K-SIGN Mulai Ditopang Infrastruktur Energi, Paulus Henuk Dorong PLN dan Siapkan Jobber BBM

- Redaksi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 07:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Johanes Henuk Editor : Redaksi
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

onlinentt.com-ROTE NDAO — Pengembangan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kabupaten Rote Ndao terus didorong agar tidak hanya bertumpu pada kesiapan kawasan produksi.

 

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao mulai memperkuat berbagai infrastruktur pendukung, terutama sektor energi dan logistik yang menjadi bagian penting dalam menopang aktivitas industri ke depan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH, pada Selasa, 11 Agustus 2026, mendorong percepatan kesiapan infrastruktur kelistrikan oleh PLN di Kecamatan Landu Leko.

 

Dorongan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah untuk memastikan kebutuhan energi di kawasan yang berkaitan dengan pengembangan K-SIGN dapat dipersiapkan sejak awal.

 

Menurut Paulus, pembangunan kawasan industri membutuhkan dukungan infrastruktur yang berjalan secara beriringan.

 

Ketersediaan listrik menjadi salah satu faktor penting agar berbagai aktivitas produksi, pengolahan, distribusi maupun kegiatan ekonomi masyarakat yang tumbuh di sekitar kawasan dapat berjalan dengan baik.

Baca Juga :  Atasi Kemiskinan Melalui Pengembangan Potensi Daerah

 

Selain sektor kelistrikan, Pemkab Rote Ndao juga menyiapkan lahan untuk rencana pembangunan Jobber BBM di Desa Ofalangga, Kecamatan Pantai Baru.

 

Penyiapan lahan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat dukungan logistik energi di wilayah Rote Ndao.

 

Keberadaan fasilitas penyimpanan dan distribusi BBM diharapkan dapat membantu menjawab kebutuhan bahan bakar seiring dengan meningkatnya aktivitas ekonomi dan industri.

 

Membangun Ekosistem Pendukung K-SIGN

 

Pengembangan K-SIGN memiliki konsekuensi terhadap kebutuhan infrastruktur pendukung. Ketika kawasan industri berkembang, kebutuhan listrik, BBM, transportasi dan distribusi barang juga akan meningkat.

 

Karena itu, Pemkab Rote Ndao memilih untuk mempersiapkan kebutuhan tersebut sejak dini.

 

Percepatan koordinasi dengan PLN untuk kesiapan kelistrikan di Landu Leko dan penyiapan lahan Jobber BBM di Ofalangga memperlihatkan adanya upaya membangun ekosistem pendukung K-SIGN secara bertahap.

 

Kawasan industri tidak dapat berdiri sendiri. Produksi membutuhkan energi, distribusi membutuhkan bahan bakar, sementara aktivitas ekonomi membutuhkan jaringan infrastruktur yang saling terkoneksi.

Baca Juga :  DPW KAPTEN NTT Tindaklanjuti Hasil Rakornas I

 

Dalam konteks inilah, langkah Bupati Paulus Henuk menjadi penting. Pemerintah daerah tidak hanya melihat K-SIGN dari sisi produksi garam, tetapi juga dari kebutuhan jangka panjang yang akan muncul ketika kawasan tersebut mulai berkembang.

 

Energi untuk Menggerakkan Ekonomi Rakyat

 

Bagi Rote Ndao, K-SIGN diharapkan dapat menjadi salah satu pintu masuk bagi penguatan ekonomi daerah.

Potensi garam yang selama ini dimiliki masyarakat diarahkan agar dapat berkembang menjadi aktivitas ekonomi yang lebih besar melalui dukungan industri, investasi, lapangan kerja dan rantai usaha yang melibatkan masyarakat lokal.

 

Namun, peluang tersebut membutuhkan fondasi infrastruktur yang kuat. Karena itu, kesiapan listrik dan BBM menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari agenda pembangunan K-SIGN.

 

Dengan mendorong PLN mempercepat kesiapan kelistrikan di Landu Leko serta menyiapkan lahan Jobber BBM di Ofalangga, pemerintah daerah sedang membangun fondasi agar kebutuhan energi di masa mendatang tidak menjadi hambatan bagi pertumbuhan kawasan industri.

