
Pada pukul 12.00 wita, (siang), merupakan waktu yang biasanya dimanfaatkan untuk tidur, bermain sasandu, (khusus bagi yang tahu bermain alat musik sasandu), atau membuat haik, sambak dan sosorok.
Haik adalah alat penadah air nira yang keluar dari mayang lontar. Sedangkan sambak merupakan tempat penadah air nira setelah diambil dari haik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi kaum perempuan berkewajiban, selain memikul dan memasak gula, juga mengumpulkan kayu bakaran. Biasanya kayu -kayu tersebut diperoleh di hutan, hasil tebang pohon milik sendiri atau orang lain yang nantinya dibarter dengan gula sesuai kesepakatan bersama antara penyadap dan pemilik kayu.
Sementara sosorok adalah tempat untuk meletakan haik, (penampung air nira di atas pohon lontar berukuran kecil),.
Seseorang penyadap lontar biasanya bermain sasandu bertetapan dengan waktunya menyadap pohon lontar, merupakan suatu kebiasaan orang Rote Ti, yang dipercaya untuk membujuk rayu mayang tuak agar berair saat disadap. Karena pada hakekatnya, “Bunyi Sasandu”, telah mendapat stigma sebagai pembujuk rayu. Atau dalam syair setempat dikatakan, “Deta Hitu Mana Kokoek,”, yang Berarti, “Tujuh Tali Pembujuk Rayu,”.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Ikuti Kami
Subscribe































