Dari HUS Ndeo, Paulus Henuk Disambut “Bak Pangeran Yang Baru Pulang dari Arena Perang”

- Redaksi

Kamis, 10 Juli 2025 - 07:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Johanes Editor : redaksi
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

onlinentt.com-Rote Ndao-Dentuman tambur dan pukulan gong tak henti-henti, disertai sesekali pekikan ala Rote terdengar seola-ola membangkitkan spirit.

 

Suara orang-orang yang memadati pusara HUS itu begitu riuh entah apa yang diperbincangkan. Terkadang terlihat ada yang saling rangkul, mencium, dan tertawa.  Terkesan seperti mereka sangat gembira dengan momentum perayaan HUS hari ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka tak peduli dengan sengat terik matahari yang membakar kulit dan raut wajah.

 

Sesekali terdengar suara dalam dialek/aksen Rote Dengka di telinga, bahwa ‘Bupati ana mai ena do”, artinya Bupati sudah datang atau belum. Sementara, terlihat setiap mata sedang menatap jalanan dan mencari sesosok yang belum juga tiba.

 

Dan waktu pun terus berdetak seakan ingin menjawab setiap hati yang lagi resah dan gelisah menunggu di sini.

 

Tepat pukul 14.32 wita, terlihat beberapa mobil plat merah pun beriringan memasuki area parkir  HUS.

Baca Juga :  TBUPP Paparkan Hasil Kajian, Pemda Rote Ndao Siapkan Langkah Akselerasi Pembangunan

 

Hal itu membuat situasi semakin riuh dan masyarakat yang hadir saling berdesakan  ingin menyaksikan dan melihat kehadiran seorang anak yatim piatu asal Desa Tasilo, (dahulu Desa Boni), Kecamatan Loaholu, yang kini menjadi, Bupati Rote Ndao Rote, Paulus Henuk, SH.

 

Dari setiap penumpang yang turun dari mobil-mobil berplat merah ini diamati tapi sosok yang dinanti nantikan tidak pernah muncul.

 

Sementara, sengatan matahari terasa panas dan tiupan angin yang kincang seolah-olaht memberi teka teki di mana keberadaan sosok yang ditunggu.

 

Baru lebih kurang 25 menit, kemudian terlihat debu-debu jalan beterbangan dan terdengar ramai pekikan ala orang Rote serta bunyi derap kaki kuda terdengar keras di jalan, sedang mendekat arena HUS.

Dan semua mata terbelanga dan takjub, ternyata sosok yang ditunggu dan dinanti tidak ingin memasuki tempat yang dianggap sakral dengan kemewahan melainkan kesederhanaan seperti apa yang telah ditanamkan oleh para leluhur.

Baca Juga :  Konferensi Daerah III Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia NTT

 

Saat memasuki arena HUS, (pacuan), kuda yang ditunggangi Bupati Rote Ndao diapit oleh kuda kuda lain diikuti dengan pekikan spirit orang Rote Ndao.

 

Di tengah pusara HUS, Bupati Rote Ndao ini disambut dengan suguhan tarian adat dan tutur adat oleh Archimes Molle, S.Th, MA, didampingi oleh Sembilan Maneleo dari Sembilan Suku di Kota Dalek ex Nusak Lai Lete.

 

Menurut Archimes Molle dalam kesempatannya, bahwa momentum HUS kali ini kiranya dapat menjadi perhatian bagi pemerintah daerah agar ke depan dapat menjadi salah satu aikon destinasi yang dapat berkontribusi bagi masyarakat Desa Tasilo Kecamatan Loaholu.

 

Disamping itu, ditambahkan Archimes, salah satu maneleo Koordinator Leo Luna dan Fando ini, selain HUS, rumah adat merupakan identitas suku. Oleh karena itu rumah adat sembilan suku di ex Nusak Lai Lete perlu diperhatikan untuk dibangun kembali agar ketika HUS dijadikan sebagai salah satu destinasi budaya maka menjadi lengkap, terang lelaki yang biasa disapa Memo itu.

