onlinentt.com – Kupang | Di tengah padatnya agenda pemerintahan, Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH, menunjukkan kepedulian dan empati dengan melayat ke rumah duka almarhum Bapak David Fanggidae, ayahanda dari Bapak Bima Fanggidae, di Namosain, Kota Kupang.
Kehadiran Bupati Paulus Henuk menjadi bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum sekaligus wujud dukungan moral bagi keluarga yang tengah diliputi suasana duka. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga besar Fanggidae.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Paulus Henuk, kehilangan sosok orang tua merupakan duka yang tidak mudah dilalui. Karena itu, kehadiran keluarga, sahabat, dan kerabat menjadi sumber kekuatan bagi mereka yang ditinggalkan.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, saya menyampaikan turut berdukacita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya almarhum Bapak David Fanggidae. Semoga Tuhan Yang Maha Esa menerima beliau di tempat terbaik sesuai kasih dan penyertaan-Nya,” ungkap Paulus Henuk.
Ia juga mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan penghiburan, ketabahan, serta kekuatan untuk menjalani hari-hari setelah kepergian orang yang mereka cintai.
Melayat ke rumah duka, menurut Paulus Henuk, bukan sekadar memenuhi tradisi sosial, tetapi juga menjadi wujud nyata nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan solidaritas yang harus terus dipelihara di tengah kehidupan bermasyarakat.
Suasana haru menyelimuti rumah duka saat keluarga, kerabat, dan para pelayat bersama-sama memanjatkan doa bagi almarhum. Kehadiran berbagai pihak diharapkan dapat memberikan semangat dan penguatan batin bagi keluarga dalam menghadapi masa-masa berduka.
Momentum tersebut sekaligus mencerminkan bahwa di balik tanggung jawab sebagai kepala daerah, nilai-nilai kepedulian, persaudaraan, dan empati tetap menjadi bagian penting dalam setiap langkah pengabdian Bupati Paulus Henuk kepada masyarakat.*




















