KPK Bersama POLDA NTT dan KEJATI Segera Ekspos Kasus Dugaan Korupsi Bawang Merah Malaka

- Redaksi

Jumat, 13 November 2020 - 18:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

onlinentt.com–Kupang- KPK bersama Kepolisian Daerah (Polda) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kejaksaan Tinggi (KEJATI) NTT akan segera mengekspos kasus dugaan korupsi proyek bawang merah Kabupaten Malaka.

Tujuan keikutsertaan KPK mengekspos kasus tersebut ialah untuk menetralisir perbedaan-perbedaan (hasil penyelidikan, red) antara Polda NTT dan Kejati NTT.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Demikian disampaikan Ketua Aliansi Rakyat Anti Korupsi (ARAKSI) NTT, Alfred Baun kepada tim media ini pada Kami (9/11/2020) saat ditemui di Pengadilan Negeri Tipikor Klas IA Kupang.

“KPK telah melakukan supervisi dan meneliti berkas kasus bawang merah yang statusnya sudah ke P.19  dan kesimpulannya KPK, memberikan waktu kepada POLDA NTT melengkapi beberapa item dan dalam waktu dekat, KPK bersama POLDA NTT dan KEJATI akan ekspos kasus  dugaan korupsi pengadaan bawang merah di kabupten Malaka” tandas Alfred.

Menurut Alfred, KPK memberikan porsi kepada POLDA NTT untuk menjelaskan kasus bawang merah sebagaimana berkasnya sudah P19. Kemudian, jika KEJATI NTT merasa petunjuknya tidak diakomodir dan berkeberatan, maka harus memberi alasan kenapa berkeberatan.

“Itu tujuan kenapa KPK mengambil alih kedua kasus ini,” ujarnya.

Lebih Lanjut, Ketua Araksi itu menyampaikan terima kasihnya kepada KPK yang sudah datang ke NTT dan melakukan supervisi terhadap kedua lembaga hukum itu terkait penanganan kasus dugaan korupsi bawang merah dan yang telah menghasilkan kesimpulan bahwa ada dugaan korupsi dana proyek pengadaan bawang merah di kabupaten Malaka sebesar Rp 10,8 Milyar, yang diperkuat dengan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia dimana ditemukan adanya kerugian negara sebesar Rp. 4,9 Milyar.

Alfred Baun  juga mengungkapkan bahwa sebelumnya Polda NTT telah menyita uang sebesar kurang lebih Rp 600,000,000 dan 1 unit mobil  dari para tersangka, sehingga total penyitaan tersebut berjumlah Rp. 1,1 Milyar.

Baca Juga :  Wartawan gardamalaka.com Dikeroyok Massa Pendukung Paket SBS-WT di Haitimuk Weliman

“Nah, yang masih mentok itu ialah pelaksanaan catatan dari KPK kepada Polda NTT untuk mengungkap tuntas adanya kerugian negara sebesar Rp. 3,8 Milyar dan siapa-siapa yang harus bertanggungjawab terhadap sisa kerugian tersebut,” ujarnya.

Ada kemungkinan besar, kata Alfred, P.21 terhadap 9 (sembilan) tersangka yang sudah dilepaskan kali lalu, akan ditahan kembali dan ada penambahan tersangka baru terkait kasus dugaan korupsi proyek bawang merah Malaka.

“Sedangkan menyangkut dana Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Polda NTT telah menjelaskan kepada KPK bahwa penyelidikan tetap berjalan sebagaimana bahwa kasus tersebut telah diambilalih dari Polres TTU, karena kali lalu hasil pemeriksaan Kejaksaan Negeri TTU meng-SP3-kan kasus tersebut,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya (7/11/2020), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) NTT dan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT untuk melakukan supervisi dan koordinasi penanganan kasus korupsi yang menjadi perhatian publik NTT namun proses hukumnya ‘macet’ di kedua lembaga tersebut.

Kadiv Humas Polda NTT, Johanes Bangun yang dikonfirmasi melalui pesan pesan WhatsApp (WA) belum menjawab hingga berita ini ditayangkan.

