Tahun 2019, Pengiriman Ternak Sapi Sebanyak 59.100 Ekor

0 128

onlinentt.com – Kota Kupang, Pengiriman ternak sapi ke luar Nusa Tenggara Timur, (NTT), sebanyak 59.100 ekor, melalui beberaa pelabuhan, yakni Kupang, Wini, Atapupu dan  Waingapu, terkecuali Flores, karena tidak termasuk dalam wilayah pengiriman.

Ucap Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Kupang, Drh. Nur Hartanto, MM, di ruang kerjanya, Rabu, (06/05/2020).

Menurut Nur Hartanto, tujuan pengiriman ternak sapi tersebut ke beberapa wilayah, misalnya Sulawesi, Samarinda, Banjarmasin dan Jakarta. Sedangkan, sejak Januari 2020 sampai sekarang sudah sebanyak 9. 200 ekor.

“Pengiriman pada bulan Maret, April dan Mei meningkat  karena persiapan hari kurban,” papar dia.

Pimpinan Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Kupang juga mengaku kalau produksi sapi yang masuk ke Kupang berasal dari Kabupaten TTS,  Kupang dan Kota Kupang. Sementara,  TTU, Belu, dan Kabupaten Malaka, pengirimannya melalui pelabuhan Wini dan Atapulu.

“Itu sudah dibagi oleh Dinas Peternakan Provinsi, kata Nur.

Lanjutnya, kondisi penyakit ternak yang terjadi di Kota Kupang, Kabupaten Kupang dan TTS, kerawanannya sangat rendah kalau disandingkan dengan Kabupaten TTU, Belu, Malaka. Oleh karena itu, Dinas Peternakan Provinsi NTT melakukan pemetaan wilayah pengiriman agar pengirimannya tidak boleh melalui pelabuhan Tenau.

Sementara, persiapan untuk hari raya Kurban, dikatakan Nur,  Dinas Peternakan dan dokter-dokter hewan telah dipersiapkan untuk memeriksa kesehatan hewan yang akan di sembelih.

“Sesudah penyembelian juga akan dilakukan lagi pemeriksaan bersama dengan Dinas Peternakan,” terang dia.

Dikesempatan tersebut, Kepala Balai berharap dengan kondisi mewabahnya covid-19, para peternak harus tetap bersemangat untuk berusaha karena pasar masih selalu terbuka.

“Peternak perlu menjaga kebersihan ternak masing-masing, terutama  menjaga jarak sesuai instruksi pemerintah. Seain itu,  bagi para pengusaha ternak yang melakukan pengiriman ternak ke daerah, seperti Kalimantan dan Jakarta agar selalu memberikan arahan kepada tenaga kerjanya supaya ketika pulang jangan langsung ke rumah melainkan harus menjalani isolasi sesuai SOP pemerintah supaya dapat memberikan rasa aman bagi keluarga, masyarakat dan sesama petugas di lingkungan balai karantina.

“Penting untuk kita saling menjaga kesehatan,”tandasnya. Yulius Tamonob.

Leave A Reply

Your email address will not be published.