Diduga Saat Cakades Tenalai, Seseli Tidak Kantongi Ijin Cuti dari Bupati Rote Ndao

127

onlinentt.com- Rote Ndao- Diduga saat calon Kepala Desa Tenalai pada Bulan Oktober 2020 lalu, Hendarina Seseli anggota BPD aktif tidak mengkantongi ijin cuti dari Bupati Rote Ndao. Bahkan dari hasil penelusuran media ini, disinyalir yang bersangkutan tidak mengkantongi ijin cuti sebagai anggota BPD Desa Tenalai karena status keanggotaan BPD antar waktunya, tidak ditindaklanjuti dengan SK Bupati.

Lebih dari itu, sumber yang enggan menuliskan nama dan berdasarkan bukti yang diperoleh oleh awak media, menyebutkan, bahwa sejak bulan Pebruari 2019 hingga September 2020, Henderina masih menerima pembayaran tunjangannya, sebesar 700. 000 ribu rupiah perbulan.

Ironinya, karena tidak mengkantongi ijin cuti dari Bupati Rote Ndao maka pada saat pengajuan pemberkasan untuk maju sebagai balon cakades Tenalai, yang bersangkutan mendapat protes keras dari beberapa orang balon agar tidak diloloskan sebagai balon maupun calon kades. Namun anehnya, panitia pilkades tetap ngotot meloloskan yang bersangkutan sebagai calon Kepala Desa Tenalai dengan alasan, Seseli adalah masyarakat biasa bukan anggota BPD.

Henderina Seseli, dihubungi wartawan via telepon seluler, Senin, (07/12/2020), mengaku masih menerima tunjangannya, karena dirinya adalah anggota BPD.

“Beta ditunjuk sebagai anggota BPD oleh Pejabat Kades saat itu, Pildas Oan, untuk  gantikan salah satu anggota BPD yang mundur karena ikut pemilihan calon legislatif”, terangnya dari balik handpone.

Sedangkan soal SK Bupati, menurut Henderina Seseli, bukan urusan melainkan kewenangan atasannya, yaitu Kades Tenalai, Pildas Oan.

Disinggung mengapa tidak mengundurkan diri sebagai anggota BPD, saat pendaftaran calon Kepala Desa Tenalain, Hendarina kembali menanyakan, dari mana dirinya dapat mengajukan cuti, sedangkan menjabat sebagai anggota BPD pun tidak mengkantongi SK Bupati.

“Mau cuti karmana, ko SK Bupati sonde ada na. Jadi beta dianggap calon dari masyarakat biasa”, ucapnya.

Hendarina menambahkan, awal menerima tunjangan, dirinya pernah menanyakan SKnya, tetapi oleh pejabat kades disampaikan belum diterbitkan sehingga disuruh menunggu.

Bahkan tidak sampai disiitu, dirinya berulang-ulang kali menanyakan SKnya. Misalnya, pada saat mendaftar sebagai balon kades, namun, kata Kades Pildan, bahwa tidak ada SK untuknya.

Mantan Pejabat Desa Tenalai, Pildas Oan, Senin, (07/12/2020), Pukul 03.00 wita, yang hendak diwawancarai lewat telepon seluler, menyampaikan masih berada di atas perahu dalam perjalanan dari Rote timur ke Desa Tenalai.

Sehingga baru kurang lebih pukul 05.15 wita, kembali dihubungi melalui telepon seluler tidak merespon. Begitu juga, melalui pesan whatsApp, beliau hanya membaca pesan tetapi tidak membalasnya.

Pejabat Desa Tenalai, Leksi Ariyanto Bessi, yang coba dimintai tanggapannya via telepon seluler, enggan memberikan keterangan, dengan alasan sedang sibuk dengan sesuatu urusan di Rote Timur. Namun diajak media untuk bertemu di Rote timur tetap tidak bersedia menemui wartawan, dengan alasan yang sama, bahwa lagi sibuk.

Camat Landu Leko, Jostaf Faah, hendak meminta komentarnya melalui telepon seluler, mengarahkan agar wartawan langsung menghubungi mantan pejabat Desa Tenalai, Pildas Oan dan Pejabat Desa Tenalai, Leksi Ariyanto Besi karena dirinya tidak mengetahui persoalan tersebut”, pungkasnya. *sm/tim

Comments
Loading...