onlinentt.com-Rote Ndao | Turnamen Sepak Bola NasDem Cup Tingkat Kabupaten Rote Ndao Tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang adu kekuatan antarklub. Kompetisi ini juga menjadi panggung bagi talenta-talenta muda untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membuka jalan menuju pembinaan sepak bola yang lebih terarah di daerah.
Turnamen tersebut dibuka oleh Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH. Dalam momentum pembukaan, Paulus menegaskan bahwa sepak bola memiliki nilai yang jauh lebih luas daripada sekadar mengejar kemenangan di lapangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, setiap pertandingan harus menjadi ruang untuk menanamkan sportivitas, disiplin, kebersamaan dan semangat untuk terus mengembangkan potensi generasi muda Rote Ndao.
“Sepak bola bukan hanya tentang pertandingan dan hasil akhir.
Di dalamnya terdapat semangat kebersamaan, sportivitas, disiplin, serta ruang bagi anak-anak muda Rote Ndao untuk mengembangkan bakat dan potensi mereka,” ujar Paulus.
Ia berharap turnamen seperti NasDem Cup dapat menjadi salah satu pintu untuk menemukan pemain-pemain muda potensial yang nantinya dapat mengikuti proses seleksi untuk memperkuat Perserond dalam berbagai kompetisi.
Termasuk, kata Paulus, peluang untuk memperkuat Perserond dalam ajang El Tari Memorial Cup pada kesempatan mendatang.
Bagi Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, keberadaan kompetisi sepak bola di tingkat daerah diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat.
Kompetisi harus dapat menjadi bagian dari proses pembinaan yang memberikan ruang bermain secara berkelanjutan kepada pemain muda.
Karena itu, Pemkab Rote Ndao berencana mendorong pelaksanaan Liga Desa dan Bupati Cup pada tahun 2027.
Konsep kompetisi tersebut akan dibangun dengan cakupan wilayah yang lebih luas. Rote Ndao akan dibagi ke dalam tiga wilayah pertandingan, yakni wilayah timur, tengah dan barat.
Pertandingan akan dilaksanakan terlebih dahulu di masing-masing wilayah.
Dari kompetisi regional tersebut, tim-tim terbaik kemudian akan melanjutkan perjuangan ke babak semifinal hingga partai puncak yang direncanakan dipusatkan di Ba’a.
Pola ini diharapkan dapat membuka kesempatan yang lebih merata bagi pemain dari berbagai desa dan kecamatan untuk menunjukkan kemampuan mereka tanpa harus langsung bersaing dalam satu kompetisi yang terpusat.
Dengan demikian, pembinaan sepak bola tidak hanya berputar di wilayah perkotaan, tetapi dapat menjangkau lebih banyak talenta muda yang selama ini mungkin belum mendapatkan kesempatan tampil dalam kompetisi dengan skala lebih besar.
Paulus menilai, semakin banyak ruang kompetisi yang tersedia, semakin terbuka pula peluang untuk menemukan pemain-pemain potensial yang dapat dipersiapkan memperkuat sepak bola Rote Ndao.
NasDem Cup 2026 pun diharapkan menjadi bagian dari proses tersebut. Selain membangun semangat kompetisi dan persaudaraan antarpemain, turnamen ini menjadi momentum untuk melihat potensi yang dimiliki generasi muda Rote Ndao.
Ke depan, pemerintah daerah ingin agar pembinaan sepak bola berjalan lebih terarah, terukur dan berkelanjutan, sehingga prestasi tidak hanya lahir dari sebuah turnamen, tetapi melalui proses panjang yang dimulai dari tingkat desa hingga mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
Bagi Rote Ndao, lapangan sepak bola bukan hanya tempat bertanding. Di sana, generasi muda diberi ruang untuk belajar tentang kerja sama, disiplin, sportivitas, sekaligus mengejar mimpi untuk membawa nama daerah melalui olahraga.*




















