Episode II, Menapaki Sejarah Pohon Lontar Versi Orang Rote Ti

- Redaksi

Kamis, 11 Februari 2021 - 04:14 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis : Mantan Juru Parkir di Toko Lima Jaya Kupang 1991-1995

onlinentt.com-Konon, buah pohon lontar yang dikenal orang Rote Ti, “Sai Boak,”dipungut setelah air bah mangering.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dikata, “Sae Boak” atau dalam ungkapan lainnya “Sain Boan”, karena datangnya dari lautan yang dalam atau luas.

Baca Juga :  Stay at home, Kepsek Mengaku Berkomunikasi Aktif Dengan Kabid Pendidikan Menengah

“Sae Boak” atau “Sain Boan terdiri dari suku kata dalam umumnya bahasa Rote atau khusus Rote Ti, yaitu “Sae/Sai, artinya lautan lepas atau lautan yang dalam. Sedangkan, “Boak”, atau “Boan” artinya buah/buahnya.

Gabungan dua suku kata ini bila dimaknakan, maka akan berarti, buah yang datangnya dari laut/lautan lepas/dalam.

Baca Juga :  Musrenbang Desa kuli  Berjalan Sesuai Kapasitas dan Memenuhi Kriteria Masyarakat.

“Sae Boak” atau “Sain Boan, terdapat tiga jenis dengan manfaatnya masing-masing, pertama, buah muda biasanya dapat di makan saat musim kemarau untuk “membunuh” rasa dahaga atau lapar.
Kedua, buah setengah tua, dahulu biasa dibelah dan isinya dijadikan pakan babi.

Baca Juga :  Dari Rujab Bupati, Aspirasi Tesabela Mengarah pada Pusat Pelayanan Baru dan Kampung Nelayan Modern

Ketiga, buah yang matang, dahulu saat musim kelaparan melanda Pulau Rote, dihisap airnya untuk menahan lapar dan haus. Selain itu, seratnya bisa untuk makanan hewan, seperti babi, kerbau dan kuda.

Berita Terkait

Dari Rujab Bupati, Aspirasi Tesabela Mengarah pada Pusat Pelayanan Baru dan Kampung Nelayan Modern
Bupati Paulus Henuk, SH, Sambangi Pengrajin Alat Musik Tradisional Sasandu
Ada Kesamaan Budaya, Adat dan Bahasa, Orang Madagaskar Diduga Miliki Hubungan Leluhur Dengan Orang Rote
Raih Sejumlah Prestasi di Ajang Kompetisi Prestisius Pemilihan Putera Puteri Ekowisata Nasional Tahun 2025, Timothy dan Elisabeth Kembali ke Tanah Air, Disambut “Bak Pangeran dan Ratu”
Raih Prestasi, Elisabet Dollok dan Timothy Sihotang, Pewakilan Putera dan Puteri Ekowisata Prov NTT Tahun 2025, “Jadi Kebanggaan”, Kabupaten Rote Ndao
Asal Muasal Li Basili Atau Li Butuk
Pengaruh Okutisme Masih “Melekat” pada Budaya Sejumlah Sub Klen dan Marga di Ex Nusak Ti 
Sejarah dan Makna HUS Bagi Masyarakat Adat Rote Ndao
Tag :
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:17 WITA

Bupati Paulus Henuk Perjuangkan Dukungan Pusat, Rote Ndao Bidik Percepatan Rehabilitasi Pascabencana dan Industri Garam Nasional

Kamis, 16 Juli 2026 - 06:28 WITA

Evaluasi Triwulan III, Bupati Paulus Henuk Dorong OPD Percepat Realisasi Program dan Perkuat Kualitas Pelayanan Publik

Kamis, 9 Juli 2026 - 01:06 WITA

Bangun Mimpi dari Pulau Selatan: Bupati Paulus Henuk Antar 20 Putra-Putri Rote Ndao Raih Pendidikan Berkualitas Lewat Program ADEM 2026

Minggu, 21 Juni 2026 - 06:36 WITA

Dari Rumah Jabatan, Bupati Paulus Henuk Matangkan Rencana Pengembangan Energi Berkelanjutan

Jumat, 12 Juni 2026 - 06:49 WITA

Rote Ndao Matangkan Persiapan Kunjungan K-SIGN Bersama KBRI Canberra

Selasa, 9 Juni 2026 - 05:44 WITA

Audiens Bersama Panitia Paskah 2026, Bupati Paulus Henuk Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Pemerintah dan Gereja

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:24 WITA

Bupati Paulus Henuk Pimpin Evaluasi PAD, Perkuat Kapasitas Fiskal Daerah untuk Mendukung Pembangunan Rote Ndao

Minggu, 31 Mei 2026 - 07:58 WITA

Bupati Rote Ndao Usul Pembangunan Jembatan Saendale ke Menteri PU

Berita Terbaru