Episode III, Menapaki Sejarah Pohon Lontar Versi Orang Ti

- Redaksi

Kamis, 11 Februari 2021 - 07:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pada pukul 12.00 wita, (siang), merupakan waktu yang biasanya dimanfaatkan untuk tidur, bermain sasandu, (khusus bagi yang tahu bermain alat musik sasandu), atau membuat haik, sambak dan sosorok.

Haik adalah alat penadah air nira yang keluar dari mayang lontar. Sedangkan sambak merupakan tempat penadah air nira setelah diambil dari haik.

Bagi kaum perempuan berkewajiban, selain memikul dan memasak gula, juga mengumpulkan kayu bakaran. Biasanya kayu -kayu tersebut diperoleh di hutan, hasil tebang pohon milik sendiri atau orang lain yang nantinya dibarter dengan gula sesuai kesepakatan bersama antara penyadap dan pemilik kayu.

Baca Juga :  DPD PARINDRA NTT Beri Ultimatum Kepada BPKP NTT

Sementara sosorok adalah tempat untuk meletakan haik, (penampung air nira di atas pohon lontar berukuran kecil),.

Seseorang penyadap lontar biasanya bermain sasandu bertetapan dengan waktunya menyadap pohon lontar, merupakan suatu kebiasaan orang Rote Ti, yang dipercaya untuk membujuk rayu mayang tuak agar berair saat disadap. Karena pada hakekatnya, “Bunyi Sasandu”, telah mendapat stigma sebagai pembujuk rayu. Atau dalam syair setempat dikatakan, “Deta Hitu Mana Kokoek,”, yang Berarti, “Tujuh Tali Pembujuk Rayu,”.

Baca Juga :  PSI Minta Bima Lakukan Pembenahan Pada Beberapa Sektor

Berita Terkait

Dari Tambak Rote Menuju Pasar Jawa, Paulus Henuk Buka Jalur Logistik Garam
K-SIGN Mulai Ditopang Infrastruktur Energi, Paulus Henuk Dorong PLN dan Siapkan Jobber BBM
Bukan Sekadar Dibangun, K-SIGN Harus Dikawal: Paulus Henuk Perketat Pengawasan dari Jakarta
Dari Ruang Kemenkes ke Tanah Leluhur: Paulus Henuk Bawa Semangat Rote Mengajar Menjemput Inspirasi dari Putra Rote
Perkuat Sistem Pengendalian Intern, Pemkab Rote Ndao dan BPKP Bangun Fondasi Tata Kelola Pemerintahan Berintegritas
Dari Ruang Diskusi ke Arena UMKM, Paulus Henuk Pastikan Pembangunan Bergerak Bersama
Kelangkaan BBM Kembali Lumpuhkan Rote Ndao, Antrean Mengular di SPBU Metina, Warga Pertanyakan Distribusi
Dari Pulau Terluar Menuju Pusat Industri Garam Nasional, Tiga Menteri Pastikan Masa Depan K-SIGN Rote Ndao
Tag :
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 07:53 WITA

Dari Garam Rote Menuju Industri Bernilai Tambah, Paulus Henuk Buka Ruang Investasi

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 04:13 WITA

Dari Lakamola, Rote Ndao Menjemput Masa Depan Ekonomi Rakyat Lewat Industri Garam

Jumat, 7 Agustus 2026 - 04:57 WITA

Ketika Aspirasi Menjadi Tenaga Penggerak Sawah: Usman Husin Dorong Lompatan Pertanian Rote Ndao

Kamis, 6 Agustus 2026 - 09:44 WITA

Ketuk Pintu Harapan, Bupati Paulus Henuk Datangi Mahasiswi Jessica dan Dengarkan Langsung Keluh Keluarga

Senin, 3 Agustus 2026 - 03:45 WITA

Awali Pelayanan dengan Iman, Bupati Paulus Henuk Hadiri Pengukuhan Panitia HUT Persekutuan Doa Sinode GMIT ke-25

Minggu, 2 Agustus 2026 - 00:24 WITA

Membangun Daerah dengan Iman, Bupati Paulus Henuk Ikuti Ibadah Penggembalaan Jelang HUT Persekutuan Doa GMIT se-NTT

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:47 WITA

Merawat Stabilitas dari Gerbang Selatan NKRI, Bupati Paulus Henuk Tegaskan Komitmen Sinergi Bersama Kapolres Baru

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:49 WITA

Kemerdekaan Menjadi Panggung Kebangkitan Rote Ndao, Bupati Paulus Henuk Siapkan Perayaan yang Berdampak bagi Rakyat

Berita Terbaru