Baca Juga :  Pererat Tali Silahturahmi, Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk Bukber Bersama Warga Islam dan Sejumlah Tokoh

 

Sementara, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, S.H dalam sambutannya mengatakan kegiatan HUS merupakan warisan tradisi yang ditinggalkan leluhur tentu memiliki nilai historis yang sangat sakral dan panjang bagi masyarakat Rote Ndao.

 

“Sehingga layak untuk kita beri penghormatan sebagai bentuk identitas diri,” terang dia.

 

Menurut Paulus, kegiatan HUS bagi masyarakat Rote Ndao juga merupakan perpaduan atraksi budaya dalam bentuk suka cita pasca panen hasil pertanian.

 

“setiap tradisi, tarian bagian dari cerita diri  kita maka jangan mencederainya. Semua pihak perlu menjaga persatuan dan kesatuan dalam bertradisi,” pungkas dia

 

Di penghujung acara, dilanjutkan dengan penyerahan hadiah adat oleh Bupati Rote Ndao kepada 14 orang penunggang kuda sebagai perwakilan tokoh adat dan peserta festival kuda. *

 

Berita Terkait

Musyawarah Jadi Kunci, Bupati Paulus Henuk Tegaskan Penyelesaian Sengketa Lahan K-SIGN Harus Berkeadilan
Bupati Henuk Lepas Kontingen Jambore PAR GMIT 2026, Wujudkan Generasi Muda Beriman dan Siap Menjadi Pelayan Masa Depan
Bupati Paulus Henuk Dorong Lahirnya Generasi Penggerak Perubahan Melalui Youth Camp HISTORY MAKER
Musyawarah Jadi Fondasi Utama Pemkab Rote Ndao dalam Mengawal Pembangunan K-SIGN
Komisi III DPRD Rote Ndao Perjuangkan Akses Strategis, Perbaikan Jalan Letelangga Segera Direalisasikan
Bupati Paulus Henuk Dorong Optimalisasi Pendapatan Daerah Melalui Sinergi Pajak dan Investasi
Investasi SDM untuk Masa Depan Daerah, ASN Rote Ndao Didorong Raih Gelar Magister dan Doktor
Bupati Rote Ndao Perkuat Jejaring Pendidikan, Dorong Kolaborasi untuk Peningkatan Mutu Belajar
Tag :
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 00:51 WITA

Rote Ndao Bersinergi Sambut HUT Persekutuan Doa Sinode GMIT 2026, Pemda Tegaskan Dukungan Penuh Bagi Iman dan Ekonomi Umat

Senin, 29 Juni 2026 - 19:25 WITA

Dari Pulau Terselatan, Keluarga Kuat Menjadi Awal Masa Depan Rote Ndao

Jumat, 5 Juni 2026 - 11:35 WITA

Adrianus Pandie, Sosok Peduli yang Memilih Berbuat dalam Diam

Selasa, 2 Juni 2026 - 05:20 WITA

Pancasila Bukan Sekadar Dasar Negara atau Dokumen Historis

Minggu, 31 Mei 2026 - 10:07 WITA

Leluhur Orang Rote Ti Tinggal di Bulan?

Kamis, 28 Mei 2026 - 08:57 WITA

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Rote Ndao Imbau Kelompok Tani Pasang Papan Nama Resmi

Senin, 27 April 2026 - 20:12 WITA

Masyarakat Batutua Merasa Terpinggirkan Selama Dua Kepemimpinan Bupati, Minta Perhatian Khusus dan Serius Bupati Henuk

Selasa, 21 April 2026 - 06:30 WITA

Bupati Rote Ndao Himbau Seluruh Elemen Masyarakat Rote Ndao Untuk Tetap Jaga Harmoni Nusa Fua Funi

Berita Terbaru