onlinentt.com-ROTE NDAO — Pengembangan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kabupaten Rote Ndao terus didorong agar tidak hanya bertumpu pada kesiapan kawasan produksi.
Pemerintah Kabupaten Rote Ndao mulai memperkuat berbagai infrastruktur pendukung, terutama sektor energi dan logistik yang menjadi bagian penting dalam menopang aktivitas industri ke depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH, pada Selasa, 11 Agustus 2026, mendorong percepatan kesiapan infrastruktur kelistrikan oleh PLN di Kecamatan Landu Leko.
Dorongan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah untuk memastikan kebutuhan energi di kawasan yang berkaitan dengan pengembangan K-SIGN dapat dipersiapkan sejak awal.
Menurut Paulus, pembangunan kawasan industri membutuhkan dukungan infrastruktur yang berjalan secara beriringan.
Ketersediaan listrik menjadi salah satu faktor penting agar berbagai aktivitas produksi, pengolahan, distribusi maupun kegiatan ekonomi masyarakat yang tumbuh di sekitar kawasan dapat berjalan dengan baik.
Selain sektor kelistrikan, Pemkab Rote Ndao juga menyiapkan lahan untuk rencana pembangunan Jobber BBM di Desa Ofalangga, Kecamatan Pantai Baru.
Penyiapan lahan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat dukungan logistik energi di wilayah Rote Ndao.
Keberadaan fasilitas penyimpanan dan distribusi BBM diharapkan dapat membantu menjawab kebutuhan bahan bakar seiring dengan meningkatnya aktivitas ekonomi dan industri.
Membangun Ekosistem Pendukung K-SIGN
Pengembangan K-SIGN memiliki konsekuensi terhadap kebutuhan infrastruktur pendukung. Ketika kawasan industri berkembang, kebutuhan listrik, BBM, transportasi dan distribusi barang juga akan meningkat.
Karena itu, Pemkab Rote Ndao memilih untuk mempersiapkan kebutuhan tersebut sejak dini.
Percepatan koordinasi dengan PLN untuk kesiapan kelistrikan di Landu Leko dan penyiapan lahan Jobber BBM di Ofalangga memperlihatkan adanya upaya membangun ekosistem pendukung K-SIGN secara bertahap.
Kawasan industri tidak dapat berdiri sendiri. Produksi membutuhkan energi, distribusi membutuhkan bahan bakar, sementara aktivitas ekonomi membutuhkan jaringan infrastruktur yang saling terkoneksi.
Dalam konteks inilah, langkah Bupati Paulus Henuk menjadi penting. Pemerintah daerah tidak hanya melihat K-SIGN dari sisi produksi garam, tetapi juga dari kebutuhan jangka panjang yang akan muncul ketika kawasan tersebut mulai berkembang.
Energi untuk Menggerakkan Ekonomi Rakyat
Bagi Rote Ndao, K-SIGN diharapkan dapat menjadi salah satu pintu masuk bagi penguatan ekonomi daerah.
Potensi garam yang selama ini dimiliki masyarakat diarahkan agar dapat berkembang menjadi aktivitas ekonomi yang lebih besar melalui dukungan industri, investasi, lapangan kerja dan rantai usaha yang melibatkan masyarakat lokal.
Namun, peluang tersebut membutuhkan fondasi infrastruktur yang kuat. Karena itu, kesiapan listrik dan BBM menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari agenda pembangunan K-SIGN.
Dengan mendorong PLN mempercepat kesiapan kelistrikan di Landu Leko serta menyiapkan lahan Jobber BBM di Ofalangga, pemerintah daerah sedang membangun fondasi agar kebutuhan energi di masa mendatang tidak menjadi hambatan bagi pertumbuhan kawasan industri.
Paulus Henuk Terus Mengawal Persiapan K-SIGN
Langkah tersebut juga memperlihatkan bahwa Pemkab Rote Ndao berupaya mengawal pengembangan K-SIGN dari berbagai sisi.
Tidak hanya berbicara tentang produksi garam, tetapi juga memikirkan apa yang dibutuhkan agar kawasan tersebut dapat beroperasi secara efektif ketika memasuki tahap pengembangan berikutnya.
Dari kesiapan kelistrikan di Landu Leko hingga rencana penyiapan Jobber BBM di Ofalangga, semuanya diarahkan pada satu tujuan: menciptakan infrastruktur penopang yang mampu mengikuti pertumbuhan K-SIGN.
Bagi Paulus Henuk, pembangunan K-SIGN merupakan peluang besar bagi Rote Ndao untuk mengubah potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi yang memiliki dampak lebih luas bagi masyarakat karena itu, persiapan infrastruktur terus didorong.
Sebab ketika kawasan industri mulai bergerak, energi harus tersedia, logistik harus siap dan masyarakat harus mendapatkan manfaat dari geliat ekonomi yang tumbuh di sekitarnya.*




















