobalain Belajar Disiplin dari Lapangan Upacara Harhubnas 2026
Yunita Saudale Bawa Semangat Talenta Remaja Rote Ndao ke Panggung Duta Remaja Berprestasi

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 10:42 WITA

Lapas Baa Salurkan Paket Sembako kepada Keluarga Warga Binaan

Sabtu, 7 November 2026 - 10:35 WITA

Panen Tomat di Kebun SAE, Warga Binaan Lapas Baa Dibekali Keterampilan Pertanian untuk Masa Depan

Kamis, 5 November 2026 - 22:24 WITA

Warga Negara Australia Meninggal di Pantai Oemau Desa Bo’a Kecamatan Rote Barat

Minggu, 1 November 2026 - 19:15 WITA

Purna Tugas Obet Koroh, Kalapas Kupang Apresiasi Dedikasi dan Loyalitas dalam Pengabdian

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:00 WITA

Adakah Agen atau Pengecer Siluman?

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:19 WITA

Ada Dugaan Uang Pelicin di Meja Scan Barcode SPBU

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:11 WITA

Ketika BBM Menghilang di Penjualan Eceran, Sebagian Anak Anak Tidak Bersekolah, Bangku Sekolah Kosong

Minggu, 18 Oktober 2026 - 12:08 WITA

Ke Mana BBM dari Antrean Panjang SPBU Sanggaoen? Warga Menunggu, Minyak Eceran Justru Menghilang

Berita Terbaru

Uncategorized

Lapas Baa Salurkan Paket Sembako kepada Keluarga Warga Binaan

Sabtu, 7 Nov 2026 - 10:42 WITA