onlinentt.com-Ba’a Rote – Sebanyak 119 orang di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Baa mengikuti pemeriksaan Mobile Test HIV dan Infeksi Menular Seksual (IMS), Jumat (30/10/2026).
Kegiatan ini menyasar warga binaan, pegawai, hingga peserta magang sebagai bagian dari upaya deteksi dini penyakit menular di lingkungan pemasyarakatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemeriksaan yang berlangsung di aula kantor tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan Puskesmas Baa dan Dinas Kesehatan Kabupaten Rote Ndao.
Enam tenaga kesehatan diterjunkan dalam kegiatan ini, dengan Salomi Nggeon bertindak sebagai ketua tim.
Dari total 119 peserta, sebanyak 92 orang merupakan warga binaan pemasyarakatan (WBP), 17 pegawai, dan 10 peserta magang.
Seluruh peserta mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pemeriksaan guna mengetahui status kesehatan mereka terkait HIV dan IMS.
Pelaksanaan pemeriksaan secara langsung di dalam lapas membuat layanan kesehatan lebih mudah dijangkau oleh warga binaan maupun petugas.
Selain membantu mendeteksi kemungkinan infeksi sejak dini, pemeriksaan ini juga menjadi langkah awal untuk menentukan kebutuhan pemeriksaan lanjutan dan penanganan medis apabila diperlukan.
Kepala Lapas Kelas III Baa, Hariyadi N. Maikameng, mengatakan bahwa akses pemeriksaan kesehatan perlu diberikan kepada seluruh orang yang beraktivitas di lingkungan lapas, bukan hanya warga binaan.
“Pemeriksaan ini tidak hanya diperuntukkan bagi warga binaan, tetapi juga pegawai dan peserta magang yang setiap hari beraktivitas di lingkungan Lapas.
Kami ingin seluruhnya memiliki kesempatan yang sama untuk mengetahui kondisi kesehatannya melalui pemeriksaan HIV dan IMS.
Terima kasih kepada Puskesmas Baa dan Dinas Kesehatan Kabupaten Rote Ndao atas dukungan tenaga kesehatan sehingga pemeriksaan ini dapat terlaksana,” ujar Hariyadi.
Kerja sama dengan fasilitas pelayanan kesehatan daerah menjadi salah satu upaya Lapas Kelas III Baa dalam memastikan kebutuhan pemeriksaan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan tetap mendapat perhatian.
Melalui kegiatan Mobile Test ini, deteksi dini HIV dan IMS diharapkan dapat dilakukan lebih luas, disertai tindak lanjut medis sesuai hasil pemeriksaan dan ketentuan kesehatan yang berlaku.*



















