IPJI Dari ke Hari Terus Berkembang Dan Dicintai

99

onlinentt.com-Jakarta-
Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia, (IPJI), dari hari ke hari terus berkembang pasca HUT ke 21.

Hal itu dibuktikan dengan sejumlah program yang keberpihakan terhadap para penulis dan jurnalis berupa pemberian bea siswa untuk meraih sarjana.

Selain itu, IPJI juga telah mendapat restu dari Tenaga Ahli Kepala Staf Kepresidenan, (KSP), guna membuat sebuah buku tentang kiprah IPJI selama 21 tahun dalam mengarungi jagad Pers Indonesia.

“Maanfaatkan uang negara untuk membuat buku. Saya di kantor staf kepresidenan tahu persis posisi uang negara dan dapat digunakan untuk membuat buku,” ujarnya meyakinkan  disambut standing aplose dari seluruh hadirin, baik yang offline maupun virtual di seluruh Indonesia.

“Hidup pak Ngabalin,” pekik mereka antusias.

Tidak hanya restu, lelaki kelahiran Fak Fak, Papua, yang lama nyantri di Gontor itu juga menyakini kalau buku-buku yang dikeluarkan IPJI mendatang akan berkualitas.

“Dasarnya, karena usia IPJI sudah berusia 21 tahun. Bukan lagi anak kemarin sore sehingga akan berdampak positif bagi anggota IPJI, masyarakat maupun bangsa dan negara.

Seperti diketahui Ali Mochtar Ngabalin tampil dalam diskusi publik dalam bentuk webinar berlangsung pukul 20.00 – 21.00 tanggal 28 Oktober 2020, di Universitas Islam Attahiriyah, (UNIAT), Jakarta dan di Kantor Staf Kepresidenan.

Acara yang diikuti oleh  Pengurus DPP, DPW dan DPC IPJI seluruh Indonesia itu dilaksanakan dengan diskusi dan tanya jawab oleh berbagai kalangan.

Pada seasen tanya jawab, moderator Joseph Hutabarat SE, SH, MH meminta para peserta untuk melakukan tanya jawab kepada Ngabalin.

Disitulah gagasan muncul dari Agung Santoso, Ketua Forum Komunikasi Pimpinan Redaksi Media (FKPRM), Jawa timur untuk menerbitkan sebuah buku.

“Saya mengusulkan agar IPJI membuat buku,” jelas Agung, sekaligus menyebut dua buah judul yang bisa diwujudkan dalam waktu dekat ini.

Pertama, “Membangun Kembali Karakter Bangsa Menuju Indonesia”. Kedua “Aku Lahir di Indonesia, Aku Bekerja di Indonesia, Aku Berkarya untuk Bangsa dan Negara.

Ajakan Agung ini mendapat respon positif dari Ketua Dewan Pembina DPP IPJI, Mayor Jenderal TNI ( Purn) Hendarji Soepandji.

Dia juga mengajak seluruh anggota IPJI agar membuat tulisan dan karya buku yang membuming, ikut berpartisipasi terhadap program-program pemerintah.

“Kegiatan ini bukan sebagai wacana. Tidak berhenti pada acara ini,” ujar Hendarji yang dikenal sebagai mantan Dan Puspomad, sekaligus pemerhati budaya di Indonesia.

Ngabalin, yang diminta responnya oleh moderator, langsung merestui dan mendukung ajakan tersebut.

“Yang terhormat pak jenderal sekaligus senior saya, saya mendukung. Saya tahu persis uang negara yang bisa dimaanfaatkan untuk membuat buku,” jelas Ngabalin.

Usai acara, Ketum IPJI Lasman Siahaan SH, MH dan Sekjen Prof Dr Suherman Saji yang juga Rektor UNIAT didampingi ketua Yayasan Attahiriyah kepada pers akan menindalanjuti restu dari Ali Muchtar Ngabalin soal pembuatan 21 tahun kiprah IPJI.

“Nanti kita buat tim kecil minggu depan agar secepatnya dieksekusi,” jelas Lasman.

Sementara HM Ngabil Syatiri memberikan restu agar kampus Attahiriyah ini dapat dimanfaatkan sebagai rumah IPJI.

“Sebuah kehormatan saya diterima di keluarga besar IPJI. Terima kasih ketua teman-teman,” ujar Nabil. *jh

Comments
Loading...