Sementara itu, Kasi Penkum Kejati NTT, Abdul Hakim yang juga dikonfirmasi media ini melalui (WA) siang tadi, membantah jika KPK RI telah berkantor di Kejati NTT.

“Tidak benar,” tulis Abdul Hakim yang kemudian tidak menjawab pertanyaan wartawan selanjutnya.

Namun berdasarkan postingan facebook akun Kejaksaan Tinggi NTT yang dikelola Penerangan Umum (Penkum Kejati NTT) pada Kamis, 5 November 2020 pada Pukul 12.25, dituliskan : Kamis (5/11/20) pagi, Kepala Kejaksaan Tinggi NTT Bpk. Dr. Yulianto, SH, MH, menerima kunjungan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Baca Juga :  Bangun Pendidikan Berbasis Kolaborasi, Bupati Paulus Henuk Siapkan Forum Peningkatan Kapasitas Guru dan Kepala Sekolah

Kunjungan tersebut dalam rangka supervisi dan koordinasi terkait dengan perkembangan dan penanganan perkara tindak pidana korupsi dan SPDP perkara korupsi di seluruh Kejaksaan Negeri di wilayah hukum NTT.

Pada kesempatan itu juga, KPK menyatakan bahwa penanganan perkara dugaan pengalihan aset tanah milik pemerintah Kota Kupang dengan terdakwa JS dan TM menjadi atensi dari KPK.

Sementara itu, Ketua Aliansi Rakyat Anti Korupsi Indonesia (Araksi), Alfred Baun kepada tim media ini mengatakan, kedatangan KPK ke Mapolda NTT dan Kejati NTT untuk melakukan supervisi terhadap penanganan kasus-kasus korupsi yang sedang ditangani oleh kedua lembaga penegak hukum tersebut.

“Termasuk diantaranya adalah dugaan kasus korupsi yang dilaporkan Araksi ke Polda NTT dan Kejati NTT yang hingga saat ini masih ‘macet’ di kedua lembaga tersebut,” ujarnya.

Karena itu, kami minta agar KPK mengambil alih penanganan kasus dugaan korupsi pengadaan benih bawang merah senilai Rp 10,8 Milyar di Kabupaten Malaka.

“Kerugian negara sesuai perhitungan BPK RI sudah jelas, yakni mencapai Rp 3,9 Milyar.  Sudah ada sembilan tersangka yang sempat ditahan Polda NTT, tapi proses kasus ini ‘macet’ karena pihak Kejati NTT belum menetapkan P-21 dengan berbagai alasan yang ‘aneh’ maka kami minta KPK untuk mengambil alih kasus ini.

Apalagi kasus ini diduga melibatkan pejabat penting dan ada intervensi politik,” tandas Alfred.

Dengan mengambil alih kasus pengadaan benih bawang merah tersebut, lanjut Alfred, KPK dapat memproses lanjut penanganan kasus korupsi yang macet tersebut.

Baca Juga :  Bupati Paulus Henuk Matangkan Agenda Reformasi Birokrasi, Pengisian Jabatan Strategis Jadi Prioritas Agustus 2026

“Dengan mengambil alih kasus tersebut, kami harap KPK bisa menetapkan P21, menahan kembali 9 tersangka, memeriksa Bupati Malaka dan Ketua DPRD Malaka, dan menambah tersangka baru”, harapnya.

Selain itu, Alred juga berharap KPK dapat memberikan perhatian dan mengambil alih penanganan kasus-kasus korupsi yang nilainya besar dan melibatkan para pejabat penting di NTT.

“Diantaranya pengusutan kasus dugaan korupsi dana DAK Pendidikan di TTU senilai Rp 47,5 Milyar yang juga masih ‘macet’ karena berbagai tekanan, termasuk tekanan politik terhadap lembaga penegak hukum,” ungkapnya.

