onlinentt.com – Rote Ndao | Sekolah bukan hanya tempat untuk mengejar nilai akademik. Di ruang kelas, mimpi besar tentang masa depan juga mulai dibangun.
Semangat itulah yang terasa dalam kegiatan inspirasi dan berbagi bersama para tokoh melalui gerakan Mai Fali dan Rote Mengajar di SMA Negeri 1 Lobalain, Senin, (24/08/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kehadiran sejumlah tokoh dari berbagai latar belakang menjadi warna tersendiri bagi para siswa.
Mereka tidak hanya datang untuk berbicara, tetapi juga berbagi pengalaman, perjalanan hidup, serta motivasi agar generasi muda Rote Ndao berani melihat masa depan dengan keyakinan yang lebih besar.
Kepala SMA Negeri 1 Lobalain, Alberd W. Dano, S.Pd, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta kepedulian yang diberikan kepada para siswa.
“Atas nama keluarga besar SMAN 1 Lobalain, saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Rote Ndao melalui gerakan Mai Fali dan Rote Mengajar yang telah hadir bersama tokoh-tokoh hebat di tengah generasi bangsa,” ungkap Alberd.
Menurutnya, kehadiran para tokoh tersebut memberikan pengalaman berharga bagi siswa karena mereka dapat mendengar langsung cerita, wawasan dan motivasi dari orang-orang yang telah melewati berbagai perjalanan dalam kehidupan dan dunia profesi.
Tokoh tokoh yang hadir di antaranya, Grace Miranda Wattilete,SE, Robert P. Fanggidae ,SE, M.Bayu Adi Prakoso, Ipda DJoni Elvis Pada, Yanuar Nugroho, Ir.Sarah Lery Mbuik, I Kadek Rinja Dwi Putra, Paulus Henuk , SH, serta sejumlah tokoh lainnya.
Bagi Alberd, perjumpaan antara siswa dan para tokoh tersebut merupakan investasi yang tidak selalu dapat diukur dengan angka. Sebab, sebuah cerita dan pengalaman yang disampaikan hari ini bisa saja menjadi pemantik perubahan dalam perjalanan hidup seorang anak.
Ia pun mengajak para siswa SMAN 1 Lobalain untuk tidak takut memiliki cita-cita yang tinggi.
“Anak-anak harus bisa bermimpi besar. Karena itu harus dimulai ketika masih sekolah,” pesannya.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dari semangat Rote Mengajar, yakni menghadirkan sosok-sosok inspiratif ke lingkungan pendidikan agar siswa memperoleh gambaran lebih luas tentang dunia yang akan mereka masuki setelah menyelesaikan pendidikan.
Kehadiran para tokoh juga membuka ruang bagi siswa untuk memahami bahwa kesuksesan memiliki banyak jalan. Ada yang tumbuh dari dunia pendidikan, pemerintahan, hukum, kepolisian, dunia usaha maupun berbagai bidang profesional lainnya.
Karena itu, sekolah menjadi tempat yang tepat untuk menanamkan keberanian bermimpi sekaligus membangun karakter, disiplin dan kerja keras untuk mewujudkan impian tersebut.
Bagi keluarga besar SMAN 1 Lobalain, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah acara seremonial. Inspirasi yang diberikan para narasumber diharapkan terus hidup dalam keseharian siswa dan mendorong mereka untuk belajar lebih sungguh-sungguh serta berani menentukan masa depan.
Sebab, satu hari bersama orang-orang inspiratif mungkin hanya berlangsung singkat. Namun, pesan yang ditanamkan kepada seorang siswa dapat menjadi bekal yang dibawanya sepanjang perjalanan.
“Mengajar sehari, menginspirasi seumur hidup.”
Kalimat itu menjadi gambaran sederhana tentang makna kehadiran Mai Fali dan Rote Mengajar: datang ke sekolah bukan sekadar berbagi pengetahuan, tetapi ikut menyalakan keberanian anak-anak Rote Ndao untuk bermimpi, berkarya dan suatu hari nanti kembali memberi inspirasi kepada generasi berikutnya.*




















