onlinentt.com-Rote Ndao-Terkait desas-desus di media sosial yang terkesan mencoba menghubung-hubungkan Bupati Rote Ndao, dengan proses hukum yang sedang dijalani Erasmus Frans Mandato, mantan anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao,
Paulus Henuk, SH, mengaku Erasmus Frans Mandato adalah sahabat baiknya dan sangatlah naif, dirinya dihihungkan-hubungkan dengan kasus yang dijalaninya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Isu tersebut tidaklah benar dan tidak sesuai fakta. Proses hukum yang sedang berjalan itu merupakan ranah aparat penegak hukum yang tidak ada hubungan dengan Pemda,” tegasnya dalam surat klarifikasi yang diterima wartawan, Selasa (09/9/2025), seperti disadur dari media online sindontt.com.
Dikatakan Paulus Henuk, sebuah proses hukum memiliki mekanisme dan independensi tersendiri sesuai profesionalitas intitusi sehingga Polres Rote Ndao tentu memiliki kewenangan terkait hal itu sesuai aturan yang berlaku,” terang dia.
Henuk melanjutkan, pada prinsipnya semua pihak diharapkan menghormati setiap proses hukum yang berjalan. Oleh karena itu, sebagai seorang pemimpin di daerah, dia selalu memberikan dukungan moril terhadap Erasmus Frans Mandato yang merupakan bagian dari sahabat baiknya dalam menghadapi proses hukum agar hukum dapat ditegakan secara adil dan bermartabat dengan menjunjung nilai kebenaran hukum.
Sementara, Sekretaris Daerah Kabupaten Rote Ndao, Jonas Selly, MM, secara terpisah yang dimintai tanggapan oleh media, meminta agar masyarakat Rote Ndao jangan terprovokasi oleh ulah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dalam bermedsos.
“Masyarakat perlu berhati-hati dan bijak menggunakan media sosial. Jangan terprovokasi dan perlu bijak serta lebih cerdas sehingga dalam menyebarkan informasi berupa pesan di medsos, selalu positif agar dapat terciptanya persaudaraan guna mendukung kemajuan bagi daerah Rote Ndao,” pintahnya.
Selly juga mengaku situasi kondusif merupakan syarat penting bagi kelanjutan pembangunan daerah, untuk itu semua pihak perlu menjaga harmonisasi sosial serta tidak terjebak pada narasi yang dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Rote Ndao sedang membangun. Semua pihak perlu bahu-membahu menjaga suasana aman dan damai agar pembangunan berjalan lancar demi masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.
Mengakhiri pernyataannya, Jonas Selly menerangkan, pemda membuka ruang dialog dan komunikasi bagi seluruh elemen masyarakat yang menghadapi masalah publik maupun terkait kebijakan pemerintah daerah.
“Ini merupakan bagian dari keterbukaan pemerintah untuk menerima kritik dan masukan demi penyempurnaan pembangunan Rote Ndao,” pungkas Bupati Rote Ndao,” urainya. *

