Alfred sangat yakin, dengan diambilalihnya kasus-kasus korupsi dengan kerugian negara dalam jumlah besar dan melibatkan sejumlah tokoh politik dan pejabat di NTT, maka kasus-kasus itu dapat terungkap dan diusut tuntas.

“Kami berharap dengan kedatangan KPK di NTT dan telah berkantor 4 hari di Mapolda dan Kejati NTT, berbagai kasus korupsi besar dan menjadi perhatian publik di NTT dapat diungkap dan diusut tuntas demi penegakan hukum dan menimbulkan efek jera bagi pelaku Tipikor di NTT,” ujarnya.

Sementara itu, Plt. Juru Bicara KPK, Ali Fikri kepada wartawan Jumat (6/11/20) seperti dilansir Tribunnews.com, membenarkan adanya kedatangan KPK RI ke Mapolda  dan Kejati NTT.

Menurutnya, koordinasi itu untuk membahas penanganan perkara yang ditangani oleh Polda NTT dan Kejati NTT yang mendapat sorotan dari KPK RI.

“Ada beberapa perkara tindak pidana korupsi yang ditangani oleh Polda dan Kejati NTT  yang mendapat atensi dari KPK karena menjadi perhatian masyarakat dan nilai kerugian keuangan negara cukup besar”, ujarnya. *tim

Berita Terkait

Festival Rote Malole 2026 Jadi Ruang Hidupkan Warisan Budaya Rote Ndao
Dari Detik Proklamasi, Bupati Paulus Henuk Tegaskan Semangat Pengabdian untuk Rote Ndao
Halo #SobATRBPN, Kementerian ATR/BPN terus bertransformasi untuk menghadirkan pelayanan pertanahan yang lebih cepat, aman, dan modern.
Dari Oebatu Letekik, Suara Rakyat Menjadi Peta Perjuangan Melkianus Haning
Dari Kupang untuk Rote Ndao: Paulus Henuk Kawal Agenda Pertanahan Demi Masa Depan Pembangunan Daerah
Bupati Paulus Henuk Lepas Kepergian ASN Dinas Perhubungan, Tegaskan Pengabdian Tak Pernah Berakhir oleh Waktu
Bupati Paulus Henuk Matangkan Agenda Reformasi Birokrasi, Pengisian Jabatan Strategis Jadi Prioritas Agustus 2026
Bangun Pendidikan Berbasis Kolaborasi, Bupati Paulus Henuk Siapkan Forum Peningkatan Kapasitas Guru dan Kepala Sekolah

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 05:51 WITA

Festival Rote Malole 2026 Jadi Ruang Hidupkan Warisan Budaya Rote Ndao

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:42 WITA

Halo #SobATRBPN, Kementerian ATR/BPN terus bertransformasi untuk menghadirkan pelayanan pertanahan yang lebih cepat, aman, dan modern.

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:59 WITA

Dari Oebatu Letekik, Suara Rakyat Menjadi Peta Perjuangan Melkianus Haning

Kamis, 6 Agustus 2026 - 06:01 WITA

Dari Kupang untuk Rote Ndao: Paulus Henuk Kawal Agenda Pertanahan Demi Masa Depan Pembangunan Daerah

Senin, 27 Juli 2026 - 21:04 WITA

Bupati Paulus Henuk Lepas Kepergian ASN Dinas Perhubungan, Tegaskan Pengabdian Tak Pernah Berakhir oleh Waktu

Senin, 27 Juli 2026 - 20:57 WITA

Bupati Paulus Henuk Matangkan Agenda Reformasi Birokrasi, Pengisian Jabatan Strategis Jadi Prioritas Agustus 2026

Senin, 27 Juli 2026 - 20:48 WITA

Bangun Pendidikan Berbasis Kolaborasi, Bupati Paulus Henuk Siapkan Forum Peningkatan Kapasitas Guru dan Kepala Sekolah

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:43 WITA

Kolaborasi Ilmu dan Pemerintahan, Bupati Paulus Henuk Sambut Pengabdian Undana untuk Percepat Pembangunan Berbasis Potensi Lokal

Berita Terbaru