onlinentt.com-Rote Ndao – Pemerintah Kabupaten Rote Ndao melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan terus memperkuat kelembagaan petani sebagai fondasi utama pembangunan sektor pertanian.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan supervisi dan diskusi lapang yang dipimpin langsung Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan bersama Kepala Bidang Tanaman Pangan, Kepala Bidang Hortikultura, Fungsional Perkebunan, serta Camat Pantai Baru di sejumlah kelompok tani di Kecamatan Pantai Baru, Sabtu, (18/072026)).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan ini menjadi bagian dari percepatan Gerakan Revitalisasi Kelompok Tani, sebuah program yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas kelembagaan petani melalui peningkatan kelas kelompok tani, pembenahan administrasi, serta penataan identitas kelompok dengan pemasangan papan nama sebagai bentuk legalitas dan penguatan organisasi di tingkat lapangan.
Dalam supervisi tersebut, tim melakukan dialog langsung bersama para petani guna mendengarkan berbagai perkembangan usaha tani, kendala yang dihadapi, hingga menyusun langkah-langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas kelompok tani agar lebih mandiri, tertib administrasi, dan mampu menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan daerah.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Rote Ndao, Nixon Molelanik Balukh, SP, M.Si, mengungkapkan kelompok tani bukan sekadar wadah berkumpulnya petani, tetapi merupakan ujung tombak pelaksanaan berbagai program pembangunan pertanian.
Oleh karena itu, kelembagaan kelompok harus terus diperkuat agar mampu mengakses berbagai program pemerintah, bantuan sarana produksi, pendampingan teknologi, hingga pengembangan usaha tani secara berkelanjutan.
,
Melalui gerakan revitalisasi ini, seluruh kelompok tani diharapkan segera melengkapi administrasi kelompok, mulai dari buku anggota, buku kegiatan, buku keuangan, hingga dokumen pendukung lainnya.
Selain itu, setiap kelompok juga diminta memasang papan nama sebagai identitas resmi yang memudahkan proses pembinaan, pendataan, dan koordinasi di lapangan.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan juga menginstruksikan seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk melakukan pendampingan secara intensif terhadap kelompok tani sekaligus melaksanakan penilaian peningkatan kelas kelompok sesuai indikator yang telah ditetapkan.
Saat ini terdapat 1.007 kelompok tani yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Rote Ndao. Seluruh kelompok tersebut menjadi sasaran pembinaan berkelanjutan agar memiliki tata kelola organisasi yang baik, administrasi yang tertib, serta kemampuan manajerial yang semakin meningkat.
Menurut Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, peningkatan kelas kelompok tani merupakan indikator penting dalam memperkuat kelembagaan petani. Kelompok yang memiliki organisasi yang baik akan lebih siap menerima inovasi teknologi, memperluas akses permodalan, meningkatkan produktivitas usaha tani, hingga mendukung terciptanya ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan seluruh kelompok tani, Gerakan Revitalisasi Kelompok Tani diharapkan mampu melahirkan kelembagaan petani yang lebih profesional, mandiri, dan berdaya saing.
Dengan penguatan kelembagaan yang terus dilakukan, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao optimistis sektor pertanian akan semakin berkembang, produktivitas petani meningkat, dan cita-cita mewujudkan ketahanan pangan yang tangguh di Bumi Nusa Lontar dapat tercapai secara berkelanjutan.*




















