onlinentt.com – Rote Ndao | Sebuah momen sederhana namun penuh kehangatan terjadi ketika Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH, menggendong seorang anak bernama Gibran.
Bagi Gibran dan keluarganya, momen tersebut bukan sekadar sebuah foto, tetapi kenangan indah yang suatu hari nanti akan kembali dikenang ketika Gibran telah tumbuh dewasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dipost aja biar bisa dilihat lagi nanti kalau sudah besar. Ternyata waktu kecil aku pernah digendong Bapak Bupati Rote Ndao,” menjadi ungkapan polos yang menggambarkan betapa berartinya momen tersebut.
Di balik senyum dan pelukan sederhana itu, terlihat sosok Bupati Paulus Henuk yang begitu dekat dengan anak-anak.
Tidak ada jarak antara pemimpin dan masyarakat. Ia hadir dengan kehangatan, menyapa, merangkul dan memberikan perhatian kepada generasi kecil yang kelak menjadi penerus Rote Ndao.
Kedekatan dengan anak-anak juga mengingatkan pada pesan kasih dalam Matius 19:14:
“Tetapi Yesus berkata: ‘Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku.”
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa anak-anak memiliki tempat yang istimewa. Mereka membutuhkan kasih, perhatian, perlindungan dan ruang untuk bertumbuh dalam lingkungan yang penuh cinta.
Momen Bupati Paulus Henuk menggendong Gibran pun dapat dimaknai lebih luas sebagai gambaran kepedulian terhadap generasi penerus.
Seorang pemimpin tidak hanya bekerja melalui kebijakan dan program pembangunan, tetapi juga melalui sentuhan kemanusiaan yang membuat masyarakat merasa dekat dan diperhatikan.
Bagi Gibran, mungkin ini hanya sebuah momen ketika dirinya digendong seorang Bupati. Namun kelak, foto tersebut bisa menjadi cerita penuh kebanggaan, “Ketika masih kecil, saya pernah digendong Bapak Bupati Rote Ndao”.
Sebuah kenangan sederhana yang menyimpan pesan besar: bahwa anak-anak adalah bagian penting dari masa depan daerah, dan mereka layak mendapatkan kasih sayang serta perhatian dari semua pihak.
Dari sebuah gendongan kecil, terpancar pesan besar tentang kasih kepada anak-anak dan harapan untuk masa depan Rote Ndao.*




















