onlinentt.com – Rote Ndao | Suasana penuh keakraban terlihat di Aula Rumah Jabatan Bupati Rote Ndao ketika Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH, bertemu langsung dengan para relawan Rote Ndao Mengajar.
Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi para relawan untuk menyampaikan kesan, pengalaman, sekaligus pesan setelah menjalankan misi berbagi inspirasi kepada anak-anak di berbagai sekolah di Kabupaten Rote Ndao.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan penuh antusias, para relawan menceritakan pengalaman mereka selama turun ke lapangan.*
Bukan hanya tentang kegiatan mengajar, tetapi juga tentang perjumpaan dengan anak-anak, cerita-cerita sederhana yang menyentuh, serta semangat peserta didik dalam menyambut kehadiran para relawan.
Program Rote Ndao Mengajar tahun ini menjangkau 43 sekolah, mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA.
Kehadiran para relawan membawa pesan bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung melalui buku dan ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman, keteladanan, keberanian bermimpi dan interaksi dengan orang-orang yang memiliki cerita untuk dibagikan.
Di hadapan Bupati Paulus Henuk, sejumlah relawan mengungkapkan bahwa pengalaman berada di tengah anak-anak memberikan pelajaran tersendiri bagi mereka.
Antusiasme siswa dalam mendengarkan cerita dan berdialog menjadi energi positif yang membuat para relawan semakin memahami pentingnya menghadirkan figur-figur inspiratif bagi generasi muda Rote Ndao.
Bagi para relawan, perjalanan ke sekolah-sekolah bukan sekadar sebuah agenda sosial.
Mereka datang untuk membuka wawasan anak-anak bahwa masa depan memiliki banyak kemungkinan dan setiap anak berhak memiliki cita-cita serta kesempatan untuk mengejarnya.
Bupati Paulus Henuk menyambut baik cerita dan pengalaman yang disampaikan para relawan.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk mendengarkan secara langsung dampak kegiatan dari perspektif orang-orang yang berada di lapangan.
Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia harus dimulai dengan memberikan ruang yang luas kepada anak-anak untuk belajar, mengenal berbagai profesi, melihat lebih banyak pilihan masa depan dan membangun keberanian untuk bermimpi.
Semangat Rote Ndao Mengajar pun diharapkan tidak berhenti setelah para relawan meninggalkan sekolah-sekolah sasaran.
Nilai-nilai inspirasi yang telah ditanamkan diharapkan terus tumbuh dalam diri para siswa dan menjadi motivasi untuk belajar serta meraih cita-cita.
Pertemuan di Rumah Jabatan itu akhirnya bukan sekadar forum mendengarkan kesan dan pesan.
Lebih dari itu, menjadi ruang perjumpaan antara pemerintah daerah dan para penggerak pendidikan untuk melihat kembali perjalanan sebuah gerakan yang membawa satu pesan penting: anak-anak Rote Ndao harus diberi kesempatan untuk mengenal dunia, berani bermimpi, dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu membawa daerahnya melangkah lebih jauh.*




















