onlinentt.com-Rote Ndao — Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terus mendorong pengembangan sektor pertanian melalui pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pada keterpaduan antarsektor.

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu langkah yang kini dipersiapkan adalah pengembangan Integrated Farming System (IFS) “Mbule Lima Rote Ndao Bertani” di atas lahan seluas 19 hektare.
Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao, Herman Haning, S.Pt, Sabtu (14/8/2026), mengatakan lokasi tersebut dirancang sebagai kawasan percontohan pertanian terpadu yang menggabungkan potensi peternakan, pertanian, perikanan hingga agroindustri dalam satu ekosistem usaha.
Menurut Herman, konsep IFS tidak sekadar menyatukan berbagai kegiatan produksi dalam satu kawasan. Lebih dari itu, setiap sektor diharapkan dapat saling mendukung sehingga sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih efisien dan menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat.
“Di kawasan seluas 19 hektare ini, berbagai potensi pertanian, peternakan, perikanan dan agroindustri akan diintegrasikan dalam satu kawasan yang saling mendukung, efisien, produktif dan berkelanjutan,” ujar Herman.
Pengembangan kawasan tersebut juga melibatkan berbagai unsur, mulai dari Dinas Peternakan, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, akademisi hingga pelaku usaha agribisnis.
Kolaborasi ini dinilai penting untuk memastikan pengembangan IFS tidak berhenti pada pembangunan kawasan, tetapi mampu menjadi model usaha produktif yang dapat dikembangkan dan direplikasi.
Konsep pertanian terpadu memungkinkan hasil dari satu sektor dimanfaatkan untuk mendukung sektor lainnya. Dengan pola tersebut, limbah dan sumber daya yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dapat diarahkan menjadi bagian dari siklus produksi.
Bagi Kabupaten Rote Ndao, pengembangan IFS “Mbule Lima Rote Ndao Bertani” diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat kemandirian pangan sekaligus membuka ruang ekonomi baru bagi masyarakat.
Kehadiran akademisi dan pelaku usaha agribisnis juga memberikan peluang untuk mempertemukan pengetahuan, teknologi dan kebutuhan pasar dengan potensi lokal yang dimiliki daerah.
Herman menegaskan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam membangun sistem pertanian yang mampu bertahan dalam jangka panjang.
Produktivitas harus berjalan beriringan dengan efisiensi pemanfaatan sumber daya, peningkatan nilai tambah dan kesejahteraan masyarakat.
“Bersama membangun pertanian yang mandiri, meningkatkan produktivitas, membuka peluang usaha dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat,” katanya.
Melalui kawasan percontohan seluas 19 hektare tersebut, IFS “Mbule Lima Rote Ndao Bertani” diharapkan dapat menjadi laboratorium lapangan sekaligus model pengembangan agribisnis terpadu di Rote Ndao. Konsep ini diarahkan untuk menghadirkan pola produksi yang lebih terintegrasi, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Jika berjalan sesuai konsep yang dirancang, kawasan ini bukan hanya menjadi tempat produksi, tetapi juga dapat berkembang sebagai pusat pembelajaran, inovasi dan pengembangan usaha pertanian terpadu yang memberi manfaat ekonomi secara berkelanjutan bagi masyarakat Rote Ndao.




















