onlinentt.com-Rote Ndao-Melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah tempat pelayanan kesehatan, seperti Puskesmas Busalangga, Oelaba dan Batutua, Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH, menemukan beberapa persoalan dalam pelayanan yang membutuhkan pembenahan agar tidak terjadi lagi ke depan.
Penemuan sejumlah persoalan tersebut, misalnya soal keterbatasan fasilitas laboratorium, ketersediaan alat, bahan medis dan laporan tentang obat-obatan yang telah kedaluwarsa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kesempatannya, Bupati Paulus meminta pengelolaan obat-obatan di puskesmas harus direncanakan dengan lebih baik dan berbasis pada data pelayanan tahun sebelumnya, seperti jumlah kunjungan pasien dan jenis penyakit yang paling sering muncul di wilayah kerja masing-masing puskesmas.
“Dengan perencanaan yang tepat, kebutuhan obat dapat disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan,” terangnya
Masih menurut Henuk, pengadaan dan pendistribusian obat, termasuk ke puskesmas pembantu, harus dilakukan sesuai kebutuhan serta menerapkan prinsip first in first out dan first expired first out, agar obat yang lebih dulu masuk dan yang masa berlakunya lebih cepat habis dapat digunakan terlebih dahulu sehingga tidak terjadi penumpukan maupun kedaluwarsa.
“Saya tekankan pentingnya kepastian kehadiran tenaga kesehatan di setiap puskesmas pembantu,” ungkap dia.
Disebut dia, pelayanan kesehatan harus tetap berjalan, baik di pustu maupun posyandu, sebagai upaya mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya di wilayah yang jauh dari pusat layanan,” urainya.
Pada kesempatan itu pula, Bupati Paulus Henuk juga menyempatkan diri berdiskusi langsung dengan para kepala puskesmas, staf, dan tenaga kesehatan. *

Ikuti Kami
Subscribe































