Dubes RI untuk Australia Tinjau K-SIGN, Rote Ndao Kian Diperhitungkan sebagai Lumbung Garam Nasional

- Redaksi

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Dis Amalo Editor : Redaksi
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

onlinentt.com-Rote Ndao-Komitmen Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dalam mendorong pengembangan sektor garam nasional kembali mendapat perhatian strategis dari pemerintah pusat.

 

Hal ini ditandai dengan kunjungan kerja Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia, Siswo Pramono, ke Kabupaten Rote Ndao pada Rabu (24/06/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Kunjungan tersebut difokuskan pada peninjauan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) yang berada di wilayah Kecamatan Rote Timur dan Kecamatan Landu Leko.

 

Kehadiran Dubes RI untuk Australia menjadi momentum penting dalam melihat secara langsung potensi besar yang dimiliki Rote Ndao sebagai salah satu daerah penghasil garam yang prospektif di Indonesia.

Baca Juga :  Musyawarah Jadi Fondasi Utama Pemkab Rote Ndao dalam Mengawal Pembangunan K-SIGN

 

Dalam agenda tersebut, rombongan meninjau sejumlah lokasi pengembangan industri garam yang selama ini menjadi bagian dari program strategis nasional.

 

Kawasan K-SIGN dinilai memiliki keunggulan dari sisi geografis, kondisi iklim, serta ketersediaan lahan yang mendukung peningkatan produksi garam berkualitas.

 

Kunjungan ini juga menjadi bentuk perhatian terhadap peluang pengembangan industri hilir garam yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pada penciptaan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat lokal.

 

Baca Juga :  Keluarga Besar Lenggu Serahkan Dokumen Lahan, Pengembangan K-SIGN Masuki Babak Baru

Dengan pengelolaan yang terintegrasi, sektor garam di Rote Ndao diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petambak.

 

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menyambut baik kunjungan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan berbagai mitra strategis dalam mendukung pembangunan sektor unggulan daerah.

 

Keberadaan K-SIGN sendiri menjadi salah satu program yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan garam nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.

 

Dengan dukungan berbagai pihak, kawasan ini diproyeksikan berkembang menjadi pusat industri garam modern yang berdaya saing tinggi.

Baca Juga :  Bupati Rote Ndao Bertemu Tim PT Garam Nusantara dan K-UTech Kanada Bahas Tiga Hal Utama

 

Kunjungan Duta Besar RI untuk Australia tidak hanya menjadi ajang peninjauan lapangan, tetapi juga mempertegas posisi Rote Ndao sebagai wilayah yang memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan industri garam nasional.

 

Langkah ini sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas untuk mendorong investasi, pengembangan teknologi, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pergaraman.

 

Melalui pengembangan K-SIGN yang berkelanjutan, Rote Ndao semakin menunjukkan perannya sebagai daerah strategis yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi daerah maupun nasional.*

Berita Terkait

K-S-SIGN Rote Ndao Masuk Tahap Pengawalan Serius, Pemerintah Dorong Percepatan Proyek Garam Nasional
Wakil Project Manager PT. Nindya Karya Rote Ndao Imbau Tanggul Tambak Garam Jangan Dirusak, Persoalan Bisa Diselesaikan dengan Komunikasi
Tambak Garam Rote Ndao, Harapan Baru PAD, Tempat Tumbuh Sumber Ekonomi Baru dan Masa Depan Anak Daerah
K-SIGN Tahap II Disiapkan, Paulus Henuk Buka Ruang Dialog Bersama Warga Kawasan Tambak Garam
Bupati Paulus Henuk Turun ke Kawasan K-SIGN, Dorong Sinergi agar Sentra Garam Nasional Beri Dampak Nyata
Bupati Paulus Henuk Dorong Bank NTT Jadi Mitra Tumbuhnya Wirausaha Muda dan Perempuan Rote Ndao
Perumda Rote Ndao Butuh Anggaran Rp10 Miliar Untuk Investasi Jangka Panjang, Dari Pengamanan Air Baku hingga Rencana Air Kemasan “Ita Oen”.
Di Balik Panjangnya Antrean BBM di SPBU Metina, Ada Persoalan Jam Layanan Hingga Validasi Nelayan
Tag :
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 06:51 WITA

Dari Ruang Kelas ke Sirkuit, 17 Siswa SMAN 1 Lobalain Ambil Peran di Grasstrack Bupati Cup 2026

Rabu, 30 September 2026 - 05:01 WITA

Kepsek Joseph Liu Beberkan Sulit Bentuk Panitia Pembangunan, Akui Rekrut dari Para Guru

Selasa, 29 September 2026 - 07:59 WITA

Dari Jakarta Barat, Paulus Henuk Buka Jalan Investasi untuk Masa Depan Ekonomi Rote Ndao

Sabtu, 26 September 2026 - 19:42 WITA

Tepat di Momen HANTARU 2026, Implementasi PERINTIS 10 Hari Diperluas hingga ke 95 Kantah

Sabtu, 26 September 2026 - 19:37 WITA

Pesan Menteri Nusron di Peringatan0 HANTARU 2026: Transformasi, Melayani Lebih Pasti Jadi Cara Kerja Sehari-hari

Sabtu, 26 September 2026 - 07:46 WITA

PERKAJUSAMI SMA N 1 Lobalain: Dari Oemetina, 85 Penegak Ditempa Menjadi Pribadi Tangguh, Mandiri dan Siap Mengabdi

Rabu, 23 September 2026 - 20:18 WITA

Bupati Paulus Henuk Dorong Pendidikan Rote Ndao Bersiap Hadapi Era AI Tanpa Kehilangan Karakter

Rabu, 23 September 2026 - 15:04 WITA

RUU Pengaturan Reforma Agraria Disetujui Jadi Undang-Undang, Pemerintah Upayakan Sebesar-besarnya Kemakmuran Rakyat

Berita Terbaru