IFS Mbule Lima Rote Ndao, Lahan 19 Hektare Disiapkan Jadi Kawasan Pertanian Terpadu

- Redaksi

Minggu, 16 Agustus 2026 - 18:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Johanes Henuk Editor : Redaksi
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

onlinentt.com-Rote Ndao — Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terus mendorong pengembangan sektor pertanian melalui pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pada keterpaduan antarsektor.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu langkah yang kini dipersiapkan adalah pengembangan Integrated Farming System (IFS) “Mbule Lima Rote Ndao Bertani” di atas lahan seluas 19 hektare.

 

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao, Herman Haning, S.Pt, Sabtu (14/8/2026), mengatakan lokasi tersebut dirancang sebagai kawasan percontohan pertanian terpadu yang menggabungkan potensi peternakan, pertanian, perikanan hingga agroindustri dalam satu ekosistem usaha.

 

Menurut Herman, konsep IFS tidak sekadar menyatukan berbagai kegiatan produksi dalam satu kawasan. Lebih dari itu, setiap sektor diharapkan dapat saling mendukung sehingga sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih efisien dan menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat.

Baca Juga :  Rote Ndao Ukir Prestasi di Ajang Jamsostek Award NTT 2026, Desa Daeurendale Terbaik II

 

“Di kawasan seluas 19 hektare ini, berbagai potensi pertanian, peternakan, perikanan dan agroindustri akan diintegrasikan dalam satu kawasan yang saling mendukung, efisien, produktif dan berkelanjutan,” ujar Herman.

 

Pengembangan kawasan tersebut juga melibatkan berbagai unsur, mulai dari Dinas Peternakan, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, akademisi hingga pelaku usaha agribisnis.

 

Kolaborasi ini dinilai penting untuk memastikan pengembangan IFS tidak berhenti pada pembangunan kawasan, tetapi mampu menjadi model usaha produktif yang dapat dikembangkan dan direplikasi.

 

Konsep pertanian terpadu memungkinkan hasil dari satu sektor dimanfaatkan untuk mendukung sektor lainnya. Dengan pola tersebut, limbah dan sumber daya yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dapat diarahkan menjadi bagian dari siklus produksi.

Baca Juga :  Percepatan Vaksinasi untuk Mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional

 

Bagi Kabupaten Rote Ndao, pengembangan IFS “Mbule Lima Rote Ndao Bertani” diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat kemandirian pangan sekaligus membuka ruang ekonomi baru bagi masyarakat.

 

Kehadiran akademisi dan pelaku usaha agribisnis juga memberikan peluang untuk mempertemukan pengetahuan, teknologi dan kebutuhan pasar dengan potensi lokal yang dimiliki daerah.

 

Herman menegaskan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam membangun sistem pertanian yang mampu bertahan dalam jangka panjang.

 

Produktivitas harus berjalan beriringan dengan efisiensi pemanfaatan sumber daya, peningkatan nilai tambah dan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  Kapolres Malaka : Nanti. Nanti Aja. Tidak Bisa Kita Pakai Telepon. Tidak Bisa Telepon-Telepon Begini. Harus Ketemu Sama Bapak

 

“Bersama membangun pertanian yang mandiri, meningkatkan produktivitas, membuka peluang usaha dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat,” katanya.

 

Melalui kawasan percontohan seluas 19 hektare tersebut, IFS “Mbule Lima Rote Ndao Bertani” diharapkan dapat menjadi laboratorium lapangan sekaligus model pengembangan agribisnis terpadu di Rote Ndao. Konsep ini diarahkan untuk menghadirkan pola produksi yang lebih terintegrasi, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

 

Jika berjalan sesuai konsep yang dirancang, kawasan ini bukan hanya menjadi tempat produksi, tetapi juga dapat berkembang sebagai pusat pembelajaran, inovasi dan pengembangan usaha pertanian terpadu yang memberi manfaat ekonomi secara berkelanjutan bagi masyarakat Rote Ndao.

Berita Terkait

Semangat Kemerdekaan, Dinas Peternakan Rote Ndao Meriahkan Karnaval HUT RI ke-81
Duka Mendalam Melkianus Frans Haning atas Gempa Mbay, Doakan Keselamatan Warga Nagekeo
Rote Ndao Ukir Prestasi di Ajang Jamsostek Award NTT 2026, Desa Daeurendale Terbaik II
Bapenda dan Kantor Pertanahan Kabupaten Rote Ndao Jajaki Integrasi Data PBB-P2 dan BPHTB
Dari Garam Rote Menuju Industri Bernilai Tambah, Paulus Henuk Buka Ruang Investasi
Alshintan Terus Berdatangan, Produksi Naik atau Sekadar Tambah Daftar Bantuan?
Dari Lakamola, Rote Ndao Menjemput Masa Depan Ekonomi Rakyat Lewat Industri Garam
Ketika Aspirasi Menjadi Tenaga Penggerak Sawah: Usman Husin Dorong Lompatan Pertanian Rote Ndao

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 18:06 WITA

Di Tengah Duka, Tarian Persaudaraan Menghadirkan Sukacita di Tenau

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 06:10 WITA

Bupati Paulus Henuk Buka Ruang Sinergi, Kehadiran Indomaret Didorong Beri Dampak bagi Ekonomi Rote Ndao

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 05:51 WITA

Dari Ruang Kolaborasi, Bupati Henuk Dorong Rote Mengajar Jadi Gerakan Bersama Bangun SDM

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 05:10 WITA

Demi Masa Depan Anak Rote Ndao, Bupati Paulus Henuk Gandeng Berbagai Pihak Perkuat Pendidikan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 01:20 WITA

Dari 509 Ton ke Proyeksi 2.000 Ton, Rote Ndao Makin Diperhitungkan dalam Peta Serapan Beras NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 01:08 WITA

Bupati Paulus Henuk Melayat ke Rumah Duka, Sampaikan Belasungkawa Mendalam untuk Keluarga Anggota Paspares

Rabu, 12 Agustus 2026 - 07:30 WITA

Jejaring Pengetahuan Diperluas, Paulus Henuk Gandeng Jenderal Robert Giri untuk Rote Mengajar

Selasa, 11 Agustus 2026 - 05:09 WITA

Saat Tenun Rote Menjadi Simbol Persaudaraan, Bupati Paulus Henuk Apresiasi Cahaya Pendidikan dari Yayasan Astra

Berita Terbaru

Humaniora

Di Tengah Duka, Tarian Persaudaraan Menghadirkan Sukacita di Tenau

Minggu, 16 Agu 2026 - 18:06 WITA