Episode Terakhir, Tuturan Sejarah Tempat Sirih dan Pinang  Versi Orang Rote Ti

- Redaksi

Selasa, 9 Maret 2021 - 14:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

onlinentt.com-Rote Ndao-Kepada mereka, dia menanyakan prihal penguburan jasadnya setelah meninggal. Namun tidak satu pun yang menjelaskan mengena di hati. Hal tersebut semakin memperparah keadaan dan membuat dia hampir putus asa.

Tetapi di tengah keputusaaan, dia baru teringat kalau di Pulau Rote ada seseorang yang terkenal dan kesohor karena kepintarannya bernama, Tou Malelak Tehu Hatatak.

Sehingga ada keinginan untuk bertanya kepada Tou Malelak Te Hatatak, tetapi ketika hendak melakukannya, bayang-bayang permusuhan di antara mereka selalu membututi membuatnya menjadi sunkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rasa bersalah itu hadir dan menghantui. Bahkan selalu teringat kalau dulu dia sering mengolok-olok Tou Malelak Te Hatatak, bahwa, walau dia seorang yang pintar tapi miskin dan hina dina.

Suatu hari, ketika sakitnya  semakin tambah parah, Tou Kamasu’ik Te Nggoak, tanpa ragu-ragu dan sunkan lagi,  menyuruh salah satu anaknya pergi menjempur Tou Malelak Tehu Hatatak.

“Pergi dan katakan pada orang pintar dan bodoh itu, bahwa ayah lagi perlu penting dan sangat membutuhkan kehadirannya,” kata Tou Kamasu’ik Te Hatatak kepada anaknya.

Baca Juga :  Kepsek dan Para Guru SMK Negeri 5 Kupang Mengaku Merindukan

Tiba di sana, anak Tou Kamasuik Te Nggoak pun menyampaikan apa yang dikatakan oleh ayahnya.

Mendengar penyampaian itu, lalu Tou Malelak Te Hatatak, bertanya kepada anak Tou Kamasu’ik Te Nggoak, mengapa ayahnya yang sangat membenci dia tapi menjelang meninggal ingin bertemu.

Jawab anak itu, bahwa mungkin, menjelang meninggal, selain ingin bertanya sesuatu sekalian ayahnya ingin meminta maaf atas salahnya selama ini kepada Tou Malelak Te Hatatak.

Ucapan ini, menggugah hati Tou Malelak Te Hatatak untuk ingin menemui Tou Kamasu’ik Te Hatatak.

Setelah itu, Tou Malelek Te Hatatak bersama anak Tou Kamasuik Te Nggoak, lalu pergi.

Tiba di sana, Tou Malelak Te Hatatak, lalu menyapa Tou Kamasuik Te Nggoak, dan menanyakan perihal pemanggilan dirinya.

“Hai teman saya ke tempat kamu karena dijemput oleh anakmu bahwa kamu ingin bertemu. Kira kira apa yang bisa saya bantu dengan keberadaan miskin ini,” ucap Tou Malelak Te Hatatak.

Perkataan Tou Malelak Te Hatatak, yang sangat menyejukan suasana tersebut, kemudian mengawali perbincangan di antara mereka.

Lalu Tou Kamasu’ik Te Nggoak pun menceriterakan, bahwa dia menginginkan bila meninggal dunia nanti dikuburkan secara layak dan terhormat oleh anak dan cucunya. Namun ketika ditanya kepada mereka tak satu pun dapat menjawab mengena di hatinya. Dan karena orang-orang mengatakan ada Tou Malelak Te Hatatak, yang kesohor karena kepintarannya maka dia meminta tolong untuk ikut memikirkan hal ini.

Baca Juga :  Bupati Rote Ndao, Plt Kadis Kesehatan, Dir RSUD dan Mahasiswa Hukum Kesehatan Diskusi Berbagai Persoalan dan Tantangan di Sektor Kesehatan

Mendengar perkataan Tou Kamasuik Tehu Hatatak demikian, yang terkesan sangat mengharapkan dirinya, Tou Malelak Tehatatak,  lalu bertanya kepadanya, bahwa semenjak usia muda sampai dengan usia saat ini, sejauh mana saja melakukan pengembalaan.

Maka jawab Tou Kamasuik Te Nggoak, waktu masih muda dirinya melakukan pengembalaan dari ujung timor pulau Rote, ” Timu Dulu do Sepe Langga” hingga barat pulau Rote, ” Rene Kona do Tada Muri”.

Dirinya sering bertemu dengan semua umuran, baik anak-anak, perempuan dan laki-laki, maupun tua dan muda.

