Di sana, alkisahnya di mulai. Selain itu, ada pula sebuah batu besar yang hingga saat ini dipercaya menjadi cikal bakal pertemuan puteri daratan dan pangeran laut.
Hingga hari ini, tempat itu diketahui memiliki kekuatan gaib yang sangat magis oleh sebagian masyarakat setempat, bahkan dari pengakuan mereka, pada bulan purnama tertentu sering terlihat ular berdiameter sebesar dua gelondongan pohon lontar.
Belakangan, setelah ada pemukiman masyarakat yang menjamur pada lokasi tersebut tidak terdengar lagi ungkapan mengenai keangkeran tempat tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebutan Mboe Ain dan Lutu Ain, sempat mencuat dalam perbincangan sebagian kalangan dalam internal masyarakat Rote Ti, bahwa Mboe Ain merupakan sebutan bagi Kelompok Leo Ina Huk dalam Klen Sabarai, antara lain, 1.Tolaumbuk, 2.Nggau Pandi, 3. Henu Lae/Henu Pandi,4. Saba Lae/Saba Pandi, 5. Mbura Lae/Mbura Pandi, 6. Meo Leok, 7. Sandi dan 8. Kolek.
Sedangkan, Lutu Ain terhadap Leo Anak, yaitu, 1. Su’a, 2. Le’e, 3. Musuhu, 4. Kanaketu, dan 5. Kona. Bukan bagi kelompok Taratu. Namun untuk mendapatkan kejelasannya, penulis perlu melakukan penelusuran lebih jauh.

































