John menyatakan, hujan yang sedikit disertai panas membuat kondisi tanah menjadi rongga. Sehingga ketika hujan turun akan terjadi penguapan dimana air hujan hilang di permukaan tanah atau tidak masuk ke dalam tanah.
“Kalau tanah di Jawa atau Flores ketika hujan, air meresap ke dalam tanah tapi kalau di daratan kepulauan Tmor, air tertahan di batu karang sehingga ketika musim panas, terjadi penguapan,”urai dia.
Dia berjanji, masyarakat Kota Kupang baru bisa merasakan kepuasan pelayanan akan air bersih di Tahun 2021, dengan penambahan kapasitas pelayanan 200 liter per detik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Setelah pembangun Kali Dendeng dan Air Sagu selesai. Itu baru PDM Kota Kupang bisa bersaing dengan PDAM Kabupaten Kupang,” paparnya.
Namun karena masih menunggu pembangunan kali dendeng dan air sagu, Oetemusu mengemukakan sebagai program jangka menengah, seluruh sumur bor milik warga akan dilakukan pendekatan untuk dikelolah dengan membangun reservoir untuk distribusi ke masyarakat.
Dia menyampaikan akan melakukan pengeboran sumur bor di Kelurahan oepura dan akan melakukan pengelolaan terhadap sejumlah aset P2D, (air bawah tanah).
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

Ikuti Kami
Subscribe































