Dari Pulau Terluar Menuju Pusat Industri Garam Nasional, Rote Ndao Pertegas Peran Strategis dalam Agenda Pangan Indonesia

- Redaksi

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Johanes Henuk Editor : Redaksi
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

onlinentt.com | Rote Ndao – Kabupaten Rote Ndao kembali menegaskan posisinya sebagai daerah strategis dalam pembangunan nasional.

 

Kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Anggota DPR RI Anis Yohan, serta Gubernur Nusa Tenggara Timur ke Kabupaten Rote Ndao, Kamis (30/07/2026), menjadi penanda kuat bahwa pulau paling selatan Indonesia kini mendapat perhatian serius sebagai pusat pengembangan industri garam nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Kedatangan para pejabat negara tersebut disambut langsung oleh Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH. Penyambutan itu tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan menjadi awal dari penguatan kolaborasi lintas kementerian dan pemerintah daerah dalam mengakselerasi pembangunan sektor pangan, kelautan, dan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Baca Juga :  Nitanel Nggoek, Terpilih Sebagai Ketua Secara Aklamasi

Fokus utama kunjungan diarahkan ke Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN), lokasi yang diproyeksikan menjadi tulang punggung produksi garam nasional.

 

Di kawasan tersebut, rombongan meninjau perkembangan pembangunan infrastruktur sekaligus melihat secara langsung hasil produksi garam yang telah dihasilkan oleh kawasan tersebut.

 

Keberhasilan produksi garam di K-SIGN menjadi indikator bahwa Rote Ndao memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi sentra garam modern yang mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri.

 

Pengembangan kawasan ini juga dipandang sebagai langkah strategis pemerintah dalam mengurangi ketergantungan terhadap impor garam sekaligus mempercepat tercapainya target swasembada garam nasional pada tahun 2027.

 

Bupati Paulus Henuk menyampaikan bahwa perhatian pemerintah pusat terhadap Rote Ndao merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan secara maksimal.

Baca Juga :  Dentuman Drum Band SMAN 1 Lobalain Warnai Semarak Karnaval HUT ke-81 RI di Rote Ndao

 

Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten menjadi modal utama dalam menghadirkan pembangunan yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

 

“Potensi yang dimiliki Rote Ndao sangat besar. Dengan dukungan penuh pemerintah pusat, kami optimistis daerah ini akan berkembang menjadi salah satu lumbung garam nasional yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan Indonesia,” ujar Paulus Henuk.

 

Lebih dari sekadar pembangunan industri, kehadiran K-SIGN diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan petambak garam, menggerakkan sektor usaha pendukung, hingga memperkuat perekonomian masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

 

Optimisme tersebut sejalan dengan visi pemerintah menjadikan wilayah terluar Indonesia sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang memiliki daya saing nasional bahkan internasional.

Baca Juga :  Esok Pagi, Keluarga dan Kerabat Akan Mengantar Berkat Ngulu ke Tempat Peristirahatan Terakhir

 

Bagi Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, pembangunan K-SIGN bukan hanya tentang menghasilkan garam, tetapi juga tentang membangun masa depan daerah melalui pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan.

 

Dengan posisi geografis yang strategis dan dukungan kebijakan pemerintah, Rote Ndao diyakini akan memainkan peran penting dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional.

 

Jika selama ini Rote Ndao dikenal luas sebagai Nusa Lontar, maka dalam beberapa tahun ke depan daerah ini diproyeksikan akan memiliki identitas baru sebagai Nusa Garam, sebuah simbol keberhasilan daerah terdepan Indonesia dalam mendukung swasembada garam nasional sekaligus memperkuat fondasi ketahanan pangan bangsa.*

Berita Terkait

BBM Lancar Pengisian di Pertamina, Tapi Rakyat Tetap Memgeluh: Ada Apa dengan Distribusi di Rote Ndao? Inikah sebuah Ironi?
Bertahun-tahun Diduga Tak Masuk Kantor, Disiplin Dipertanyakan, Sekcam Landu Leko Aman Aman Saja
Irlan Lakabela Kembali Tatap Panggung Nasional, Siap Harumkan Nama SMAN 1 Lobalain di Kejurnas 2026
Paulus Henuk Turun Langsung ke PDAM, Evaluasi Layanan Air Bersih Jadi Perhatian
PEKPPP Jadi Cermin Pembenahan Pelayanan, Yohanis Dade Minta ASN Sumba Barat Berani Berbenah
Dari Perjuangan Panjang ke Hari Wisuda, Alberd W. Dano Bangga Melihat Para Ponakan Raih Gelar Sarjana
20 Guru Dipercaya Pimpin Sekolah, Bupati Yohanis Dade Dorong Kepemimpinan yang Berintegritas
Urus Paspor Secara Langsung, Bupati Paulus Henuk Apresiasi pPelayanan Imigrasi yang Tertib dan Ramah

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 06:39 WITA

Bupati Paulus Henuk Dorong Bank NTT Jadi Mitra Tumbuhnya Wirausaha Muda dan Perempuan Rote Ndao

Selasa, 15 September 2026 - 04:27 WITA

Perumda Rote Ndao Butuh Anggaran Rp10 Miliar Untuk Investasi Jangka Panjang, Dari Pengamanan Air Baku hingga Rencana Air Kemasan “Ita Oen”.

Kamis, 10 September 2026 - 22:44 WITA

Di Balik Panjangnya Antrean BBM di SPBU Metina, Ada Persoalan Jam Layanan Hingga Validasi Nelayan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:12 WITA

Bupati Rote Ndao Pantau Aktivitas Pasar Busalangga, Ekonomi Rakyat Jadi Perhatian

Rabu, 12 Agustus 2026 - 07:42 WITA

Dari Tambak Rote Menuju Pasar Jawa, Paulus Henuk Buka Jalur Logistik Garam

Rabu, 12 Agustus 2026 - 07:18 WITA

K-SIGN Mulai Ditopang Infrastruktur Energi, Paulus Henuk Dorong PLN dan Siapkan Jobber BBM

Rabu, 12 Agustus 2026 - 06:54 WITA

Bukan Sekadar Dibangun, K-SIGN Harus Dikawal: Paulus Henuk Perketat Pengawasan dari Jakarta

Selasa, 11 Agustus 2026 - 03:34 WITA

Dari Ruang Kemenkes ke Tanah Leluhur: Paulus Henuk Bawa Semangat Rote Mengajar Menjemput Inspirasi dari Putra Rote

Berita Terbaru