onlintt.com – Rote Ndao | Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali menghantam Kabupaten Rote Ndao.
Peristiwa yang berulang ini kembali memicu antrean panjang kendaraan di SPBU Metina. Sejak pagi hingga malam, ratusan pengendara roda dua maupun roda empat rela mengantre berjam-jam demi mendapatkan beberapa liter BBM.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat nyaris lumpuh. Sopir angkutan pribadi, nelayan, petani, pelaku UMKM, hingga masyarakat yang membutuhkan kendaraan untuk bekerja mengaku kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Setiap kali terjadi kelangkaan BBM, masyarakat kecil yang paling merasakan dampaknya. Waktu habis di antrean, sementara pekerjaan terbengkalai,” ujar salah seorang warga yang enggan menyebut namanya kepada media ini, Rabu, (31/07/2026).
Kelangkaan BBM bukan lagi persoalan baru bagi masyarakat Rote Ndao. Berulangnya kondisi serupa memunculkan pertanyaan publik mengenai sistem distribusi dan ketersediaan stok BBM di daerah paling selatan Indonesia tersebut.
Warga ini berharap ada penjelasan yang terbuka dari pihak-pihak terkait mengenai penyebab kelangkaan agar tidak terus menjadi persoalan yang berulang.
Dampak kelangkaan BBM juga mulai dirasakan di sektor perekonomian. Distribusi barang melambat, biaya transportasi meningkat, dan sejumlah pelaku usaha mengaku mengalami penurunan pendapatan karena terbatasnya akses terhadap bahan bakar.
Masyarakat berharap pemerintah daerah, pihak Pertamina, dan seluruh pemangku kepentingan segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan ini. Kepastian pasokan BBM dinilai sangat penting agar roda perekonomian tetap berjalan dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
Warga juga meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap pola distribusi BBM ke Kabupaten Rote Ndao sehingga kejadian serupa tidak terus berulang. Sebagai daerah kepulauan yang bergantung pada kelancaran transportasi, ketersediaan BBM merupakan kebutuhan vital yang harus selalu terjamin.
Kini masyarakat hanya berharap pasokan BBM segera kembali normal sehingga antrean panjang di SPBU Metina dapat berakhir, aktivitas ekonomi kembali bergeliat, dan kehidupan masyarakat dapat berjalan sebagaimana mestinya.*




















