Yero Sang Penjual Kopi Keliling Bundaran Tirosa

- Redaksi

Senin, 2 Maret 2020 - 12:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

onlinentt.com-Kota Kupang,-Seperti biasanya malam itu suasana jalanan di Bundaran Taman Tirosa ramai dan lancar. Kebisingan suara kendaraan yang lewat agak sedikit mengganggu pendengaran.

Di sela–sela kesibukan warga Kota Kupang, seorang pria yang bercelana pendek dan berjaket coklat sedang mamarkirkan sepeda motor Honda Supranya di pinggir trotoar tidak jauh dari Tugu Tirosa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sambil berdiri di samping harta berharganya, lelaki itu menawarkan dagangannya kepada setiap orang-orang yang nonkrong di sekitar dan pengendara yang melewati Bundaran Taman Tirosa.

Pria ini bernama Yero Ndolu atau biasa disapa Yero. Lelaki berusia 30 tahun itu sudah setahun menekuni pekerjaannya sebagai Penjual kopi keliling atau “Kopling” di wilayah Bundaran Taman Tirosa.

Sepeda motor miliknya dari hasil kreditan didesain khusus oleh salah seorang teman karibnya untuk memuat perlengkapan dan barang dagangannya.

Selain itu, pada sepeda mootornya dirias menggunakan bahan baliho dengan ukuran sesuai sebagai tempat penyimpanan barang dagangan agar terhindar dari hujan.

Menu dagangan sengaja dibiarkan tergantung pada keranjang sepeda, bertuliskan jenis jualan, “Kopi Lokal, Kopi Jahe, Chocolatos, White Coffee, Cream Late, Tora Café, The dan Pop Mie”

Baca Juga :  Makna dan Arti Sebuah “Payung” Bagi Sosok Politisi dan Tokoh Perempuan Rote, Apremoi Dudelusi Dethan

Dahulu, Yero pernah bekerja pada Regans Digital printing, salah satu percetakan di Kota Kupang.

Dari upah yang diperoleh, sedikit demi sedikit suami dari Selfy Ndolu-Matta ini mulai menabung. Malahan sambil bekerja ditempat tersebut, lelaki santun inii memilih bekerja sambilan sebagai penjual Kopi keliling di Bundaran Taman Tirosa.

Hasil tabungan dari bekerja di Regans digital Printing itulah, kemudian oleh Yero dijadikan sebagai modal awal usahanya.

Ketika sudah tidak bekerja lagi di Regans Digital Printing Yero mulai fokus menggeluti pekerjaan sebagai penjual kopi keliling, (Kopling), Bundaran Tirosa.

Sebagai penikmat kopi yang kebetulan lewat Bundaran Taman tirosa, penulis mencoba menghampirinya dengan memesan segelas kopi hitam.

Dengan cekatan, diraciklah sebungkus kopi suchet yang diseduh menggunakan gelas plastik lalu disuguhkan kepada penulis dengan senyum bermakna persahabatan.

Sambil menikmati kopi yang disuguhkan, penulis mengajak ngobrol sambil duduk di atas lantai taman yang beralaskan baliho bekas sambil menunggu seseorang teman yang masih dalam perjalanan.

Baca Juga :  Warga Batulilok Sampaikan Harapan, Bupati Paulus Henuk Tegaskan Komitmen Pelayanan

Pria asal Tarus Kabupaten Kupang ini bukanlah sosok baru di Kota Kupang.

Dari pengakuannya, sejak lulus SMA Tahun 2008, dirinya sudah belajar hidup mandiri dan tidak ingin bergantung pada kedua orang tuanya dengan mulai bekerja pada beberapa perusahaan swasta.

“Beta pernah kerja jadi sales di NSS motor Tahun 2008 sampai dengan 2011. Kemudian Tahun 2011-2013, bekerja lagi di salah satu koperasi simpan pinjam. Lalu Tahun 2013 sampai 2019 kemarin, beta kerja di Regans Digital Printing,” cerita jero

Dia mengaku awal memulai usaha penjual kopi keliling dengan modal  1.200.000 rupiah. Jumlah itu beta pake buat biaya pekerjaan keranjang tempat taruh barang jualan, pake beli perlengkapan dan kebutuhan, berupa bahan minuman dan barang-barang jualan.

