Untuk melindungi diri dari panas matahari dan dinginnya cuaca, Yoseph Sogeng bersama keluarga terpaksa memanfaatkan ruang dapur darurat yang berukuran kecil sisa dari serangan bencana Seroja.
Dalam kesempatan itu, Yoseph Sogeng, mengaku sangat menyesal dengan tindakan pemdes Papela yang secara sepihak melakukan pencopotan namanya bersama warga lain sebagai penerima manfaat. Pada hal, rumahnya rusak berat.
Dia juga mempertanyakan kriteria apa yang ditetapkan untuk terdaftar sebagai penerima manfaat karena dari keseluruhan rumah warga Desa Papela yang terdampak badai Seroja, rumah miliknya yang paling berat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua RT 12 Desa Papela, Desembry Pada, yang dimintai tanggapan, membenarkan hal tersebut, bahwa nama Yoseph Sogeng, awalnya ada dalam usulan selaku penerima manfaat. Namun sayangnya, dalam sebaran undangan yang dibagikan oleh aparat desa, nama warganya ini sudah tidak tertera dalam daftar sebagai penerima manfaat. Sehingga dia sempat menanyakannya kepada salah seorang perangkat desa, Bayu Laduma, (red=pengantar undangan), namun jawaban yang didapatkan, bahwa nama Yoseph Sogeng sudah tertera dalam undangan. Tapi setelah dilakukan cross cek dalam undangan nama yang bersangkutan tidak ada.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

Ikuti Kami
Subscribe































