onlinentt.com-Rote Ndao I Di tengah upaya meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Rote Ndao, keberadaan alat dan mesin pertanian (Alsintan) menjadi bagian penting dalam membantu petani bekerja lebih efektif. Namun, kecanggihan alat tidak akan banyak berarti apabila tidak diimbangi kemampuan operator dalam mengoperasikan dan merawatnya.
Kesadaran inilah yang mendorong Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Rote Ndao melalui Bidang Kelembagaan dan Sarana Prasarana Pertanian menggelar Bimbingan Teknis Pengelolaan dan Pemeliharaan Alsintan bagi 12 operator dari kelompok tani.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pemahaman teori, tetapi juga membawa peserta langsung ke lapangan.
Materi pembekalan dilaksanakan di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Rote Ndao, sedangkan praktik lapangan berlangsung di Desa Helebik dengan fokus pada pengoperasian dan pemeliharaan Combine Harvester.
Para operator mendapat pelatihan teknis dari Muricky Syah Putra dan Tahjul Izzadi, instruktur dari Perusahaan Raja Ampat.
Peserta dibekali pengetahuan mengenai teknik pengoperasian, perawatan, pemeliharaan hingga penanganan gangguan teknis dasar pada Combine Harvester.
Bagi pemerintah daerah, pelatihan seperti ini menjadi investasi penting. Sebab, Alsintan yang diberikan kepada kelompok tani bukan hanya fasilitas untuk mempercepat pekerjaan di sawah, tetapi juga aset yang harus dijaga agar dapat digunakan dalam jangka panjang.
Kabid Kelembagaan dan Sarana Prasarana Pertanian, Jodian A. Suki, S.Sos, dalam pembekalan tersebut menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan Alsintan sangat bergantung pada kebersamaan, tanggung jawab dan tata kelola kelompok tani.
“Alsintan bukan sekadar alat bantuan, tetapi merupakan sarana produksi yang harus dijaga dan dikelola bersama.
,Kalau operator memiliki kemampuan dan kelompok memiliki manajemen yang baik, maka alat ini akan memberikan manfaat yang lebih besar dan berkelanjutan bagi petani,” tegas Jodian.
Pesan tersebut menjadi penting karena keberadaan Alsintan harus memberikan manfaat yang terus dirasakan petani, bukan hanya ketika alat pertama kali diterima.
Salah satu peserta, Benyamin Manafe, mengaku senang mendapat kesempatan mengikuti kegiatan tersebut.
Menurutnya, pelatihan memberikan pengetahuan baru yang sangat dibutuhkan operator, terutama dalam mengoperasikan sekaligus melakukan perawatan terhadap mesin pertanian.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan daerah Kabupaten Rote Ndao dan Pemerintah Pusat yang terus memberikan perhatian terhadap pembangunan sektor pertanian, khususnya melalui dukungan sarana dan prasarana bagi petani.
Apresiasi serupa disampaikan Hengky A. Day selaku salah satu mitra Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Rote Ndao.
Ia mengapresiasi pemerintah daerah maupun para legislator yang dinilai terus memberikan dukungan terhadap masyarakat tani, terutama dalam mendorong peningkatan produktivitas tanaman padi.
Menurutnya, peningkatan produktivitas pertanian membutuhkan dukungan berbagai pihak. Pemerintah, petani, kelompok tani, operator maupun mitra pembangunan harus berjalan dalam satu arah agar bantuan sarana pertanian benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.
Melalui Bimtek ini, para operator diharapkan tidak hanya semakin mahir menjalankan Combine Harvester, tetapi juga memahami bahwa kemampuan merawat mesin merupakan bagian dari tanggung jawab dalam menjaga keberlanjutan bantuan pertanian.
Pada akhirnya, keberadaan Alsintan di tengah petani diharapkan mampu mempercepat pekerjaan, menekan beban kerja, meningkatkan efisiensi serta ikut mendorong peningkatan produksi dan kesejahteraan petani di Kabupaten Rote Ndao.
“Bersama mengelola, bersama merawat, bersama meningkatkan produksi”.*



