Baca Juga :  Investor Energi Surya Tinjau Potensi Rote Ndao, Pemkab Dorong Pengembangan Energi Berkelanjutan Menulis

 

Paulus Henuk Terus Mengawal Persiapan K-SIGN

Langkah tersebut juga memperlihatkan bahwa Pemkab Rote Ndao berupaya mengawal pengembangan K-SIGN dari berbagai sisi.

 

Tidak hanya berbicara tentang produksi garam, tetapi juga memikirkan apa yang dibutuhkan agar kawasan tersebut dapat beroperasi secara efektif ketika memasuki tahap pengembangan berikutnya.

 

Dari kesiapan kelistrikan di Landu Leko hingga rencana penyiapan Jobber BBM di Ofalangga, semuanya diarahkan pada satu tujuan: menciptakan infrastruktur penopang yang mampu mengikuti pertumbuhan K-SIGN.

 

Bagi Paulus Henuk, pembangunan K-SIGN merupakan peluang besar bagi Rote Ndao untuk mengubah potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi yang memiliki dampak lebih luas bagi masyarakat karena itu, persiapan infrastruktur terus didorong.

 

Sebab ketika kawasan industri mulai bergerak, energi harus tersedia, logistik harus siap dan masyarakat harus mendapatkan manfaat dari geliat ekonomi yang tumbuh di sekitarnya.*

Berita Terkait

Atasi Persoalan BBM, Paulus Henuk Konsolidasikan Perangkat Daerah Cari Solusi bagi Rote Ndao
Sambut HUT Partai Perindo Ke 12, Anggota DPRD Yunus Panie Serahkan 12 Sapi Bibit bagi Warga Dua Kecamatan
Bupati Paulus Henuk Perkuat Sinergi dengan Bank NTT, Dorong Dukungan Perbankan untuk Pembangunan Rote Ndao
Dari Sanggaoen ke Pasar Global, Paulus Henuk Dorong Produk Rote Ndao Tembus Buyer Internasional
Paulus Henuk Perketat Pengawasan BBM, Satgas Diminta Cepat Tuntaskan Persoalan di Lapangan
Bupati Paulus Henuk Perkuat Koordinasi dengan Pertamina, Pastikan BBM Rote Ndao Tak Tersendat
K-S-SIGN Rote Ndao Masuk Tahap Pengawalan Serius, Pemerintah Dorong Percepatan Proyek Garam Nasional
Wakil Project Manager PT. Nindya Karya Rote Ndao Imbau Tanggul Tambak Garam Jangan Dirusak, Persoalan Bisa Diselesaikan dengan Komunikasi

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:34 WITA

Urus Peralihan Hak Sendiri, Pengurusan Sertipikat Tidak Seribet yang Dibayangkan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:11 WITA

Terapkan Manajemen Risiko dengan Pendekatan GRC, Wamen ATR/Waka BPN Harapkan Pengendalian Risiko Berbasis Data

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Lindungi Hak Masyarakat, Kementerian ATR/BPN Selesaikan 3.018 Kasus Pertanahan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:27 WITA

32 Tahun Mengabdi di Rote Ndao, Karolus Laga Masan Memilih Setelah Pensiun Menetap: “Tanah Ini Sudah Menjadi Negeri Ayah dan Ibu Kedua”

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:14 WITA

Barcode BBM Diduga Dimanipulasi, Satu Mobil Bisa Isi Berulang Kali? Polisi dan Samsat Harus Bertindak!

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:25 WITA

Atas Perintah Siapa Pertamax Sanggaoen Dibatasi? Pengakuan Anggota Polisi Picu Tanda Tanya

Senin, 19 Oktober 2026 - 01:26 WITA

Dari Lobalain Menatap IPDN, Kaleb Bessie Buktikan Perjuangan Anak Rote Ndao Tak Berhenti di Batas Pulau

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:49 WITA

Ke Mana BBM dari Antrean Panjang SPBU Sanggaoen? Warga Menunggu, Minyak Eceran Justru Menghilang, Di Mana Satgas BBM dan Tim Pemantau BBM?

Berita Terbaru

Humaniora

Ada Dugaan Uang Pelicin di Meja Scan Barcode SPBU

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:19 WITA