Disamping itu daun lontar pun dapat dipergunakan sebagai media untuk anyaman aksesoris tradisional, seperti tikar, tembikar, ketupat, sosorok, haik, sambak, laleo, So langga, (Ti’i langga), alas kaki tradisional etnis Rote, (Taa taba eis), pengikat kepala, payung tradisional oleh etnis Rote dikenal dengan nama, “suneru”, sebagai media untuk menuliskan silsilah keturunan atau keluarga dan lainnya.
Mula-mula nenek moyang etnis Rote khususnya orang Rote Ti, yang belum mengenal pukat jala dan tali mancing, daun lontar dijadikan sebagai jala atau pukat untuk menangkap ikan pada saat laut sedang surut/meting.
Selain itu, daun muda atau dalam dialeg etnis Rote secara umum atau orang Rote Tii, disebut, tua mbolo, dapat dimanfaatkan sebagai pengganti kertas untuk membuat rokok tradisional etnis Rote secara umum, yang dalam dialeg setempat disebut, “Modo Mboro, (red= tembakau daun).
5. Lidi Lontar
Lidi lontar sama halnya dengan daun lontar, dapat dimanfaatkan untuk berbagai jenis anyaman tetapi semua tergantung kebutuhan.*jh
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

Ikuti Kami
Subscribe