Sejauh ini hasil yang diperoleh dari pekerjaan ini setiap hari keuntungan yang diperoleh sebesar, 100.000 rupiah. Itu kalau sepi pengunjung. Tapi bila ramai maka sehari bisa mencapai R 250.000b rupiah.

Baca Juga :  Kalvari Batulai Resmi Ditahbiskan, Bupati Paulus Henuk Ajak Jemaat Jadikan Gereja Sebagai Pusat Pembinaan Karakter dan Persatuan

Bapak dari ananda Putry, (8 tahun), Shalsa (6 tahun) dan Dhede (2 tahun) ini sangat senang menekuni pekerjaan sebagai penjual kopi Tugu Tirosa. Namun yang menjadi kendala yang diabhadapali adalah modal untuk mengembangkan usahanya menjadi cafe.

“Beta bermimpi bisa mendapat perhatian dari pak Walikota Kupang berupa bantuan dana untuk buka usaha Café.Namun selama ini terkendala di  modal dan tempat. Pada hal, pendapatan dari jualan kopi ini beta pakai buat kebutuhan sehari-hari bersama istri dan anak-anak beta termasuk biaya sekolah anak. Kalo ada lebih sedikit beta tabung untuk rencana usaha café dan masa depan anak-anak beta,” terang dia.

Diakhir pertemuan dengan penulis, Yeo pedagang kopi keliling menyampaikan Tuhan telah menentukan rezeki dan berkah smasing-masing orang tetapi kita harus mengejarnya dengan berusaha keras untuk mendatangkannya.

Jaman sekarang banyak persaingan sehingga orang berpendidikan rendah seperti saya harus benar-benar ulet, tekun dan bekerja keras untuk bertahan hidup,”pupus Yero sang pejuang hidup.wassalam.Bambang Suredjo.

Berita Terkait

Suara Warisan Literasi Budaya: Merawat Tradisi, Menghidupkan Identitas Nusantara
Dugaan Penimbunan BBM Menguat, Satgas Diminta Turun Langsung Sisir Jalur Distribusi di Rote Ndao
NasDem Cup 2026 Tutup Kompetisi, Bupati Paulus Henuk Dorong Lahirnya Generasi Muda Berprestasi
Tak Hanya Prestasi Akademik, Paulus Henuk Dorong Sekolah di Rote Ndao Bangun Budaya Bersih dan Tata Kelola Berkualitas
Leo Kunak Nusak Ba’a Perkuat Gerakan Anti Narkoba, Tokoh Adat Turun Edukasi Masyarakat
Selamatkan Bahasa Ibu, Pemprov NTT dan Pemkab Rote Ndao Perlu Wajibkan ASN Berbahasa Daerah di Kantor
Distribusi BBM Rote Ndao di Bawah Sorotan, Siapa Berani Buka Data?
SMAN 1 Lobalain Asah Pena Guru dan Siswa, Siapkan Jurnalis Muda yang Kritis dan Berintegritas

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 01:35 WITA

SMAN 1 Lobalain Buka Turnamen dengan Sapu Bersih, Takari Takluk Tiga Set di GOR Oepoi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:40 WITA

Bupati Paulus Henuk Hadiri Pembukaan HUT ke-20 Persekutuan Doa Sinode GMIT

Kamis, 15 Oktober 2026 - 04:30 WITA

Tanam Mangrove di Derenitan, Bupati Paulus Henuk Ajak Masyarakat Rawat Masa Depan Pesisir Rote Ndao

Kamis, 15 Oktober 2026 - 01:59 WITA

Lima Tahun GPdI Rajawali Leolutun, Eben-Haezer Menjadi Kesaksian Kesetiaan Tuhan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 01:07 WITA

Rp 6 Miliar untuk 40 Kelompok Tani, Paulus Henuk Dorong Pertanian Rote Ndao Lebih Tangguh Hadapi Kekeringan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 00:24 WITA

Masuki Tahap Ketiga Pilot Project Perintis 10 Hari Kini Tersedia di 131 Kantah

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:18 WITA

Bantuan Pertanian Harus Berbuah Hasil, Bupati Rote Ndao Titip Tanggung Jawab kepada 40 Kelompok Tani

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:41 WITA

Manfaatkan PTSL untuk Urus Sertipikat, Masyarakat Rasakan Kemudahan dan Kepastian Hukum

Berita Terbaru