Taratu dan Sabarai,diperkirakan pada Tahun 1500 M, setelah kedua kelompok besar ini ditambah Kekadulu dan Kelompok yang dinamakan Suku Pulau Ikok, (red= Pulau Landu Ti), dipimpin oleh seorang raja bernama, Saku Nara.
Saku Nara adalah anak sulung dari salah seorang leluhur bernama, Nara Resi. Berikut silsilah keturunan Nara Resi dari Ti Mau.
Ti Mau memperanak Mang, (Mau), Ti memperanak Nata Ana Mang/Mau memperanak Mota Nata memperanak Ranggo Mota memperanak Mesa Ranggo dan Pado Ranggo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mesa Ranggo memperanak Tola Mesa/Mang memperanak Kiki Tola memperanak Resi Kiki memperanak Nara Resi.
Sedangkan, selanjutnya Saku Nara sendiri memiliki beberapa orang saudara kandung, masing-masing yaitu, Ratu Nara.
Nama leluhur ini kemudian dipergunakan menjadi nama Klen Taratu. Selanjutnya, nama leluhur Sabanara, juga dipakai menjadi nama Klen Sabarai.
Maka tidak heran, dalam perhelatan adat tertentu, ego klen selalu dimunculkan, misalnya mereka sering bergurau dengan menyebut, Taratu ma Sabarai.
Dato Nara, nama leluhur ini kemudian dipergunakan menjadi nama sub klen
Mandato. Begitu pula dengan Ketu Nara. Namanya juga, dipergunakan menjadi nama sub klen Kana Ketu. Sementara, Tulle Nara, berpindah ke Termanu membentuk Sub klen Doudanga.

































