onlinentt.com – Rote Ndao | Waktu memang mampu memisahkan raga, namun tidak pernah mampu menghapus kasih dan kenangan. Suasana haru menyelimuti Desa Busalangga, Kecamatan Rote Barat Laut, saat keluarga besar almarhum Bapak Johanis Feoh berkumpul dalam upacara adat perpindahan tulang belulang, sebuah tradisi luhur yang menjadi simbol penghormatan terakhir kepada orang tua dan leluhur.
Tangis haru, doa, dan pelukan keluarga mewarnai setiap tahapan prosesi. Bagi keluarga, momen ini bukan sekadar memindahkan tempat peristirahatan almarhum, tetapi juga menjadi saat untuk mengenang perjalanan hidup, kasih sayang, serta pengorbanan yang telah diwariskan kepada anak cucu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di tengah suasana penuh keheningan itu, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH hadir untuk memberikan penghormatan kepada almarhum sekaligus menyampaikan dukacita kepada keluarga yang ditinggalkan.
Kehadiran Bupati menjadi ungkapan bahwa dalam setiap duka masyarakat, pemerintah turut hadir untuk menguatkan.
“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga besar almarhum Bapak Johanis Feoh.
Tidak ada perpisahan yang mudah bagi orang-orang yang saling mengasihi. Kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan penghiburan, kekuatan, dan damai sejahtera bagi seluruh keluarga.
Semoga almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi-Nya dan segala kebaikan yang telah ditinggalkan menjadi warisan yang terus hidup dalam kehidupan anak cucu,” ungkap Bupati.
Prosesi adat berlangsung dengan penuh penghormatan dan kekhidmatan. Setiap langkah dalam upacara menjadi pengingat bahwa cinta kepada orang tua tidak berakhir ketika mereka berpulang.
Kasih itu tetap hidup dalam doa, kenangan, dan penghormatan yang terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Upacara perpindahan tulang belulang ini juga menjadi bukti bahwa masyarakat Rote Ndao tetap memegang teguh nilai-nilai adat dan budaya sebagai bagian dari jati diri.
Dari balik air mata yang mengalir, tersimpan harapan agar keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan untuk melanjutkan kehidupan, sementara nama dan teladan almarhum Johanis Feoh akan selalu dikenang dalam hati orang-orang yang mengasihinya.
Di tengah kesedihan yang mendalam, doa menjadi penguat, kenangan menjadi penghibur, dan kasih yang telah ditanamkan almarhum semasa hidupnya akan terus hidup, melampaui ruang dan waktu.*




