Mendengar jawaban itu, Tou Malelak Te Hatatak, kemudian meminta kepada Tou Kamasuik Te Nggoak, agar saat ini dapat menghadirkan seluruh anak laki-laki dan menantu laki-laki serta anak perempuan dan menantu  perempuan di hadapannya.

Baca Juga :  Jasa Raharja Konsisten Dalam Menangani Korban Lakalantas Bolok

Setelah dikumpulkan, kepada mereka, Tou Malelak Te Hatatak, menegaskan agar bagi laki-laki segeralah memanjat  lontar dan mengambil daun lontar untuk dijemur hingga kering.

Untuk anak-anak perempuan dan para menantu perempuan, nanti daun-daun lontar yang  mengering, ambil ayamlah Ndunak dan Toundas.

Nanti setelah ayah mereka  meninggal, bagi teman, sahabat, kerabat atau keluarga mana yang datang dan menaruh pantatnya (red=duduk), di bangku atau kursi duka maka ambil dan kasihkan Ndunak dan Tondas, sebagai penyambutan dan penghormatan atas kehadirannya.

Selesai mengatakan demikian, Tou Kamasu’ik Te Nggoak, beberapa hari kemudian meninggal dunia, dan apa yang disarankan Tou Malelak Te Hatatak pun diterapkan oleh anak-anak Tou Kamasu’ik Te Nggoak.

Peristiwa ini lalu menjadi tradisi bagi etnis Rote di Pulau terselatan Indonesia sampai dengan saat ini. Bahwa siapa yang datang melayat orang yang meninggal atau datang di acara adat lainnya, begitu mendudukan pantatnya pada bangku atau pun kursi akan langsung disodorkan Ndunak dan Tondas. *Tamat.
Ikuti terus akan ada lagi ceritera rakyat yang lain. Hanya ada di onlinentt.com

Berita Terkait

Akhirnya, Penantian Lima Dekade, Pemkab Kupang Bangun Kantor Camat Kupang Barat yang Representatif untuk Pelayanan Publik
Meski Pilkada Alor Masih Tiga Tahun Lagi, Nama Octovianus Ore Sudah Menggema dari Bale-Bale ke Bale-Bale di Alor
Paulus Henuk, SH, Bupati Rote Ndao Menorehkan Jejak Baru Menuju Kedaulatan Garam Nasional
Wujud Peduli Pemerintah, BPBD Rote Ndao, Gandeng Anggota DPRD, Melkianus Frans Haning Dampingi Keluarga Pelajar Korban Musibah Tenggelam di Pantai Namoninilu
Pastikan Program Tepat Sasaran, Dinas Pertanian Rote Ndao Tinjau Sentra Cabai, Bawang Merah, dan Penangkaran Benih Sorgum di Tunganamo
Rote Ndao Perkuat Posisi sebagai Destinasi Unggulan, Disbudpar Siapkan Langkah Strategis Pascarakor Pariwisata NTT
Amanah Baru untuk Membangun Desa, Rinchart E. Menno dan Walter Semuel Littik Resmi Dilantik
Rumah Jabatan Menjadi Rumah Rakyat, Paulus Henuk Perkuat Budaya Mendengar dan Melayani
Tag :
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:17 WITA

Bupati Paulus Henuk Perjuangkan Dukungan Pusat, Rote Ndao Bidik Percepatan Rehabilitasi Pascabencana dan Industri Garam Nasional

Kamis, 16 Juli 2026 - 06:28 WITA

Evaluasi Triwulan III, Bupati Paulus Henuk Dorong OPD Percepat Realisasi Program dan Perkuat Kualitas Pelayanan Publik

Kamis, 9 Juli 2026 - 01:06 WITA

Bangun Mimpi dari Pulau Selatan: Bupati Paulus Henuk Antar 20 Putra-Putri Rote Ndao Raih Pendidikan Berkualitas Lewat Program ADEM 2026

Minggu, 21 Juni 2026 - 06:36 WITA

Dari Rumah Jabatan, Bupati Paulus Henuk Matangkan Rencana Pengembangan Energi Berkelanjutan

Jumat, 12 Juni 2026 - 06:49 WITA

Rote Ndao Matangkan Persiapan Kunjungan K-SIGN Bersama KBRI Canberra

Selasa, 9 Juni 2026 - 05:44 WITA

Audiens Bersama Panitia Paskah 2026, Bupati Paulus Henuk Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Pemerintah dan Gereja

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:24 WITA

Bupati Paulus Henuk Pimpin Evaluasi PAD, Perkuat Kapasitas Fiskal Daerah untuk Mendukung Pembangunan Rote Ndao

Minggu, 31 Mei 2026 - 07:58 WITA

Bupati Rote Ndao Usul Pembangunan Jembatan Saendale ke Menteri PU

Berita Terbaru