“Kami dua orang pikul satu meja dan satu kursi. Jadi kursi taruh di atas meja baru pikul berdua. Saya tidak bisa bayangkan kalau adik-adik saya sekarang mengalami hal itu,” papar Lenggu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih parahnya lagi, menurut Lenggu, jarak tempuh pemikulan meja kursi yang sudah sangat jauh tetapi ketika tiba di sekolah, di gerbang sekolah, Johanes Kopong, salah seorang gurunya, (kini telah pensiun dan menetap di Flores), telah menunggu dengan menggenggam kayu bebak, (red=pelepah tuak), memeriksa setiap siswa yang tidak membawa air untuk mengisi “tangki” closed.
“Jadi biar kita su pikul meja kursi tapi kalau tidak bawa air maka akan kena bebak lagi,” ungkapnya disambut tawa lepas para alumni.
Diteruskan Lenggu, lebih parahnya lagi pemikulan meja kursi tersebut dilakukan setiap hari dan selama berbulan bulan,”tandasnya.
Mantan guru SMA Negeri 1 Rote Barat Laut itu, menjelaskan dari kesan tersebut yang membanggakan bagi sekolah ini adalah, salah satu alumni Tahun 1997, yaitu Paulus Henuk, SH, telah menjabat Bupati Rote Ndao periode 2024-2029.
“Ada suka duka yang luar biasa dalam meniti pendidikan. Meskipun dengan fasilitas yang sangat terbatas tetapi berhasil menghasilkan salah seorang pemimpin nomer satu di Kabupaten Rote Ndao. Ini prestasi yang sangat membanggakan dan luar biasa”, pungkas dia.
Mengakhiri pernyataannya, Arkhilaus Lenggu, mengaku sangat yakin Tuhan memiliki rencana yang terbaik untuk SMANSA Lobalain semoga ke depannya dapat melahirkan lagi pemimpin-pemimpin terbaik.
“Memang ini pekerjaan berat bagi Plt Kepsek dan para guru. Tapi kalau hari ini kami semua bisa ada di sini karena keterbatasan maka saya yakin sekolah ini ke depan pasti akan lebih kokoh dan tangguh lagi,” pungkasnya diamini tepuk tangan dari para alumni, kepsek dan para guru pegawai.* *
Halaman : 1 2

































