onlinentt.com – Kupang | Seorang pemimpin tidak hanya diukur dari keputusan yang diambil atau program pembangunan yang dijalankan. Di saat duka menyelimuti warganya, kehadiran seorang pemimpin menjadi bentuk kepedulian yang memberi makna tersendiri.
Nilai itu ditunjukkan Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH, saat melayat ke rumah duka almarhumah Mama Lince Mas Selly, kakak dari Sekretaris Daerah Kabupaten Rote Ndao, di Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan penuh rasa hormat, Paulus Henuk datang untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga yang ditinggalkan.
Kehadirannya bukan sekadar menjalankan tradisi sosial, tetapi menjadi ungkapan empati dan kebersamaan kepada keluarga yang sedang menghadapi kehilangan.
Dalam suasana penuh haru, Bupati Paulus Henuk menyampaikan doa agar keluarga besar almarhumah diberikan kekuatan dan penghiburan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.
“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, saya menyampaikan turut berdukacita yang sedalam-dalamnya.
Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa menerima almarhumah dalam kasih-Nya dan memberikan kekuatan, ketabahan, serta penghiburan bagi seluruh keluarga yang ditinggalkan,” ujar Paulus Henuk.
Menurutnya, setiap kepergian orang yang dicintai selalu meninggalkan kesedihan mendalam. Namun, dalam iman dan kebersamaan, keluarga akan menemukan kekuatan untuk melanjutkan kehidupan dengan penuh pengharapan.
Kehadiran Bupati di rumah duka juga menjadi cerminan budaya saling menopang yang terus dipelihara di Kabupaten Rote Ndao.
Solidaritas, kepedulian, dan kebersamaan merupakan nilai yang terus dijaga, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam lingkungan pemerintahan.
Para pelayat yang hadir tampak larut dalam suasana duka sembari memberikan penghormatan terakhir kepada almarhumah.
Di tengah kesedihan itu, kehadiran Bupati Paulus Henuk membawa pesan bahwa keluarga yang berduka tidak berjalan sendiri. Pemerintah daerah turut hadir sebagai bagian dari keluarga besar yang ikut merasakan kehilangan.
Melalui kunjungan tersebut, Paulus Henuk kembali memperlihatkan bahwa kepemimpinan yang berlandaskan nilai kemanusiaan tidak hanya tampak dalam ruang-ruang kebijakan, tetapi juga melalui tindakan sederhana yang penuh ketulusan.
Sebab, di balik setiap jabatan, ada tanggung jawab moral untuk hadir, mendengar, dan menguatkan mereka yang sedang menghadapi masa-masa tersulit dalam hidupnya.*




















